Wagub Buka Jelajah Rupiah: Pastikan Uang Layak Edar dan Inklusi Keuangan Merata

Redaksi
23 Jul 2026 23:20
InfoNias 0 113
3 menit membaca

Gunungsitoli, Matakeadilan.id //

Rangkaian kegiatan Jelajah Rupiah Kepulauan Nias Tahun 2026 resmi dimulai dengan khidmat di Alun-Alun Kota Gunungsitoli. Acara hasil kerja sama Bank Indonesia Perwakilan Sibolga bersama Pemerintah Kota Gunungsitoli ini dibuka secara langsung oleh Wakil Gubernur Sumatera Utara H. Surya, B.Sc., ditandai dengan pemukulan gong, didampingi Wali Kota Gunungsitoli Sowa’a Laoli, S.E., M.Si., Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sibolga, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Kamis (23/7/2026).

Hadir memeriahkan momen bersejarah ini Wakil Wali Kota Gunungsitoli Martinus Lase, S.H., Sekretaris Daerah Andhika Perdana Laoly, S.STP., M.Si., CGCAE, Bupati Nias, Wakil Bupati Nias Selatan, pimpinan instansi vertikal dan dunia perbankan, para Kepala Perangkat Daerah, Ketua TP-PKK beserta Ketua DWP Kota Gunungsitoli, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga ribuan warga yang memadati lokasi.

Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan apresiasi mendalam kepada Bank Indonesia atas terselenggaranya kegiatan yang sangat dinantikan ini. “Ini bukti nyata sinergi untuk memperkuat literasi keuangan kita. Tujuannya agar seluruh elemen benar-benar Cinta, Bangga, dan Paham akan Rupiah, serta sadar sepenuhnya bahwa mata uang ini adalah lambang kedaulatan negara yang wajib dijaga nilainya dan diperlakukan dengan hormat,” ujarnya.

Pemerintah Kota pun menegaskan dukungan penuh untuk mempercepat transformasi ekonomi digital lewat penggunaan QRIS, penguatan daya saing UMKM, serta kelancaran pelaksanaan Gerakan Pangan Murah demi stabilitas harga.

Beliau juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak merusak uang dengan cara melipat berlebihan, mencoret, meremas, menjepit staples, maupun membasahinya.

Membacakan amanat Gubernur Sumatera Utara, Wakil Gubernur menyebutkan bahwa Kepulauan Nias menyimpan potensi luar biasa di bidang pariwisata, kelautan, pertanian, perkebunan, dan wirausaha mikro, yang perlu didukung dengan inklusi keuangan yang merata.

“Rupiah adalah milik kita semua, simbol persatuan yang harus kita rawat bersama. Provinsi berkomitmen terus memperkuat stabilitas ekonomi, kendalikan inflasi, tingkatkan layanan publik, dan kembangkan UMKM. Lewat kegiatan ini, diharapkan warga lebih mudah mendapatkan uang yang layak edar, semakin paham merawatnya, dan semakin yakin menggunakannya sebagai satu-satunya alat bayar sah di Republik ini,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sibolga Riza Putera menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kolaborasi luas guna membawa layanan langsung ke tengah masyarakat.

Sepanjang pelaksanaannya, warga dapat memanfaatkan beragam fasilitas: penukaran uang layak edar, edukasi Cinta Bangga Paham Rupiah, layanan Kas Keliling lewat aplikasi PINTAR, pemeriksaan kesehatan, Gerakan Pangan Murah, stan pameran UMKM, layanan publik terpadu, pembayaran pajak daerah non-tunai, perizinan usaha, produk kerajinan Dekranasda, hingga kegiatan donor darah sukarela.

Usai upacara pembukaan, Wakil Gubernur secara simbolis menyerahkan bantuan, meluncurkan resmi Jelajah Rupiah Kepulauan Nias 2026, melepas keberangkatan Tim Kas Keliling GARUDA, serta berkeliling meninjau stan pelayanan dan pameran yang telah disiapkan. (N.Lase)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x