Mantan Deputi Menpora Jadi Pembina Upacara HUT RI IMO Sumut

Redaksi
19 Agu 2026 01:34
Headline 0 4
5 menit membaca

Medan, Matakeadilan.id //

Nuansa nasionalisme mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Media Online (DPW IMO) Indonesia Sumatera Utara, Senin (17/8/2026).

Upacara Detik-Detik Proklamasi berlangsung di halaman Kantor Redaksi BicaraNews.com, Jalan Jaya II Nomor 15, Kelurahan Sudirejo II, Kecamatan Medan Kota, Sumatera Utara.

Mantan Deputi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Menpora) pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Joko Widodo, Dr. Sakhyan Asmara, hadir sebagai pembina upacara.

Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi seremoni tahunan. Momentum kemerdekaan turut menjadi ruang refleksi bagi insan pers mengenai posisi media dalam menjaga demokrasi, merawat kebebasan berekspresi, sekaligus menghadirkan informasi yang memiliki nilai edukatif bagi publik.

Upacara berlangsung khidmat dengan keterlibatan pengurus dan anggota DPW IMO Indonesia Sumut, mahasiswa dan mahasiswi STIK-P Medan, pelajar SMP Negeri 15 Medan sebagai petugas pengibar Sang Saka Merah Putih, LSM Pena Nusantara, sejumlah pekerja media, serta masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.

Dalam amanatnya, Sakhyan Asmara menyampaikan penghargaan kepada DPW IMO Indonesia Sumut atas konsistensinya menghidupkan semangat kebangsaan melalui pelaksanaan upacara peringatan kemerdekaan.

Menurut Sakhyan, peringatan HUT RI tidak semestinya berhenti pada simbolisasi seremonial. Peringatan tersebut perlu menjadi kesempatan untuk menginternalisasi kembali nilai perjuangan para pendahulu bangsa yang telah meletakkan fondasi kehidupan bernegara.

“Apresiasi yang setinggi-tingginya kepada DPW IMO Indonesia Sumut atas pelaksanaan upacara ini. Kita kembali diingatkan atas jasa-jasa para pejuang kemerdekaan,” ujar Sakhyan.

Ketua STIK-P Medan yang juga Pembina DPW IMO Indonesia Sumatera Utara itu kemudian menyinggung peran strategis pers dalam kehidupan demokrasi. Ia mengingatkan insan media agar menjadikan kebebasan pers sebagai prinsip fundamental yang berjalan beriringan dengan tanggung jawab jurnalistik.

“Rekan-rekan media online harus tetap memegang prinsip kebebasan dalam menyampaikan informasi atau berita yang bertanggung jawab,” katanya.

Bagi Sakhyan, kemerdekaan memiliki dimensi yang luas, termasuk dalam kehidupan pers. Kebebasan memperoleh dan menyampaikan informasi merupakan bagian penting dari ekosistem demokrasi. Namun, kebebasan tersebut membutuhkan integritas, akurasi, keberimbangan, serta kepatuhan terhadap prinsip-prinsip jurnalistik.

Dalam konteks perkembangan media digital yang berlangsung sangat cepat, tantangan pers juga semakin kompleks. Arus informasi yang masif menuntut media untuk memiliki ketelitian dalam melakukan verifikasi sebelum menyampaikan suatu informasi kepada masyarakat. Kecepatan publikasi, menurut substansi pesan yang disampaikan Sakhyan, tidak boleh menggeser prinsip akurasi.

Pesan tersebut menjadi relevan bagi media online yang menghadapi dinamika ruang informasi digital. Pers tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dalam membantu masyarakat memilah informasi faktual dari kabar yang belum teruji.

Penghargaan untuk Warga yang Lahir pada Hari Kemerdekaan

Setelah pelaksanaan upacara, rangkaian kegiatan berlanjut dengan pemberian sertifikat penghargaan kepada Hasnul, warga yang tinggal di sekitar Kantor BicaraNews.com dan diketahui lahir tepat pada 17 Agustus.

Ketua DPW IMO Indonesia Sumatera Utara, HA Nuar Erde, menyerahkan penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi terhadap warga yang memiliki tanggal kelahiran bertepatan dengan hari kemerdekaan Indonesia.

HA Nuar Erde yang juga Pemimpin Redaksi media online penasumut.id mengatakan penghargaan itu memiliki makna simbolis. Menurutnya, kelahiran seseorang pada tanggal kemerdekaan dapat menjadi pengingat personal sekaligus nasional mengenai arti pengabdian kepada bangsa.

“Pemberian penghargaan ini merupakan apresiasi kami kepada bangsa dan negara serta kepada anak bangsa yang lahir pada tanggal dan bulan kemerdekaan. Mudah-mudahan Pak Hasnul sehat dan bisa mengisi kemerdekaan ini dengan berbagai kegiatan yang positif dan berguna bagi bangsa dan negara,” tutur Nuar Erde.

Pemberian penghargaan tersebut sekaligus menghadirkan dimensi human interest dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 RI. Perayaan kemerdekaan tidak hanya berbicara mengenai sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga tentang bagaimana setiap warga mengaktualisasikan kemerdekaan melalui aktivitas yang produktif dan konstruktif.

Semangat Kebersamaan

Semarak peringatan HUT ke-81 RI kemudian berlanjut melalui berbagai perlombaan yang melibatkan pengurus IMO Indonesia Sumut bersama masyarakat sekitar. Suasana kebersamaan semakin terasa ketika peserta dan warga mengikuti berbagai kegiatan hiburan serta menyanyikan lagu-lagu kebangsaan secara bersama-sama.

Kegiatan tersebut memperlihatkan adanya ruang interaksi antara komunitas pers, dunia pendidikan, organisasi masyarakat, pelajar, mahasiswa, dan warga. Kolaborasi lintas elemen itu menjadi bagian penting dalam membangun kohesi sosial di tengah masyarakat.

Bagi DPW IMO Indonesia Sumut, peringatan kemerdekaan sekaligus menjadi momentum memperkuat solidaritas internal organisasi dan membangun hubungan yang lebih dekat dengan lingkungan sekitar.

Semangat yang muncul dari kegiatan tersebut juga menegaskan bahwa nasionalisme tidak semata-mata lahir melalui upacara bendera. Nilai kebangsaan dapat tumbuh melalui kepedulian sosial, penghormatan terhadap sejarah, penghargaan terhadap sesama warga, serta komitmen menjalankan profesi secara bertanggung jawab.

Dalam konteks pers, semangat tersebut memperoleh relevansi tersendiri. Kemerdekaan pers membutuhkan keberanian sekaligus kecermatan. Media memiliki ruang untuk mengkritisi kebijakan, mengawal kepentingan publik, dan menyuarakan aspirasi masyarakat, tetapi seluruh fungsi itu tetap membutuhkan fondasi etika dan tanggung jawab.

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang digelar DPW IMO Indonesia Sumut akhirnya tidak berhenti sebagai agenda seremonial. Upacara, penghargaan kepada warga, perlombaan, serta kebersamaan dengan masyarakat berpadu menjadi satu rangkaian yang merefleksikan semangat kemerdekaan dalam perspektif kehidupan sosial dan dunia jurnalistik.

Momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa usia kemerdekaan yang terus bertambah perlu diiringi kualitas pengabdian yang semakin matang. Bagi insan pers, pengabdian itu dapat diwujudkan melalui pemberitaan yang independen, faktual, berimbang, dan berpihak pada kepentingan publik tanpa kehilangan integritas jurnalistik. (red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x