
Medan, Matakeadilan.id //
Palang Merah Remaja (PMR) 072 SMKN 14 Medan kembali menggelar Orientasi Kepalangmerahan Angkatan XVI pada 29–30 Agustus 2026. Agenda tahunan tersebut menjadi bagian dari program kerja organisasi sekaligus ruang pembentukan karakter, pengetahuan, dan kesiapsiagaan siswa sebagai calon relawan kemanusiaan.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari di lingkungan SMKN 14 Medan itu tidak sekadar mengenalkan struktur dan aktivitas organisasi PMR. Orientasi juga diarahkan untuk membangun pemahaman peserta mengenai prinsip-prinsip kepalangmerahan, solidaritas sosial, kepedulian terhadap sesama, serta keterampilan dasar yang relevan dengan aktivitas kemanusiaan.
Sebanyak sekitar 33 siswa dan siswi mengikuti rangkaian orientasi. Mereka memperoleh materi mulai dari pengenalan Palang Merah, edukasi donor darah, hingga praktik pemeriksaan golongan darah. Materi teknis tersebut diberikan oleh dokter dan tenaga keperawatan dari Unit Donor Darah PMI Kota Medan.
Pembukaan kegiatan turut dihadiri Ketua Bidang PMR dan Relawan PMI Kota Medan, Esti Pibrianto, S.Pd., M.Si., bersama Kepala Markas PMI Kota Medan, Zulhamsyah, beserta jajaran. Kehadiran unsur PMI tersebut memperlihatkan keterkaitan pembinaan PMR sekolah dengan agenda penguatan kapasitas relawan di lingkungan kemanusiaan.
Esti Pibrianto menekankan posisi organisasi PMR sekolah sebagai salah satu ruang awal lahirnya generasi relawan. Menurut dia, proses pembelajaran yang konsisten sejak bangku sekolah dapat menjadi fondasi bagi terbentuknya relawan yang memiliki ketangguhan, kepedulian, serta kesiapan menghadapi kebutuhan kemanusiaan di tengah masyarakat.
Dari lingkungan sekolah, pembukaan turut dihadiri Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Lendrizon, S.Pd., serta Pembina PMR 072 Darmansyah Pohan, S.Pd., M.Pd. Dukungan sekolah terhadap kegiatan ekstrakurikuler tersebut menjadi faktor penting dalam menjaga kesinambungan pembinaan anggota.
Lendrizon, yang akrab disapa “Uda Lend”, menyampaikan dukungan terhadap berbagai kegiatan organisasi siswa, khususnya PMR 072 yang berada dalam pembinaan PMI Kota Medan. Fasilitasi sekolah diarahkan untuk memastikan para siswa memperoleh ruang belajar yang konstruktif di luar kegiatan akademik.
Dukungan serupa juga datang dari Kepala SMKN 14 Medan Andriyanti Pasaribu, S.Pd. Kendati tidak dapat menghadiri pembukaan secara langsung, dukungan terhadap kegiatan PMR tetap diberikan melalui fasilitasi sekolah.
Rangkaian orientasi turut menghadirkan Dr. Zeid Alfan Madhy, dokter Unit Donor Darah PMI Kota Medan. Ia mengapresiasi antusiasme peserta yang meluangkan waktu di luar jam pembelajaran formal untuk memperdalam pengetahuan kepalangmerahan.
Menurutnya, kemauan siswa untuk mempelajari keterampilan kemanusiaan sejak dini merupakan modal penting dalam membangun kepedulian sosial. Pendidikan relawan, dalam konteks tersebut, tidak berhenti pada penguasaan teori, tetapi juga membutuhkan pengalaman praktis dan pembentukan sikap.
Antusiasme peserta terlihat ketika mereka mengikuti praktik pemeriksaan golongan darah. Sesi tersebut dipandu Romedi Telaumbanua, Amd.Kep., yang secara rutin memberikan materi serupa dalam kegiatan PMR 072 SMKN 14 Medan.
Praktik langsung memberikan pengalaman berbeda bagi peserta karena mereka tidak hanya menerima informasi secara verbal. Mereka juga memperoleh kesempatan memahami prosedur dasar pemeriksaan golongan darah secara langsung dengan pendampingan tenaga yang memiliki kompetensi di bidangnya.
Kegiatan juga mendapat kontribusi dari Ikatan Alumni PMR 072. Para alumni turut memberikan gagasan sekaligus terlibat dalam pelaksanaan orientasi. Kehadiran alumni menjadi bagian dari kesinambungan kaderisasi sehingga pengalaman generasi sebelumnya dapat diteruskan kepada anggota baru.
Selain materi kepalangmerahan, panitia memasukkan sejumlah permainan edukatif. Aktivitas tersebut dirancang untuk mengembangkan kerja sama, komunikasi, respons terhadap situasi, serta kemampuan mengambil keputusan secara kolektif. Pendekatan tersebut membuat proses pembelajaran berlangsung lebih interaktif tanpa menghilangkan substansi pendidikan relawan.
Orientasi Angkatan XVI selanjutnya akan berlanjut pada program Pendidikan Dasar sesuai agenda kerja pengurus PMR 072 SMKN 14 Medan. Tahapan tersebut diarahkan untuk memperdalam pemahaman peserta mengenai peran relawan serta penerapannya dalam kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan kaderisasi PMR memiliki arti strategis karena sekolah tidak hanya menjadi ruang transfer pengetahuan akademik. Lingkungan pendidikan juga menjadi tempat tumbuhnya kesadaran sosial dan kepemimpinan generasi muda.
Melalui Orientasi Kepalangmerahan Angkatan XVI, PMR 072 SMKN 14 Medan menargetkan lahirnya kader yang memiliki kepedulian, kedisiplinan, kemampuan bekerja sama, dan kesiapan membantu masyarakat. Sinergi antara sekolah, PMI Kota Medan, pembina, alumni, serta para peserta menjadi fondasi penting agar proses pembinaan tidak berhenti pada seremoni tahunan.
Ke depan, keberlanjutan program menjadi aspek yang menentukan. Pembinaan yang konsisten akan memperkuat kapasitas anggota PMR sekaligus memperluas kontribusi mereka dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan.
PMR 072 SMKN 14 Medan pun menempatkan kaderisasi bukan sekadar agenda ekstrakurikuler, melainkan investasi sumber daya manusia untuk membangun relawan muda yang tangguh dan berorientasi pada kemanfaatan publik. (Herman)


Tidak ada komentar