Foto : Ketua Dekranasda Gunungsitoli, Ny. Veny Sowa’a Laoli, memimpin rapat bersama perajin dan pelaku UMKM, Jumat (2/10/3026).Gunungsitoli, Matakeadilan.id //
Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Gunungsitoli menggelar rapat bersama para perajin dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kuliner sebagai bagian dari upaya mengevaluasi perkembangan produk lokal sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala dalam pengembangan usaha.
Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Center Kantor Wali Kota Gunungsitoli tersebut dipimpin langsung Ketua Dekranasda Kota Gunungsitoli, Ny. Veny Sowa’a Laoli, didampingi Ketua Harian Dekranasda Kota Gunungsitoli, Dafril Hulu, S.E., serta dihadiri jajaran pengurus Dekranasda.
Rapat menjadi ruang dialog bagi para perajin dan pelaku UMKM untuk menyampaikan berbagai saran, masukan, tantangan, serta pengalaman yang dihadapi dalam menjalankan dan mengembangkan usaha. Berbagai persoalan tersebut kemudian dibahas bersama guna mengidentifikasi peluang solusi serta langkah pembinaan yang dapat dilakukan ke depan.
Sejumlah kendala yang disampaikan antara lain keterbatasan akses permodalan, kesulitan memperoleh bahan baku tertentu seperti sinasa, minimnya regenerasi perajin, keterbatasan promosi, serta belum konsistennya ketersediaan produk di Dekranasda.
Produk yang menjadi perhatian mencakup berbagai subsektor kerajinan, di antaranya ukiran kayu, suvenir, anyaman, tekstil, batik, kain tenun, lampu hias, bordir, dan aksesori, termasuk produk UMKM kuliner.
Dalam pengembangan wastra daerah, Dekranasda turut mendorong penguatan kain tenun dan anyaman khas Nias, termasuk pengembangan motif-motif Nias dalam produk tenun. Kekhasan motif tersebut dinilai memiliki potensi untuk terus dikembangkan sebagai bagian dari identitas produk kerajinan daerah.
Pembahasan juga mencakup upaya peningkatan kapasitas perajin melalui dukungan peralatan, termasuk alat tenun, pengembangan usaha konveksi, peningkatan promosi, serta perluasan akses pasar.
Keikutsertaan dalam berbagai ajang promosi, seperti Kriya Nusa, juga menjadi salah satu peluang untuk memperkenalkan produk kerajinan Gunungsitoli kepada pasar yang lebih luas.
Ketua Dekranasda Kota Gunungsitoli, Ny. Veny Sowa’a Laoli, menyampaikan apresiasi kepada para perajin dan pelaku UMKM yang terus berkarya sekaligus mempertahankan keberadaan produk kerajinan daerah.
Menurutnya, pengembangan kerajinan dan UMKM membutuhkan komitmen serta kolaborasi antara perajin, pelaku usaha, Dekranasda, dan Pemerintah Kota Gunungsitoli.
“Kerajinan daerah bukan hanya berkaitan dengan produk, tetapi juga menyangkut identitas dan kekayaan budaya yang perlu kita jaga dan kembangkan. Karena itu, diperlukan kerja sama agar para perajin dapat terus berkarya, meningkatkan kualitas, dan memiliki akses pasar yang semakin luas,” ujar Ny. Veny.
Berbagai masukan yang disampaikan dalam pertemuan tersebut selanjutnya menjadi bahan perhatian Dekranasda bersama Pemerintah Kota Gunungsitoli dalam merumuskan langkah pembinaan dan pengembangan.
Hal tersebut mencakup peningkatan produksi, kesinambungan ketersediaan produk, promosi, akses permodalan, penguatan bahan baku, regenerasi perajin, hingga peningkatan kualitas produk.
Dekranasda juga mendorong pembentukan Dewan Kurasi sebagai salah satu langkah untuk meningkatkan kualitas, konsistensi, dan kesiapan produk sebelum dipromosikan maupun dipasarkan ke pasar yang lebih luas.
Melalui pertemuan tersebut, Dekranasda mengajak para perajin dan pelaku UMKM untuk membangun komitmen bersama dalam menjaga kesinambungan produksi dan meningkatkan kualitas produk lokal.
Upaya tersebut diharapkan tidak hanya menjaga kelestarian kerajinan dan kekayaan budaya Nias, tetapi juga membuka peluang pengembangan usaha serta memperluas jangkauan pasar.
Dengan penguatan pembinaan, kualitas produk, promosi, dan akses pasar, kerajinan khas Nias diharapkan semakin mampu berkembang sebagai bagian dari potensi ekonomi kreatif Kota Gunungsitoli. (N.Lase)
Sumber : Kominfo Pemko Gunungsitoli


Tidak ada komentar