Foto : Satgas Gabungan TNI dan Temuan Senjata K3 Daewoo di Maybrat, Papua Barat DayaPapua Barat Daya, Matakeadilan.id //
Operasi gabungan TNI melalui Operasi Badai Kasuari kembali mencatat hasil dalam upaya penelusuran persenjataan kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap IV Sorong Raya. Tim gabungan berhasil menemukan satu pucuk senjata laras panjang jenis K3 Daewoo di sekitar Sungai Frambu, wilayah Kamat, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, Minggu (18/10/2026).
Operasi tersebut melibatkan Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 9 Marinir, Denkul 4/Rajawali V Satgas Yonif 411/Pandawa/6/2 Kostrad, serta Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Yonif 764/IB.
Penemuan senjata jenis K3 Daewoo yang termasuk kategori senjata mesin ringan itu menjadi bagian dari rangkaian operasi terpadu untuk menelusuri dan mengamankan persenjataan yang dikaitkan dengan kelompok OPM Kodap IV Sorong Raya.
Keberhasilan tersebut berawal dari pendalaman informasi mengenai lokasi penyimpanan senjata yang, menurut keterangan Satgas TNI, selama ini dikaitkan dengan aktivitas kelompok bersenjata yang dinilai mengganggu keamanan masyarakat di Kabupaten Maybrat.
Keberadaan kelompok bersenjata di wilayah tersebut juga menjadi tantangan bagi stabilitas keamanan dan kelancaran pembangunan. Karena itu, upaya penelusuran persenjataan dipandang sebagai salah satu langkah untuk menekan potensi ancaman terhadap masyarakat serta menciptakan situasi yang lebih kondusif.
Satgas gabungan TNI melanjutkan operasi dengan sasaran penelusuran persenjataan lainnya yang diduga masih berada dalam penguasaan kelompok tersebut. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mempersempit akses terhadap senjata yang berpotensi digunakan dalam aksi kekerasan.
Di sisi lain, kondisi keamanan yang stabil menjadi faktor penting bagi keberlangsungan pembangunan di Kabupaten Maybrat. Situasi yang kondusif diharapkan dapat memperluas ruang bagi pelayanan publik, aktivitas ekonomi, serta berbagai program peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Satgas TNI berharap penemuan senjata tersebut dapat mendukung upaya pemeliharaan keamanan di Maybrat dan wilayah Papua secara umum. Dengan berkurangnya potensi ancaman bersenjata, masyarakat diharapkan dapat menjalankan aktivitas sehari-hari secara lebih aman, sementara pembangunan daerah dapat berlangsung secara berkelanjutan. (Andy)
Sumber : Penerangan Yonif 764/IB.


Tidak ada komentar