Foto : Wali Kota Gunungsitoli Sowa’a Laoli saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gereja AMIN Jemaat Helefanikha, Minggu (23/8/2026).Gunungsitoli, Matakeadilan.id //
Sinergi antara Pemerintah Kota Gunungsitoli dan dunia usaha kembali diwujudkan melalui dukungan terhadap pembangunan sarana keagamaan. Wali Kota Gunungsitoli, Sowa’a Laoli, S.E., M.Si., didampingi Sekretaris Daerah Kota Gunungsitoli, menghadiri penyerahan bantuan sekaligus peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Gereja AMIN Jemaat Helefanikha di Hilizarito, Desa Hilihambawa, Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, Minggu (23/8/2026).
Dukungan pembangunan rumah ibadah tersebut diberikan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui program BRI Peduli. Bantuan ini sekaligus menjadi bagian dari kolaborasi antara BRI dan Pemerintah Kota Gunungsitoli dalam mendukung pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Gunungsitoli, Motani Telaumbanua, S.H., dalam laporannya menyampaikan bahwa dukungan tersebut merupakan salah satu bentuk kemitraan antara Pemko Gunungsitoli dan BRI. Adapun nilai bantuan untuk pembangunan fisik Gereja AMIN Jemaat Helefanikha diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar.
Dalam sambutannya, Wali Kota Gunungsitoli menyampaikan rasa syukur atas dimulainya pembangunan Gereja AMIN Jemaat Helefanikha. Ia berharap keberadaan rumah ibadah tersebut nantinya tidak hanya menjadi tempat melaksanakan kegiatan keagamaan, tetapi juga mampu menjadi pusat pembinaan kehidupan sosial dan spiritual masyarakat.
“Kiranya pembangunan gereja ini tidak hanya menghasilkan sebuah bangunan fisik, tetapi juga menjadi tempat untuk memperkuat iman, membangun persaudaraan, meningkatkan kepedulian sosial, serta mempererat kerukunan di tengah masyarakat,” ujar Wali Kota.
Wali Kota juga menekankan bahwa pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan dan kolaborasi berbagai pihak. Menurutnya, pemerintah, dunia usaha, lembaga keagamaan, dan masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan pembangunan yang berkelanjutan dan memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat.
Karena itu, ia berharap kemitraan yang telah terjalin antara Pemerintah Kota Gunungsitoli dan BRI dapat terus diperkuat melalui berbagai program yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Kolaborasi seperti ini perlu terus kita bangun dan perkuat. Pemerintah tentu tidak dapat bekerja sendiri. Dukungan dunia usaha dan seluruh elemen masyarakat sangat penting dalam mendorong percepatan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Regional CEO/Area Head BRI Region I Medan, Wayan Agus Parta, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan dan kerja sama yang telah terjalin dengan Pemerintah Kota Gunungsitoli.
Melalui program BRI Peduli, BRI berharap dukungan terhadap pembangunan Gereja AMIN Jemaat Helefanikha dapat memberikan manfaat bagi jemaat dan masyarakat sekitar. Selain mendukung pembangunan sarana keagamaan, program tersebut diharapkan turut memperkuat semangat kebersamaan, kepedulian sosial, dan kerukunan masyarakat.
Sebagai bentuk penghormatan sekaligus apresiasi atas dukungan dan kerja sama yang terjalin, Wali Kota Gunungsitoli menyematkan baju adat Nias kepada Area Head BRI Region I Medan dan Branch Office Head BRI Gunungsitoli.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peletakan batu pertama pembangunan Gereja AMIN Jemaat Helefanikha. Prosesi tersebut dilakukan secara bersama-sama oleh Wali Kota Gunungsitoli, Sekretaris Daerah Kota Gunungsitoli, Area Head BRI Region I Medan, serta pimpinan BRI Branch Office Gunungsitoli.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bishop Gereja AMIN, para Asisten dan Staf Ahli Setda Kota Gunungsitoli, jajaran BRI Gunungsitoli, Pendeta dan BPHMJ Gereja AMIN Jemaat Helefanikha, para SNK, Ketua Komisi dan Majelis Gereja AMIN, Kepala Desa Hilihambawa, tokoh masyarakat, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Peletakan batu pertama ini menjadi penanda dimulainya pembangunan Gereja AMIN Jemaat Helefanikha sekaligus menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga keagamaan, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.
Sinergi tersebut diharapkan tidak berhenti pada pembangunan sarana fisik, tetapi terus berkembang melalui berbagai program sosial, keagamaan, pemberdayaan masyarakat, dan kegiatan lain yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Gunungsitoli.
Kolaborasi lintas sektor ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen bersama dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, memperkuat persatuan dan kerukunan masyarakat, serta mendukung terwujudnya Gunungsitoli Hebat. (N.Lase)
Sumber : Kominfo Pemko Gunungsitoli


Tidak ada komentar