Foto : Semangat pengabdian personel Satgas KarbakTNI AD terlihat saat melanjutkan pembangunan Jembatan Gantung Sungai Idanoho, Minggu (12/07/2026).Nias Selatan – Maniamolo, Matakeadilan.id //
Semangat pengabdian kepada rakyat terus diwujudkan melalui aksi nyata. Dalam rangka Karya Bakti TNI Skala Besar Tahun 2026, personel Satgas Pembangunan Jembatan Garuda di bawah Kodam I/Bukit Barisan, melalui Korem 023/Kawal Samudra dan Kodim 0213/Nias, kembali melanjutkan pembangunan Jembatan Gantung Sungai Idanoho di Desa Soto’o Hilisimaetano, Kecamatan Maniamolo, Kabupaten Nias Selatan, pada Minggu, (12/7/2026).
Pembangunan jembatan ini menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat yang selama bertahun-tahun menghadapi keterbatasan akses akibat derasnya aliran Sungai Idanoho. Ketika debit air meningkat, aktivitas warga kerap terganggu. Mobilitas menuju sekolah, fasilitas kesehatan, pasar, hingga lahan pertanian menjadi terhambat, sehingga berdampak pada kehidupan sosial dan perekonomian masyarakat.
Karena itu, kehadiran Satgas Karya Bakti TNI bukan sekadar membangun sebuah jembatan, tetapi menghadirkan harapan baru bagi masyarakat.
Setiap tahap pekerjaan yang diselesaikan merupakan wujud nyata komitmen TNI dalam membuka keterisolasian wilayah, memperkuat konektivitas, serta menghadirkan akses yang aman dan layak bagi warga.
Setelah rampung, jembatan gantung tersebut akan menjadi urat nadi baru yang menghubungkan Desa Soto’o Hilisimaetano dengan wilayah sekitarnya. Akses transportasi masyarakat akan lebih lancar, distribusi hasil pertanian dan perkebunan semakin mudah, pelayanan pendidikan dan kesehatan semakin terjangkau, serta roda perekonomian desa diharapkan tumbuh lebih cepat.
Seluruh proses pembangunan dilaksanakan dengan mengedepankan standar konstruksi yang baik agar jembatan dapat dimanfaatkan secara aman dan berkelanjutan.
Melalui semangat “Bersama Rakyat, TNI Kuat”, Satgas Pembangunan Jembatan Garuda membuktikan bahwa pengabdian TNI tidak hanya diwujudkan dalam menjaga kedaulatan negara, tetapi juga melalui pembangunan infrastruktur yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Di tepian Sungai Idanoho, setiap tetes keringat prajurit menjadi ikhtiar untuk menyambungkan harapan, memperkuat persatuan, dan membuka jalan menuju masa depan yang lebih sejahtera bagi masyarakat Nias Selatan. (N.Lase)


Tidak ada komentar