Foto : Jembatan Aramko disungai zui yang hampir rampung pengerjaannyaGunungsitoli, Matakeadilan.id //
Di tengah damainya Desa Gunung Baru, Kecamatan Moro’o, Kabupaten Nias Barat, ada satu kebahagiaan besar yang kini mulai terasa nyata di hati setiap warganya. Senin, 08 Juni 2026 menjadi hari yang penuh makna, ketika pembangunan Jembatan Aramco yang melintasi Sungai Zui, di wilayah binaan Koramil 08/Mandrehe, telah mencapai kemajuan hingga 99 persen, hampir rampung sepenuhnya, hampir menyempurnakan harapan yang sudah lama mereka simpan di dalam doa.
Panjangnya hanya 8 meter, namun bagi warga sekitar, jembatan kecil ini memiliki makna yang jauh lebih besar dari apa pun. Selama bertahun-tahun, Sungai Zui yang mengalir di depan mata mereka, bukan lagi sekadar aliran air, melainkan dinding pemisah yang memisahkan mereka dari kemudahan hidup.
Saat hujan turun, air meluap deras, jalan terputus, anak-anak tak bisa pergi sekolah, hasil bumi tak bisa dibawa ke pasar, orang sakit sulit dibawa berobat. Hari-hari mereka penuh dengan rasa cemas, kesulitan, dan harapan yang hampir pupus: kapan kami bisa melintas dengan aman? Kapan kesulitan ini berakhir?
Hingga akhirnya, datanglah para pahlawan tanpa tanda jasa yang membawa cahaya harapan. Para prajurit TNI Angkatan Darat datang bukan hanya untuk membangun jembatan beton, melainkan untuk membangun kembali senyum, ketenangan, dan masa depan mereka.
Hari ini, di bawah terik matahari yang menyinari tanah kelahiran mereka, terlihat kebersamaan yang menyentuh hati. Sebanyak 22 personil YTP, 2 personil Kodim, 2 personil Zipur, serta 1 orang warga setempat, bersatu hati tanpa membedakan pangkat dan kedudukan. Semua bekerja sama, bahu-membahu, mengangkat beban bersama, seolah mereka adalah satu keluarga besar.
Dengan peralatan yang sederhana namun penuh makna, 4 buah cangkul, 4 buah skop, 4 buah parang, 3 buah angkong, hingga 8 buah ember semen, mereka bekerja sepenuh hati. Setiap ayunan cangkul, setiap gerakan tangan, setiap tetes keringat yang jatuh ke tanah, adalah bukti kasih sayang yang tulus. Mereka bekerja bukan karena perintah semata, tapi karena merasakan kesulitan saudara mereka sendiri.
Mereka ingin memastikan, tidak ada lagi warga Desa Gunung Baru yang harus cemas menyeberangi sungai, tidak ada lagi anak yang tertinggal sekolah, tidak ada lagi orang yang kesulitan mendapatkan kebutuhan hidup.
Seluruh pekerjaan berjalan dengan suasana yang sangat tenang, aman, damai, dan penuh kekeluargaan. Tidak ada kendala yang menghalangi, tidak ada kesulitan yang membuat mundur, semuanya berjalan lancar dengan penuh keikhlasan.
Tidak ada hal luar biasa yang terlihat, selain satu hal yang paling indah: ketulusan hati para prajurit yang mencintai rakyatnya, dan kepercayaan penuh rakyat kepada aparat negara.
Kini, dengan progres 99 persen, jembatan itu sudah hampir siap berdiri kokoh. Sebentar lagi, mimpi yang didoakan bertahun-tahun akan menjadi kenyataan. Sebentar lagi, warga Desa Gunung Baru bisa melintasinya dengan hati tenang, dengan langkah pasti, dengan rasa bahagia yang tak terlukiskan kata.
Jembatan Aramco ini bukan sekadar bangunan penghubung dua sisi sungai. Ia adalah bukti nyata, bahwa negara tidak pernah melupakan rakyatnya yang tinggal di pelosok. Bahwa TNI selalu ada, selalu peduli, dan selalu berjuang demi kebahagiaan setiap orang di tanah air.
Ia adalah jembatan kasih sayang, jembatan persaudaraan, dan jembatan harapan yang akan selalu dikenang oleh seluruh warga Desa Gunung Baru, selamanya. (N.Lase)


Tidak ada komentar