Saat Harapan Hampir Pudar, Satgas Karbak TNI AD Hadir Membawa Cahaya Dan Masa Depan

Redaksi
21 Jun 2026 19:16
InfoNias 0 18
3 menit membaca

Nias Selatan, Matakeadilan.id //

Tak semua orang beruntung dapat tidur nyenyak di bawah atap yang kokoh. Bagi Ibu Ratna Hutapea, setiap malam yang datang selama bertahun-tahun sering kali disertai rasa cemas. Saat hujan mengguyur dan angin menerpa Desa Silimaewali Sorowi, Kecamatan Pulau-Pulau Batu, Kabupaten Nias Selatan, ia hanya bisa memeluk anak-anaknya erat sambil berharap rumah sederhana yang mereka tempati mampu bertahan hingga pagi.

Di rumah yang mulai lapuk dimakan usia itu, ketakutan kerap hadir lebih cepat daripada rasa nyaman. Dinding yang rapuh dan atap yang tak lagi sempurna menjadi pengingat bahwa keluarganya membutuhkan tempat tinggal yang lebih layak. Namun di tengah keterbatasan ekonomi, harapan itu terasa begitu jauh untuk diraih.

Kini, harapan yang selama ini hanya tersimpan dalam mimpi dan doa, perlahan berubah menjadi kenyataan.

Melalui Program Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang dilaksanakan Satgas Pembangunan “Karya Bakti TNI” Skala Besar Tahun 2026 dari jajaran Kodam I/Bukit Barisan, Korem 023/Kawal Samudra, wilayah kerja Kodim 0213/Nias, secercah harapan hadir di halaman rumah Ibu Ratna.

Para prajurit datang bukan hanya membawa material bangunan, tetapi juga membawa kepedulian dan semangat kemanusiaan yang menyentuh hati.

Di bawah terik matahari, tanpa mengenal lelah, para personel Satgas bahu-membahu mengangkat material, memasang tiang, dan menyusun dinding rumah dengan penuh ketelitian, Sabtu (20/6/2026). Keringat yang membasahi seragam loreng mereka menjadi simbol pengabdian tulus kepada masyarakat.

Setiap ayunan palu dan setiap paku yang tertancap seakan sedang menuliskan kisah baru bagi sebuah keluarga yang selama ini mendambakan kehidupan yang lebih baik.

Bagi Ibu Ratna, rumah yang sedang dibangun itu bukan sekadar bangunan. Rumah itu adalah jawaban atas doa-doa panjang yang dipanjatkan dalam kesunyian malam. Rumah itu adalah tempat di mana anak-anaknya kelak dapat tidur tanpa rasa takut, belajar dengan tenang, dan tumbuh dengan penuh harapan.

Kehadiran Satgas Karya Bakti TNI juga menghidupkan kembali semangat gotong royong yang menjadi kekuatan masyarakat Indonesia. Warga sekitar turut hadir membantu, menyumbangkan tenaga, memberikan minuman, hingga sekadar menyemangati para prajurit yang bekerja.

Kebersamaan itu menghadirkan pemandangan yang hangat, memperlihatkan bahwa kepedulian dan persaudaraan masih tumbuh kuat di tengah kehidupan masyarakat.

Kelak, saat rumah itu berdiri kokoh dan dihuni oleh keluarga Ibu Ratna, bangunan tersebut akan menjadi lebih dari sekadar tempat berteduh. Ia akan menjadi simbol bahwa harapan tidak pernah benar-benar hilang.

Ia akan menjadi bukti bahwa negara hadir hingga ke pelosok negeri, menjangkau mereka yang membutuhkan, dan memastikan bahwa tidak ada warga yang berjuang sendirian menghadapi kerasnya kehidupan.

Di Desa Silimaewali Sorowi hari ini, yang sedang dibangun bukan hanya sebuah rumah. Yang dibangun adalah rasa aman, harapan baru, dan masa depan yang lebih baik bagi sebuah keluarga yang telah lama menantikannya. (N.Lase)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x