Pilreje Serentak di Pintu Rime Gayo Berlangsung Kondusif, Antusiasme Warga Warnai Proses Demokrasi Desa

Redaksi
6 Jun 2026 20:26
News 0 5
4 menit membaca

Bener Meriah, Matakeadilan.id //

Dinamika demokrasi di tingkat kampung kembali bergulir di Kabupaten Bener Meriah melalui pelaksanaan Pemilihan Reje (Pilreje) serentak yang digelar pada Sabtu (6/6/2026).

Kecamatan Pintu Rime Gayo menjadi salah satu wilayah dengan partisipasi masyarakat yang tinggi, di mana sebanyak 17 kampung menyelenggarakan pemilihan kepala kampung secara bersamaan untuk menentukan kepemimpinan periode 2026–2032.

Agenda demokrasi tersebut sejatinya telah dijadwalkan pada Desember 2025. Namun, bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah kawasan di Aceh menyebabkan tahapan pelaksanaan harus ditunda hingga kondisi memungkinkan untuk diselenggarakan kembali pada pertengahan 2026.

Dari total 18 kampung di Kecamatan Pintu Rime Gayo, hanya 17 kampung yang melaksanakan Pilreje serentak. Sementara Kampung Uning Mas masih menjalani penundaan pelaksanaan karena mempertimbangkan proses pemulihan pascabencana yang belum sepenuhnya selesai.

Sejak pukul 08.00 WIB, tempat-tempat pemungutan suara dipadati masyarakat yang datang untuk menggunakan hak konstitusionalnya. Kehadiran warga di setiap TPS mencerminkan tingginya kesadaran politik masyarakat desa dalam menentukan arah pembangunan kampung untuk enam tahun ke depan.

Fenomena tersebut tampak jelas di Kampung Pancar Jelobok. Ratusan warga memenuhi TPS yang berada di Dusun Berlian Indah guna memilih pemimpin definitif setelah beberapa bulan kepemimpinan kampung dijalankan oleh pejabat pelaksana yang ditunjuk dari unsur Kecamatan Pintu Rime Gayo.

Harapan besar terhadap lahirnya kepemimpinan baru disampaikan oleh seorang warga  yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan. Menurutnya, siapa pun yang memperoleh mandat masyarakat diharapkan mampu menghadirkan perubahan nyata serta membawa kemajuan yang merata bagi seluruh lapisan warga.

Ia menuturkan bahwa masyarakat siap memberikan dukungan terhadap setiap program pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan dan sejalan dengan visi serta misi yang telah dipaparkan masing-masing kandidat selama masa sosialisasi.

Pelaksanaan pemungutan suara di Kampung Pancar Jelobok mempertemukan empat kandidat dalam kontestasi politik lokal. Ketua Panitia Pemilihan Reje Kampung (P2R), Sumardi, menjelaskan bahwa para calon yang berkompetisi terdiri atas Aida Putra, Junaidi Harli, Abd Salam, dan Armaja Putra.

Data panitia menunjukkan daftar pemilih tetap (DPT) berjumlah 552 orang dengan tambahan 71 pemilih pada daftar pemilih tambahan (DPTb). Selain itu disediakan 13 surat suara cadangan sehingga total surat suara yang tersedia mencapai 636 lembar.

Dari keseluruhan daftar tersebut, sebanyak 470 pemilih hadir untuk memberikan suara. Tingkat partisipasi tersebut dinilai mencerminkan antusiasme masyarakat dalam menentukan kepemimpinan kampung melalui mekanisme demokrasi langsung.

Berdasarkan hasil penghitungan suara, Aida Putra memperoleh 183 suara, disusul Junaidi Harli dengan 162 suara, Abd Salam sebanyak 114 suara, dan Armaja Putra meraih delapan suara. Selain itu terdapat tiga lembar surat suara yang tidak dimasukkan ke dalam kotak suara oleh pemilih sehingga, berdasarkan kesepakatan panitia dan saksi, dikategorikan sebagai suara tidak sah.

Perolehan tersebut menempatkan kandidat nomor urut satu, Aida Putra, sebagai peraih suara terbanyak dalam kontestasi Pilreje Kampung Pancar Jelobok.

Ketua P2R Sumardi juga menegaskan bahwa seluruh tahapan telah berlangsung sesuai prinsip demokrasi yang menjunjung asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Hasil yang diperoleh merupakan cerminan pilihan masyarakat melalui mekanisme pemungutan suara yang sah dan menjadi dasar legitimasi bagi pemimpin terpilih.

Pengawasan terhadap jalannya proses pemilihan turut dilakukan oleh Camat Pintu Rime Gayo, Mulyadi, S.Pd., M.Si., yang hadir langsung di sejumlah TPS untuk memastikan seluruh tahapan berjalan aman, tertib, dan lancar.

Dalam keterangannya kepada media matakeadilan.id Mulyadi selaku camat Pintu Rime Gayo mengajak seluruh elemen masyarakat menerima hasil pemilihan sebagai keputusan demokratis yang harus dihormati bersama. Menurutnya, figur yang memperoleh mandat rakyat merupakan putra terbaik yang dipercaya untuk memimpin kampung selama satu periode mendatang.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas sosial pasca-pemilihan dengan mengakhiri seluruh perbedaan pilihan politik yang muncul selama masa kontestasi. Persatuan masyarakat dinilai menjadi modal utama dalam mendorong percepatan pembangunan di setiap kampung di Kecamatan Pintu Rime Gayo.

Seruan untuk meninggalkan sekat-sekat dukungan politik sekaligus diarahkan agar seluruh komponen masyarakat memberikan dukungan terhadap program pemerintahan reje terpilih demi kepentingan bersama. Momentum Pilreje, menurutnya, harus menjadi titik awal penguatan kolaborasi dalam mewujudkan pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Apresiasi turut disampaikan kepada seluruh pihak yang berperan dalam menyukseskan pelaksanaan Pilreje serentak, mulai dari aparat keamanan TNI dan Polri yang menjaga situasi tetap kondusif, panitia pemilihan di setiap kampung, hingga masyarakat yang menunjukkan partisipasi tinggi dengan menggunakan hak pilihnya secara bertanggung jawab.

Pelaksanaan Pilreje serentak di Kecamatan Pintu Rime Gayo akhirnya tidak hanya menjadi agenda pergantian kepemimpinan desa, tetapi juga memperlihatkan kematangan demokrasi masyarakat lokal.

Di tengah proses pemulihan pascabencana, semangat warga dalam menentukan masa depan kampung melalui jalur konstitusional menjadi gambaran bahwa demokrasi di akar rumput tetap tumbuh dan menjadi fondasi penting bagi pembangunan daerah yang berorientasi pada persatuan, partisipasi, dan kesejahteraan bersama.

(Wenjuans)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x