Air Kehidupan Mengalir ke Rumah, Beban Panjang Warga Akhirnya Terkabulkan 

Redaksi
23 Jun 2026 00:03
InfoNias 0 399
2 menit membaca

Nisel Amandraya, Matakeadilan.id //

Bagi warga Dusun 1 Desa Lolomoyo, Kecamatan Amandraya, mendapatkan air bersih dulunya bukan sekadar kebutuhan sehari-hari—melainkan perjuangan yang terulang tanpa henti. Setiap pagi hingga sore, terutama saat musim kemarau tiba, jalan setapak menuju lereng gunung menjadi saksi perjalanan panjang warga.

Ibu-ibu, anak-anak, dan bapak-bapak harus berjalan mendaki sejauh 500 meter, membawa jerigen berisi air yang terasa makin berat di bahu seiring perjalanan pulang. Setiap tetes air yang sampai di rumah adalah hasil keringat, waktu, dan tenaga yang tercurah demi memenuhi kebutuhan paling dasar.

Namun hari ini, Senin (22/6/2026), cerita perjuangan itu berubah menjadi kisah syukur yang mendalam. Personel Satgas Pembangunan “Karya Bakti TNI AD Untuk Rakyat” yang bertugas di wilayah Kepulauan Nias telah merampungkan sistem penyediaan air bersih yang ditunggu-tunggu selama bertahun-tahun. Kini, air segar dan jernih dari mata air pegunungan mengalir deras langsung ke setiap rumah tangga di dusun tersebut.

Kepala Desa Lolomoyo, Yakin Nudin Laia, tak mampu menyembunyikan rasa haru dan lega saat melihat hasil pekerjaan itu. “Alhamdulillah, apa yang kami doakan selama ini akhirnya terwujud,” ucapnya dengan suara yang lembut namun penuh makna.

Pembangunan ini meliputi pembuatan bak penampungan kokoh di sumber mata air, bak pembagi, hingga jaringan pipa yang terpasang rapi menjangkau seluruh rumah warga.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya kami sampaikan kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto, yang menginginkan kesejahteraan sampai ke pelosok negeri. Terima kasih juga kepada seluruh jajaran TNI Angkatan Darat, mulai dari pimpinan hingga para prajurit yang bekerja keras di lapangan, yang telah mewujudkan harapan kami menjadi kenyataan,” lanjutnya.

Ia pun mengenang masa-masa sulit itu dengan nada yang menyentuh, “Dulu, satu hari bisa terbuang hanya untuk mengurus kebutuhan air. Anak-anak terlambat belajar, ibu-ibu kelelahan, dan kegiatan sehari-hari terhambat. Sekarang? Cukup memutar keran, air bersih langsung tersedia di depan rumah. Beban yang terasa berat selama puluhan tahun, kini terangkat begitu saja.”

Bagi warga Lolomoyo, ini bukan sekadar pemasangan pipa dan bak penampungan. Air yang mengalir itu adalah tanda bahwa negara tidak melupakan mereka.

Ia membawa kemudahan, menjaga kesehatan keluarga, membuka lebih banyak waktu untuk bekerja dan beristirahat, serta menumbuhkan harapan baru bagi kehidupan yang lebih layak.

Kini, aliran air itu terus mengalir, bukan hanya membasahi tanah dan rumah, tetapi juga menyejukkan hati dan membawa kebahagiaan yang tak terkira bagi seluruh warga Desa Lolomoyo. (N.Lase)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x