Foto : Personel Satgas Karya Bakti TNI AD melanjutkan tahapan pembangunan Jembatan Gantung Sungai Idanoho, Minggu (26/7/2026).Nisel– Maniamolo, Matakeadilan.id //
Harapan masyarakat Desa Soto’o Hilisimaetano untuk memiliki akses penyeberangan yang aman semakin mendekati kenyataan. Personel Satgas Pembangunan Jembatan Garuda Program Karya Bakti TNI Skala Besar Tahun 2026 jajaran Kodam I/Bukit Barisan, Korem 023/Kawal Samudra, di wilayah Kodim 0213/Nias, terus mengintensifkan pembangunan Jembatan Gantung yang membentang di atas Sungai Idanoho, Kecamatan Maniamolo, Kabupaten Nias Selatan, Minggu (26/7/2026).
Sejak pagi, personel Satgas tampak berjibaku menyelesaikan berbagai tahapan pekerjaan. Medan yang cukup berat dan kondisi cuaca yang berubah-ubah tidak menyurutkan semangat mereka untuk memastikan setiap bagian konstruksi dikerjakan secara teliti, kuat, dan sesuai standar.
Bagi para prajurit, jembatan ini bukan sekadar proyek pembangunan, tetapi juga wujud pengabdian kepada masyarakat yang selama bertahun-tahun menghadapi keterbatasan akses.
Keberadaan Sungai Idanoho selama ini menjadi tantangan tersendiri bagi warga. Ketika hujan turun dan debit air meningkat, aktivitas masyarakat praktis terhambat.
Mobilitas hasil pertanian terganggu, akses menuju fasilitas kesehatan menjadi sulit, dan anak-anak harus menghadapi risiko saat menyeberang untuk bersekolah.
Melalui pembangunan jembatan gantung ini, pemerintah bersama TNI berupaya menghadirkan solusi jangka panjang yang mampu memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi desa.
Infrastruktur tersebut diharapkan menjadi penghubung penting yang membuka akses menuju pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, dan pusat-pusat kegiatan ekonomi.
Pembangunan yang merupakan bagian dari implementasi Program Karya Bakti TNI Skala Besar Tahun 2026 ini terus dipacu agar selesai sesuai target.
Meski demikian, setiap tahapan pekerjaan tetap mengedepankan kualitas konstruksi, ketahanan bangunan, dan keselamatan kerja sehingga jembatan yang dibangun dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka waktu yang panjang.
Dengan progres pembangunan yang terus menunjukkan perkembangan positif, masyarakat Desa Soto’o Hilisimaetano kini menaruh harapan besar agar jembatan tersebut segera rampung.
Kelak, jembatan itu tidak hanya menjadi penghubung dua tepian Sungai Idanoho, tetapi juga menjadi simbol hadirnya negara dalam membuka keterisolasian, mempercepat pembangunan, dan menghadirkan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat Nias Selatan. (N.Lase)
Sumber : Penerangan Kodim 0213/Nias


Tidak ada komentar