KKL SESKOAD di Nias Berakhir, Dandim Harapkan Perkuat Analisis dan Wawasan Kewilayahan

Redaksi
29 Agu 2026 16:54
InfoNias 0 219
5 menit membaca

Gunungsitoli, Matakeadilan.id //

Tim Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (SESKOAD) bersama mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), dan Universitas Nias (UNIAS) mengakhiri rangkaian penelitian terhadap pelaksanaan Program Karya Bakti (Karbak) TNI AD Tahun 2026 di Kepulauan Nias, Sabtu (29/8/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari penelitian dan evaluasi untuk melihat secara langsung pelaksanaan serta manfaat Program Karbak TNI AD bagi masyarakat, termasuk dampaknya terhadap pembangunan infrastruktur, pemenuhan kebutuhan dasar, mobilitas warga, dan aktivitas sosial ekonomi.

Selama berada di Kepulauan Nias, tim melakukan peninjauan langsung ke sejumlah lokasi program serta berinteraksi dengan masyarakat penerima manfaat. Beberapa program yang menjadi objek pengamatan di antaranya pembangunan jembatan, rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), serta pembangunan sarana air bersih berupa sumur bor.

Dari hasil pengamatan di lapangan, sejumlah program tersebut dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Infrastruktur yang dibangun tidak hanya mendukung mobilitas warga, tetapi juga membantu membuka akses terhadap fasilitas pendidikan, kegiatan ekonomi, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Dosen Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Priyono Suryanto, S.Hut., M.P., Ph.D., mengatakan hasil pengamatan menunjukkan adanya perkembangan positif dalam pelaksanaan Program Karbak TNI AD.

Menurutnya, pembangunan jembatan menjadi salah satu program yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat, terutama dalam memperlancar aktivitas ekonomi dan akses anak-anak menuju sekolah.

“Kami melihat secara langsung bahwa manfaat program ini telah menunjukkan progres yang signifikan bagi masyarakat. Contohnya pembangunan jembatan yang sangat membantu kelancaran aktivitas masyarakat, baik dalam kegiatan perekonomian maupun bagi anak-anak sekolah,” ujar Prof. Priyono.

Ia menjelaskan, keberadaan jembatan juga membantu mengatasi persoalan mobilitas masyarakat ketika terjadi banjir. Sebelumnya, banjir kerap menyebabkan aktivitas warga, termasuk kegiatan belajar mengajar, mengalami hambatan.

“Selama ini kalau terjadi banjir, aktivitas masyarakat dan anak sekolah bisa terhenti. Dengan adanya jembatan, kegiatan masyarakat tidak lagi terlalu terkendala, baik siang, sore maupun malam. Dampaknya juga dirasakan secara langsung terhadap perekonomian dan perdagangan masyarakat,” katanya.

Sumur Bor Bantu Akses Air Bersih

Sementara itu, Gabriella Patricia, mahasiswa UGM sekaligus Asisten Peneliti Program Studi Magister Ilmu Ketahanan Nasional, menyoroti manfaat program penyediaan sarana air bersih melalui pembangunan sumur bor.

Menurutnya, program tersebut bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat, terutama warga yang selama ini menghadapi keterbatasan akses terhadap sumber air bersih.

“TNI Angkatan Darat memiliki program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat, salah satunya Bina Bakti TNI. Seperti sumur bor yang sangat membantu warga yang selama ini mengalami kesulitan mendapatkan air bersih,” ungkap Gabriella.

Gabriella menyebut kondisi geografis Kepulauan Nias yang sebagian wilayahnya memiliki kontur perbukitan menjadi salah satu tantangan dalam pemenuhan kebutuhan air bersih.

Dengan adanya sumur bor, masyarakat memiliki sumber air alternatif sehingga tidak lagi sepenuhnya bergantung pada air hujan maupun air sungai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Dengan adanya sarana air bersih ini, masyarakat sangat senang karena mereka tidak lagi hanya bergantung pada air hujan maupun air sungai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” katanya

RTLH Berikan Perubahan bagi Penerima Manfaat

Program lainnya yang menjadi perhatian tim penelitian adalah pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Elfa Safira, mahasiswa UMSU Medan dari Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam, mengatakan dirinya bersama tim melakukan wawancara langsung dengan sejumlah penerima manfaat untuk mengetahui dampak pembangunan RTLH terhadap kehidupan masyarakat.

Berdasarkan hasil wawancara, kata Elfa, sebagian penerima manfaat sebelumnya tinggal di rumah dengan kondisi yang memprihatinkan dan kurang layak untuk dihuni.

“Saya sudah melakukan wawancara kepada beberapa penerima manfaat. Mereka menyampaikan bahwa sebelumnya kondisi rumah mereka sangat memprihatinkan, seperti atap yang bocor, dinding yang berlubang, serta lantai yang sudah basah dan tidak layak,” ujar Elfa.

Setelah mendapatkan bantuan pembangunan rumah layak huni, para penerima manfaat mengaku merasakan perubahan, terutama dari sisi kenyamanan dan keamanan tempat tinggal.

Menurut Elfa, kondisi tersebut menunjukkan bahwa program pembangunan RTLH memiliki dampak langsung karena menyentuh kebutuhan dasar masyarakat berupa tempat tinggal yang aman dan layak.

Dandim: Perkuat Analisis dan Wawasan Kewilayahan

Di sisi lain, Komandan Kodim 0213/Nias Letkol Inf Indra Rukmana, S.H., mengatakan pelaksanaan KKL SESKOAD bersama mahasiswa UGM, UMSU, dan UNIAS di Kepulauan Nias diharapkan dapat memberikan pengalaman lapangan sekaligus pemahaman faktual mengenai kondisi kewilayahan.

Menurut Dandim, keterlibatan peserta dalam pengamatan langsung dan interaksi dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam memahami kondisi sosial serta pelaksanaan program TNI AD di tengah masyarakat.

“Melalui kegiatan Kuliah Kerja Lapangan ini, diharapkan para Pasis serta mahasiswa dari UGM, UMSU dan UNIAS dapat memperoleh pengalaman dan gambaran faktual mengenai kondisi kewilayahan di Kepulauan Nias. Hal tersebut dapat menjadi bahan pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan analisis dan wawasan kewilayahan di masa mendatang,” ujar Dandim.

Rangkaian kegiatan KKL tersebut kemudian menghasilkan berbagai catatan, hasil pengamatan, serta temuan lapangan yang akan menjadi bagian dari penelitian dan evaluasi terhadap pelaksanaan Program Karbak TNI AD.

Hasil penelitian tersebut diharapkan dapat menjadi bahan masukan dalam pengembangan program Bakti TNI AD ke depan agar pelaksanaannya semakin efektif dan manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Dengan berakhirnya kegiatan penelitian di Kepulauan Nias, tim KKL SESKOAD bersama mahasiswa UGM, UMSU, dan UNIAS selanjutnya kembali ke Jakarta untuk melanjutkan proses pengolahan hasil penelitian. (N.Lase)

 

Sumber : Pendim 0213/Nias

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x