Foto : Kondisi pembangunan jembatan yang sedang dikerjakan, strukturnya membentang di atas aliran Sungai Fauro Faete.Nias Utara, Matakeadilan.id //
Pembangunan Jembatan Bailey yang terletak di wilayah binaan Komando Rayon Militer (Koramil) 07/Alasa, Kecamatan Namohalu Esiwa, Kabupaten Nias Utara, terus berjalan sesuai jadwal dan target yang telah ditetapkan.
Jembatan yang dibangun di Desa Dahana Hiligodu, tepatnya membentang di atas aliran Sungai Fauro Faete ini, direncanakan memiliki panjang mencapai 24 meter. Ke depannya, infrastruktur strategis ini akan berfungsi sebagai sarana penghubung utama yang sangat vital, guna memperlancar mobilitas warga serta membuka akses wilayah yang selama ini terisolir.
Berdasarkan pantauan Matakeadilan.id di lokasi pekerjaan pada Selasa (2/6/2026), aktivitas dimulai secara rutin dengan pelaksanaan apel pagi. Kegiatan ini bertujuan untuk memeriksa kesiapan personel, kelengkapan peralatan kerja, serta penegasan pembagian tugas masing-masing anggota agar pekerjaan berjalan tertib dan aman.
Usai apel, seluruh kekuatan personel langsung bergerak fokus melaksanakan pekerjaan utama hari itu, yaitu penimbunan jalan pendekat atau biasa disebut oprit, serta pengerjaan pondasi penyangga pada sisi tepi jauh jembatan.
Berkat semangat dan kerja keras tim yang bekerja secara sinergis, hingga akhir kegiatan hari ini, progres pembangunan Jembatan Bailey tersebut telah mencapai angka 60 persen.
Pengerjaan ini melibatkan personel gabungan yang berasal dari berbagai satuan kerja, yang saling bahu-membahu menyelesaikan tugas. Adapun rincian personel yang bertugas di lokasi adalah 2 orang Koramil 07/Alasa , 14 orang Yon TP 906, 8 orang Yon TP 908, 1 orang Yon TP 901 (Operator Ekskavator), 2 orang Zipur 1 dan 1 orang Masyarakat.
Total keseluruhan personel, ada 28 orang.
Dari jumlah tersebut, tercatat dua anggota yang tidak dapat melaksanakan pekerjaan karena alasan kesehatan, yakni Serda Valdo Siregar (dari Yon TP 906) yang sedang sakit, serta Serda Rio Sianturi yang bertugas khusus untuk menjaga dan merawat rekannya yang sakit tersebut.
Untuk menunjang kelancaran dan efektivitas pekerjaan, berbagai jenis peralatan dan perlengkapan kerja telah disiapkan dan digunakan secara maksimal di lapangan, antara lain: 1 unit Ekskavator, 4 buah cangkul, 5 buah skop, 2 buah tembilang, 1 buah parang, 1 buah gurinda, 4 buah kakatua, 24 buah ember, 3 buah angkong, 2 buah tenda/terpal, dan 1 unit mesin molen.
Hingga kegiatan selesai dan lokasi ditutup, situasi serta kondisi di lokasi pembangunan berjalan dalam keadaan aman dan terkendali. Tidak ditemukan kendala teknis yang berarti, gangguan keamanan, maupun kejadian khusus lain yang menonjol selama proses pembangunan berlangsung.
Pembangunan jembatan ini diharapkan dapat segera rampung sepenuhnya sesuai jadwal. Kehadiran fasilitas ini nantinya akan dapat dimanfaatkan sepenuhnya oleh masyarakat, guna membuka akses wilayah serta mempermudah segala aktivitas sehari-hari warga Desa Dahana Hiligodu dan masyarakat sekitarnya. (N.Lase)


Tidak ada komentar