Sekda Gunungsitoli Tekankan Pentingnya Koordinasi dalam Perencanaan

Redaksi
17 Okt 2026 01:42
InfoNias 0 11
3 menit membaca

Gunungsitoli, Matakeadilan.id //

Pemerintah Kota Gunungsitoli melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus memperkuat kesiapsiagaan dan upaya pengurangan risiko bencana melalui perencanaan yang terarah, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah menyusun dokumen perencanaan penanggulangan bencana dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Konsultasi Publik Penyusunan Dokumen Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) Kota Gunungsitoli Tahun 2025–2029 yang dilaksanakan pada Jumat (16/10/2026), bertempat di Ruang Rapat II Lantai 2 Kantor Wali Kota Gunungsitoli.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kota Gunungsitoli, Andhika Perdana Laoly, S.STP., M.Si., CGCAE. Dalam arahannya, Sekda menegaskan bahwa konsultasi publik merupakan tahapan penting untuk menghimpun aspirasi, masukan, dan pandangan dari berbagai pemangku kepentingan guna menyempurnakan dokumen perencanaan penanggulangan bencana agar sesuai dengan kondisi serta kebutuhan daerah.

Ia mengajak seluruh perangkat daerah, pihak kecamatan, organisasi, dan pemangku kepentingan terkait untuk bersama-sama mengidentifikasi serta menyepakati isu-isu prioritas kebencanaan yang berpotensi terjadi di wilayah Kota Gunungsitoli. Selain itu, kejelasan tugas dan fungsi setiap pihak dinilai penting untuk memastikan penanggulangan bencana dapat dilaksanakan secara terkoordinasi sesuai dengan kewenangan masing-masing.

Menurutnya, dokumen RPB harus menjadi acuan bersama dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. Oleh karena itu, setiap aspirasi dan masukan yang disampaikan dalam konsultasi publik perlu dicatat, dikaji, dan ditindaklanjuti secara tepat sehingga dokumen yang dihasilkan benar-benar mencerminkan karakteristik wilayah serta kebutuhan masyarakat.

Penyusunan dokumen perencanaan tersebut mencakup empat fokus utama, yakni Kajian Risiko Bencana, Rencana Penanggulangan Bencana, Rencana Kontinjensi, dan Rencana Aksi Daerah.

Keempat aspek ini menjadi bagian penting dalam membangun kerangka penanggulangan bencana yang komprehensif, mulai dari identifikasi potensi risiko hingga perencanaan langkah-langkah penanganan yang melibatkan berbagai pihak.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Revanche Jefrizal, konsultan Tim Penyusun Penanggulangan Risiko Bencana dari PT DRR Indonesia. Materi yang disampaikan membahas penyusunan dokumen perencanaan penanggulangan bencana serta pentingnya koordinasi lintas sektor dalam mewujudkan perencanaan yang sistematis dan berkelanjutan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Gunungsitoli, Drs. Arham Dusky Hia, M.Si.; Kepala Pelaksana BPBD Kota Gunungsitoli, Adiman Perwira Harefa, S.Th., M.Si., beserta jajaran; perwakilan kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Gunungsitoli; serta para pemangku kepentingan terkait.

Melalui konsultasi publik ini, Pemerintah Kota Gunungsitoli berharap terbangun kesepahaman dan komitmen bersama dalam menghasilkan dokumen RPB yang komprehensif, terintegrasi, dan sesuai dengan karakteristik wilayah.

Sinergi lintas sektor diharapkan mampu memperkuat kesiapsiagaan daerah, meningkatkan efektivitas upaya pengurangan risiko bencana, serta mendukung perlindungan masyarakat.

Dengan perencanaan yang matang dan koordinasi yang berkelanjutan, Pemerintah Kota Gunungsitoli berupaya membangun daerah yang lebih tangguh dalam menghadapi potensi bencana, sekaligus memastikan keselamatan masyarakat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan pembangunan daerah. (N.Lase)

 

Sumber : Kominfo Pemko Gunungsitoli 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x