Momentum Rasydul Qiblah, KUA Timang Gajah Gelar Pengukuran Kiblat

Redaksi
15 Jul 2026 22:00
News 0 147
3 menit membaca

Timang Gajah, Matakeadilan.id //

Momentum astronomi Rasydul Qiblah atau Istiwa A’zam kembali dimanfaatkan sebagai sarana edukasi keagamaan melalui kegiatan pengukuran arah kiblat yang diselenggarakan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Timang Gajah di Desa Sumber Jaya, Kecamatan Timang Gajah, Rabu (15/7/2026).

Peristiwa tahunan tersebut dikenal sebagai waktu yang memiliki tingkat akurasi tinggi dalam penentuan arah kiblat karena posisi Matahari berada tepat di atas Ka’bah, sehingga bayangan benda tegak dapat dijadikan acuan ilmiah untuk memastikan orientasi kiblat.

Pelaksanaan kegiatan tersebut dirangkaikan dengan penyuluhan praktik pengukuran arah kiblat yang diikuti oleh jajaran Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Timang Gajah bersama anggota Majelis Taklim Al-Hidayah Desa Sumber Jaya.

Keterlibatan unsur masyarakat dinilai memberikan ruang pembelajaran yang lebih luas mengenai pentingnya ketepatan arah kiblat sebagai bagian dari kesempurnaan pelaksanaan ibadah.

Kepala KUA Kecamatan Timang Gajah menjelaskan bahwa kegiatan sengaja diselenggarakan bertepatan dengan momentum Rasydul Qiblah yang berlangsung pada 15–16 Juli 2026.

Momentum tersebut dipandang sebagai kesempatan yang sangat tepat untuk memperkenalkan metode sederhana namun memiliki dasar ilmiah dalam memastikan arah kiblat.

Menurutnya, partisipasi aktif Majelis Taklim Al-Hidayah menjadi bagian penting dari upaya memperkuat literasi keagamaan di tengah masyarakat. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan mendapat respons positif dari peserta yang mengikuti setiap tahapan praktik pengukuran hingga selesai.

Sementara itu, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Timang Gajah yang juga bertindak sebagai Koordinator Pengukuran Kiblat, Zikrullah, menyampaikan bahwa penyelenggaraan kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya memastikan orientasi kiblat secara tepat.

Pengetahuan mengenai metode pengukuran dianggap perlu disebarluaskan agar masyarakat memiliki pemahaman yang benar berdasarkan kaidah syariat sekaligus pendekatan ilmiah.

Dijelaskan bahwa menghadap kiblat merupakan salah satu syarat sah dalam pelaksanaan ibadah shalat. Oleh karena itu, proses penentuan arah kiblat seyogianya didasarkan pada ikhtiar yang maksimal melalui metode pengukuran yang dapat dipertanggungjawabkan.

Momentum Istiwa A’zam disebut sebagai salah satu metode paling mudah sekaligus memiliki tingkat akurasi yang tinggi karena memanfaatkan fenomena astronomi yang terjadi secara alami.

Pelaksanaan kegiatan tersebut didukung oleh delapan Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Timang Gajah bersama puluhan anggota Majelis Taklim Al-Hidayah.

Seluruh rangkaian agenda diisi dengan penyampaian materi, demonstrasi teknis, hingga praktik langsung pengukuran arah kiblat menggunakan bayangan Matahari sebagai acuan utama saat peristiwa Rasydul Qiblah berlangsung.

Melalui kegiatan tersebut, pemahaman masyarakat mengenai pentingnya ketepatan arah kiblat diharapkan semakin meningkat. Sinergi antara penyuluh agama dan masyarakat dipandang menjadi instrumen strategis dalam memperkuat kualitas pelayanan keagamaan sekaligus membangun kesadaran bahwa pelaksanaan ibadah tidak hanya memerlukan ketulusan niat, tetapi juga didukung oleh ketepatan tata cara sesuai tuntunan syariat dan kaidah ilmiah yang telah berkembang.

Momentum Rasydul Qiblah pun kembali menjadi sarana edukasi yang bernilai praktis, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat dalam kehidupan beragama sehari-hari. (Wenjuans)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x