
Bener Meriah, Matakeadilan.id //
Komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan penguatan solidaritas sosial kembali diperlihatkan masyarakat Kampung Pancar Jelobok, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah.
Program gotong royong yang dipadukan dengan kegiatan Jumat Bersih secara konsisten digelar sebagai agenda rutin mingguan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, perangkat kampung, hingga aparat keamanan.
Pelaksanaan kegiatan pada Jumat (10/7/2026) tersebar di setiap dusun dengan sasaran utama menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan tertata. Nilai yang dibangun tidak hanya berorientasi pada kebersihan fisik kawasan permukiman, melainkan juga diarahkan untuk memperkuat ikatan sosial melalui budaya kebersamaan yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Partisipasi warga tampak menyatu dengan kehadiran aparatur kampung, Bhabinkamtibmas, serta Babinsa yang bertugas di wilayah tersebut. Kehadiran seluruh unsur tersebut dinilai menjadi representasi sinergi dalam membangun lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif.
Reje Kampung Pancar Jelobok, Aida Putra, menjelaskan bahwa kegiatan gotong royong telah ditetapkan sebagai salah satu program prioritas kampung. Keberlanjutan pelaksanaannya diharapkan mampu menghadirkan lingkungan yang bersih sekaligus memperkuat hubungan antarmasyarakat.
Menurutnya, budaya gotong royong tidak hanya menghasilkan kawasan yang lebih tertata, tetapi juga menjadi ruang interaksi yang memungkinkan warga saling bertukar informasi mengenai kondisi sosial, perkembangan lingkungan, maupun berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Seluruh kepala dusun bersama masyarakat, lanjutnya, terus didorong agar mempertahankan pelaksanaan Jumat Bersih sebagai kegiatan rutin. Dengan demikian, semangat kebersamaan tetap terpelihara, sementara kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dapat diwariskan secara berkelanjutan kepada generasi berikutnya.
Pada kesempatan yang sama, Bhabinkamtibmas Kampung Pancar Jelobok, Aipda Ujang Sukri, menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Menurutnya, masa pascapanen kopi yang umumnya diikuti penurunan aktivitas ekonomi berpotensi meningkatkan kerawanan terhadap tindak kriminalitas, seperti pencurian maupun bentuk gangguan keamanan lainnya.
Oleh sebab itu, partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan dinilai menjadi faktor penting dalam mencegah munculnya berbagai potensi pelanggaran hukum.
Imbauan juga ditujukan kepada kalangan generasi muda agar menjauhi penyalahgunaan narkotika, praktik judi daring, serta berbagai aktivitas yang berpotensi merugikan diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat.
Kesadaran kolektif, menurutnya, merupakan fondasi utama dalam menciptakan kampung yang aman, tertib, dan harmonis. Kepedulian terhadap lingkungan perlu berjalan seiring dengan penguatan kesadaran hukum serta tanggung jawab sosial seluruh warga.
Melalui pelaksanaan gotong royong dan Jumat Bersih secara berkesinambungan, Kampung Pancar Jelobok memperlihatkan bahwa pembangunan tidak semata diukur melalui infrastruktur, tetapi juga melalui tumbuhnya budaya kebersamaan, kepedulian terhadap lingkungan, serta kolaborasi antara masyarakat dan aparat dalam menjaga stabilitas sosial di tingkat kampung.
Budaya tersebut diharapkan tetap terpelihara sebagai modal sosial yang mampu mendukung terciptanya lingkungan yang sehat, aman, dan berdaya tahan menghadapi berbagai tantangan kehidupan bermasyarakat. (Wenjuans)


Tidak ada komentar