HUT Ke-81 TNI di Kodim 0201/Medan, Profesionalisme Prajurit Jadi Penekanan

Redaksi
5 Okt 2026 14:59
TNI 0 62
3 menit membaca

Medan, Matakeadilan.id //

Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di jajaran Kodim 0201/Medan berlangsung khidmat di Lapangan Benteng, Jalan Pengadilan Nomor 8, Medan, Senin (5/10/2026).

Upacara tersebut dipimpin Pasilog Kodim 0201/Medan, Mayor Inf Romi. Peringatan HUT TNI tahun ini mengusung tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaujat, Adil, dan Makmur”, yang menegaskan pentingnya keterhubungan antara kekuatan pertahanan negara dan legitimasi rakyat.

Dalam amanat tertulis Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto yang dibacakan Mayor Inf Romi, apresiasi disampaikan kepada seluruh prajurit dan aparatur sipil negara (ASN) TNI atas dedikasi, loyalitas, kerja keras, serta pengabdian dalam menjalankan tugas negara.

Panglima TNI meneknankan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi militer merupakan hasil dari proses pengabdian yang harus terus dipelihara. Kepercayaan tersebut bukan sekadar penghargaan, melainkan amanah yang menuntut konsistensi dalam menjaga profesionalitas, integritas, dan akuntabilitas.

Penguatan organisasi TNI melalui peningkatan kesejahteraan prajurit dan ASN serta modernisasi alat utama sistem persenjataan dan peralatan pertahanan, menurut amanat tersebut, harus berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas personel.

Modernisasi pertahanan tanpa kesiapan sumber daya manusia berpotensi kehilangan efektivitas strategis. Karena itu, kompetensi, kesiapsiagaan, disiplin, serta profesionalisme prajurit menjadi elemen penting dalam memastikan setiap sumber daya pertahanan dapat dimanfaatkan secara optimal dan bertanggung jawab.

Amanat Panglima TNI juga menyoroti perubahan lingkungan strategis yang berlangsung semakin kompleks. Ketidakpastian global, perkembangan ruang informasi dan kognitif, potensi ancaman terhadap keutuhan wilayah, hingga tuntutan integritas dalam pengelolaan sumber daya negara menjadi bagian dari tantangan yang harus diantisipasi.

Dalam konteks tersebut, TNI diarahkan untuk tetap berpegang pada jati diri sebagai alat pertahanan negara sekaligus memperkuat orientasi pengabdian kepada bangsa dan rakyat.

Momentum HUT ke-81 TNI diharapkan menjadi refleksi kelembagaan untuk memperkokoh persatuan, menjaga kedaulatan, serta melindungi seluruh kekayaan Nusantara sebagai fondasi menuju Indonesia yang maju, berdaulat, adil, dan makmur.

PRIMA Jadi Pedoman Pengabdian

Salah satu penekanan utama Panglima TNI ialah penerapan nilai PRIMA sebagai budaya dalam pelaksanaan tugas.

Aspek Profesional menuntut setiap prajurit menguasai tugas dan tanggung jawab, meningkatkan kompetensi melalui latihan yang realistis, serta menjalankan kewajiban berdasarkan hukum dan integritas.

Kemudian Responsif, yakni kemampuan membaca perubahan lingkungan tugas, mendeteksi potensi ancaman sejak dini, serta mengambil tindakan secara cepat, tepat, dan terukur ketika negara maupun masyarakat membutuhkan.

Aspek Integratif menekankan pentingnya sinergi dengan seluruh komponen bangsa. Kekuatan TNI diharapkan tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian integral dari kekuatan nasional dalam menjaga stabilitas dan mendukung pembangunan.

Sementara itu, Modern diarahkan pada penguasaan alat peralatan pertahanan dan keamanan serta teknologi yang menjadi tanggung jawab masing-masing satuan. Pemanfaatan teknologi harus dilakukan secara optimal dan terpadu untuk memperkuat daya tangkal serta kemampuan operasional.

Adapun Adaptif menuntut kemampuan menjadikan pengalaman penugasan sebagai bahan evaluasi dan pembelajaran. Inovasi, penyesuaian doktrin, pendidikan, latihan, serta pengembangan kemampuan harus mengikuti perubahan karakter ancaman.

Panglima TNI meminta kelima prinsip tersebut dijalankan secara konsisten sehingga PRIMA tidak berhenti sebagai slogan peringatan HUT, tetapi menjadi kerangka berpikir, sikap, dan tindakan dalam pelaksanaan tugas TNI saat ini maupun menghadapi tantangan masa depan.

Upacara di Kodim 0201/Medan tersebut sekaligus menjadi momentum mempertegas kembali komitmen prajurit untuk menjaga kedaulatan negara, memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat, serta menjalankan pengabdian berdasarkan profesionalisme dan tanggung jawab konstitusional. (Andy)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x