Foto : Wakil Wali Kota Gunungsitoli, Martinus Lase, S.H., bersama Sekretaris Daerah Kota Gunungsitoli, Andhika Perdana Laoly, S.STP., M.Si., CGCAE., saat mengikuti Rapat Koordinasi FORKADA se-Kepulauan Nias, Senin (5/10/2026).Gunungsitoli, Matakeadilan.id //
Mewakili Wali Kota Gunungsitoli, Wakil Wali Kota Gunungsitoli Martinus Lase, S.H., mengikuti Rapat Koordinasi Forum Kepala Daerah (FORKADA) se-Kepulauan Nias secara daring melalui Zoom Meeting dari Ruang Rapat Center, Kantor Wali Kota Gunungsitoli, Senin (5/10/2026).
Rapat dipimpin Koordinator FORKADA se-Kepulauan Nias, Dr. Eliyunus Waruwu, S.Pt., M.Si., M.M., dan diikuti oleh pemerintah daerah kabupaten/kota se-Kepulauan Nias.
FORKADA menjadi wadah koordinasi antarpemerintah daerah untuk menyamakan persepsi, bertukar informasi, membahas berbagai tantangan pembangunan, sekaligus mengidentifikasi kepentingan strategis kawasan yang perlu diperjuangkan secara bersama.
Forum ini sebelumnya juga telah diarahkan untuk memperkuat sinergi antarpemerintah daerah dalam mendorong pembangunan Kepulauan Nias.
Salah satu agenda utama dalam rapat tersebut adalah pembahasan perkembangan dan tahapan penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2027 pada masing-masing kabupaten/kota.
Pembahasan mencakup proyeksi pendapatan, belanja dan pembiayaan, Transfer ke Daerah (TKD), belanja wajib dan mengikat, serta ruang fiskal daerah dalam menghadapi tahun anggaran mendatang.
Pembahasan kondisi fiskal dinilai penting karena kapasitas keuangan daerah berkaitan erat dengan kemampuan pemerintah dalam membiayai program pembangunan dan pelayanan publik. Melalui pertukaran informasi antardaerah, pemerintah kabupaten/kota dapat mengidentifikasi tantangan sekaligus menyusun langkah yang lebih terkoordinasi dalam menghadapi dinamika fiskal.
Selain aspek APBD, rapat turut membahas sejumlah isu strategis yang berkaitan dengan pembangunan kawasan Kepulauan Nias, antara lain konektivitas darat, laut dan udara, energi dan kelistrikan, kesehatan, pendidikan, air bersih, telekomunikasi, serta pengembangan ekonomi dan pariwisata.
Berbagai isu tersebut menjadi perhatian bersama karena sebagian memiliki dimensi lintas wilayah dan membutuhkan koordinasi antarpemerintah daerah. Karena itu, penyamaan persepsi dinilai penting agar kebutuhan pembangunan Kepulauan Nias dapat dirumuskan secara lebih terarah untuk selanjutnya disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara maupun Pemerintah Pusat.
Koordinasi juga diarahkan pada penyusunan langkah bersama terhadap sejumlah kebutuhan strategis kawasan. Dengan posisi dan kepentingan yang dikonsolidasikan, pemerintah kabupaten/kota di Kepulauan Nias dapat menyampaikan berbagai kebutuhan pembangunan secara lebih terstruktur dan terukur.
Dalam rapat tersebut turut dibahas rencana tindak lanjut FORKADA, termasuk penyusunan agenda dan rekomendasi bersama terhadap isu-isu strategis yang menjadi kepentingan seluruh kabupaten/kota di Kepulauan Nias.
Sebelumnya, FORKADA Kepulauan Nias juga telah menempatkan penguatan kerja sama antardaerah sebagai bagian penting dalam mendorong percepatan pembangunan kawasan. Sejak Maret 2026, Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu dipercaya sebagai Koordinator FORKADA menggantikan Wali Kota Gunungsitoli Sowa’a Laoli.
Turut mendampingi Wakil Wali Kota Gunungsitoli dalam rapat tersebut, Sekretaris Daerah Kota Gunungsitoli, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Gunungsitoli, Kepala BPKAD, Kepala Bapperida, Kepala Bagian Pemerintahan, serta Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kota Gunungsitoli.
Melalui rapat koordinasi tersebut, FORKADA se-Kepulauan Nias diharapkan semakin mampu memperkuat sinergi dan kolaborasi antarpemerintah daerah dalam merumuskan serta memperjuangkan kepentingan pembangunan kawasan.
Kesamaan persepsi, koordinasi lintas daerah, dan agenda bersama menjadi modal penting untuk mendorong pembangunan Kepulauan Nias secara lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan. (N.Lase)
Sumber : Kominfo Pemko Gunungsitoli


Tidak ada komentar