Pengerjaan Jembatan Bailey di Sungai Fauro Faete, Namohalu Esiwa, Nias Utara, sebagai bagian dari Karya Bakti TNI AD 2026 guna melancarkan akses warga.Nisut Namohalu Esiwa, Matakeadilan.id //
Deru semangat pengabdian terus bergema di pelosok Nias Utara. Personel Satuan Tugas (Satgas) Pembangunan Jembatan Garuda dalam program Karya Bakti TNI AD Skala Besar Tahun 2026 Kodam I/Bukit Barisan melalui Korem 023/Kawal Samudra dan Kodim 0213/Nias, kembali mengintensifkan pekerjaan pembangunan Jembatan Bailey di atas Sungai Fauro Faete, Desa Dahana Hiligodu, Kecamatan Namohalu Esiwa, Kabupaten Nias Utara, Selasa (30/6/2026).
Dengan disiplin, kerja keras, dan semangat gotong royong, personel Satgas terus memacu progres pembangunan demi memastikan jembatan strategis tersebut segera dapat dimanfaatkan masyarakat.
Infrastruktur ini menjadi bagian penting dari komitmen TNI AD dalam menghadirkan pemerataan pembangunan sekaligus membuka konektivitas wilayah yang selama ini terkendala kondisi geografis.
Pembangunan Jembatan Bailey bukan sekadar menghadirkan sarana penyeberangan, tetapi juga menjadi simbol hadirnya negara melalui TNI di tengah masyarakat.
Kehadirannya diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga, mempercepat distribusi hasil pertanian dan perkebunan, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat di wilayah pedalaman Nias Utara.
Melalui Program Karya Bakti TNI AD Skala Besar Tahun 2026, TNI kembali membuktikan komitmennya untuk terus menjadi garda terdepan dalam membantu percepatan pembangunan nasional, menghadirkan manfaat nyata, dan menumbuhkan harapan baru bagi masyarakat hingga ke pelosok negeri. (N.Lase)


Tidak ada komentar