Edukasi Fardhu Kifayah Diperkuat, Paguyuban Binaan Menteri Imipas  Bekali Santri Kompetensi Bilal Mayit

Redaksi
12 Apr 2026 22:58
Headline 0 316
2 menit membaca

Deli Serdang, Matakeadilan.id //

Upaya penguatan literasi keagamaan berbasis praktik sosial kembali digelorakan melalui kegiatan edukatif yang diinisiasi Paguyuban Bilal Mayit dan Penggali Kubur Sumatera Utara.

Organisasi yang berada dalam pembinaan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Jenderal Purnawirawan (Pol) Drs. Agus Andrianto, SH., MH., tersebut menyelenggarakan pelatihan khusus bagi santri penghafal Al-Qur’an di lingkungan Pondok Pesantren Surro Man Roa, Kabupaten Deli Serdang, Minggu (12/4/2026).

Kegiatan tersebut diarahkan sebagai bagian dari internalisasi nilai fardhu kifayah yang selama ini cenderung terpinggirkan dalam kurikulum pendidikan keagamaan formal. Materi pelatihan difokuskan pada tata cara pengurusan jenazah yang sesuai dengan kaidah syariat, mencakup proses memandikan, mengkafani, hingga prosesi pemakaman secara benar dan beretika.

Dalam sambutannya, Ketua Paguyuban Bilal Mayit dan Penggali Kubur Sumut, Pusman, menegaskan bahwa regenerasi pelaku layanan sosial-keagamaan menjadi kebutuhan mendesak.

Disampaikan bahwa pemahaman teknis dan spiritual terkait pengurusan jenazah harus ditransmisikan secara sistematis kepada generasi muda, khususnya kalangan santri yang memiliki basis keilmuan agama yang kuat.

Menurutnya, keberlanjutan peran bilal mayit tidak dapat diserahkan pada pola tradisional semata, melainkan perlu diperkuat melalui pendekatan edukatif yang terstruktur.

Pelatihan tersebut dilaksanakan di bawah asuhan Ustad M. Nuh selaku Ketua Bilal Mayit dan Penggali Kubur Kota Binjai, dengan melibatkan partisipasi aktif para santri hafidz Qur’an. Atmosfer kegiatan dilaporkan berlangsung khidmat, disertai nuansa kekeluargaan yang kental.

Sebagai bentuk kepedulian sosial, rangkaian kegiatan turut diakhiri dengan penyaluran bantuan paket sembako kepada pihak pesantren. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis sebagai representasi solidaritas dan penguatan jejaring sosial antar organisasi.

Apresiasi turut disampaikan kepada sejumlah pihak yang berkontribusi dalam terselenggaranya kegiatan, di antaranya Ketua Pemuda ICMI Sumatera Utara, Irwansyah Putra Nasution, SH., MH., serta Koordinator Presidium IKA HMI UISU, dr. Dedy Irawan Nasution, M.Kes., M.Ked (Clin Path), Sp.PK., Ch.Cht., CPCCP.

Kehadiran unsur pengurus lain, seperti Bendahara Umum Hariyati dan Sekretaris Jenderal IKA HMI UISU Diana, S.Sos., turut memperkuat legitimasi kolaborasi lintas elemen.

Kegiatan yang digelar di Yayasan Wakaf Surro Man Roa, Desa Suka Maja, ini dipandang sebagai model integrasi antara pendidikan keagamaan dan praktik sosial berbasis komunitas.

Melalui inisiatif tersebut, diharapkan nilai-nilai pengabdian, kepedulian, dan tanggung jawab kolektif dalam masyarakat dapat terus terjaga dan diwariskan secara berkelanjutan.(red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x