Bekerja dengan Tenang, Masa Depan Terjaga: Jaminan Sosial Hak Setiap Pekerja

Redaksi
16 Jun 2026 18:50
InfoNias 0 112
3 menit membaca

Gunungsitoli, Matakeadilan.id //

Setiap tetes keringat yang dicurahkan untuk bekerja memiliki makna yang tak ternilai: ia adalah sumber kehidupan, harapan bagi keluarga, dan jalan menuju masa depan yang lebih baik.

Menyadari hal itu, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Nias Gunungsitoli menggelar pertemuan santai namun penuh makna bersama sejumlah awak media, di Lasara Point Cafe dan Resto, Selasa (16/6/2026).

Lebih dari sekadar silaturahmi, kegiatan ini menjadi ruang untuk menyampaikan pesan yang menyentuh hati: bahwa jaminan sosial bukanlah beban, melainkan penolong setia yang hadir saat pekerja dan keluarganya menghadapi situasi sulit.

Dalam suasana yang hangat dan akrab, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Nias Gunungsitoli, Tunggul Rinton Mardo Sitorus, menjelaskan bahwa lembaganya menyiapkan lima program perlindungan yang menyeluruh, dirancang khusus untuk menjaga perjalanan hidup setiap pekerja.

“Kami memiliki lima payung perlindungan, yaitu Jaminan Hari Tua, Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, Jaminan Pensiun, dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan. Semua ini disusun agar pekerja tidak merasa sendirian saat musibah datang, saat usia tak lagi muda, atau saat harus kehilangan mata pencaharian. Ini adalah wujud nyata negara hadir melindungi keringat rakyatnya,” ujar Rinton dengan penuh ketulusan.

Ia mengakui tantangan yang dihadapi tidaklah ringan. Wilayah kerjanya mencakup lima kabupaten dan kota yang tersebar di gugusan Kepulauan Nias, Kota Gunungsitoli, Kabupaten Nias, Kabupaten Nias Selatan, Kabupaten Nias Barat, hingga Kabupaten Nias Utara.

Jarak yang terbentang antar pulau membuat cakupan kepesertaan belum merata dan belum mencapai target Universal Coverage Jamsostek yang diharapkan.

“Melalui pertemuan ini, kami ingin mengajak rekan media menjadi jembatan informasi. Tujuannya sederhana namun sangat berharga: agar setiap pekerja tahu bahwa ada perlindungan untuk mereka, agar hati mereka tenang bekerja, dan masa depan keluarga tetap terjaga,” tambahnya.

Yang membuat program ini semakin bermakna adalah keterjangkaunya. Cukup dengan membayar iuran sebesar Rp16.800 per bulan, setara dengan biaya sekadar makan ringan sehari, seorang pekerja sudah mendapatkan perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian.

Sebuah pengorbanan kecil yang menjadi benteng kuat saat hal tak terduga menimpa, sehingga keluarga tidak terjerat kesulitan ekonomi.

Menyikapi hal ini, Sekretaris Federasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (FSBSI) Kota Gunungsitoli, Herdin H. Zebua, menyampaikan harapan dan keprihatinan sekaligus.

Ia menegaskan bahwa masih banyak pekerja yang belum terlindungi karena sebagian pengusaha belum memenuhi kewajibannya, padahal perlindungan ini adalah hak dasar setiap orang yang bekerja.

“Mengikutsertakan pekerja dalam jaminan sosial bukan sekadar aturan, melainkan bentuk rasa hormat dan keadilan. Ini adalah cara kita memberi rasa aman kepada mereka yang setiap hari berjuang menghidupi keluarga. Jangan sampai keringat mereka berbuah ketidakpastian,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga. “Kami meminta BPJS Ketenagakerjaan menertibkan kinerja Agen PERISAI. Jangan sampai ada oknum yang mendaftarkan peserta lalu meminta imbalan.

Kasihan pekerja yang berharap perlindungan, justru dirugikan. Hak mereka harus didapatkan dengan mudah dan cuma‑cuma, bukan diperjualbelikan,” ujarnya dengan nada tegas namun penuh perhatian.

Pertemuan ini ditutup dengan kesepakatan bersama: perlindungan bagi pekerja adalah tanggung jawab kita semua. Dengan informasi yang tersebar luas, pengelolaan yang jujur, dan kerja sama yang baik, harapannya setiap keringat yang dicurahkan di bumi Nias akan selalu berbalas rasa aman, keadilan, dan masa depan yang lebih pasti. (N.Lase)

 

Sumber : Konpers BPJS Ketenagakerjaan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x