Anyaman Sinasa Berpotensi Jadi Produk Unggulan, Pemko Gunungsitoli Perkuat Pembinaan Perajin

Redaksi
20 Okt 2026 02:29
InfoNias 0 0 View
4 menit membaca

Gunungsitoli, Matakeadilan.id //

Pemerintah Kota Gunungsitoli terus mendorong pengembangan potensi lokal menjadi produk bernilai ekonomi melalui peningkatan keterampilan dan kreativitas masyarakat. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Kriya Anyaman bertema “Revitalisasi Anyaman Menjadi Produk Unggulan Kota Gunungsitoli” yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kota Gunungsitoli, Senin (19/10/2026).

Pelatihan yang berlangsung selama empat hari, mulai 19 hingga 22 Oktober 2026, dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Wali Kota Gunungsitoli Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan, Mohammad Syarif Siregar, S.P., bertempat di kantor dinas terkait. Kegiatan ini diikuti 10 peserta yang merupakan perwakilan dari kecamatan se-Kota Gunungsitoli.

Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah pandan berduri yang dikenal secara lokal sebagai sinasa menjadi berbagai produk kerajinan kreatif, berkualitas, dan memiliki daya saing di pasar.

Dalam sambutannya, Mohammad Syarif Siregar menyampaikan bahwa sinasa merupakan salah satu potensi alam lokal yang dapat dikembangkan menjadi beragam produk kerajinan, seperti tas, tikar, dompet, serta berbagai produk anyaman lainnya yang memiliki nilai tambah ekonomi.

Menurutnya, pemanfaatan sinasa secara kreatif tidak hanya berpotensi melahirkan produk unggulan daerah, tetapi juga membuka peluang usaha dan meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.

Ia menekankan pentingnya peningkatan keterampilan para perajin, terutama dalam mengembangkan desain yang mampu memadukan nilai tradisional dengan kebutuhan pasar modern. Dengan demikian, produk anyaman lokal diharapkan tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga mampu bersaing dari segi kualitas, fungsi, dan tampilan.

Mohammad Syarif juga mengimbau seluruh peserta agar mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, menyerap ilmu yang diberikan instruktur, serta berani berinovasi dalam menghasilkan produk yang unik dan berkualitas.

Selain itu, peserta diharapkan dapat membangun jejaring dan kelompok usaha agar keterampilan yang diperoleh dapat dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi yang produktif dan berkelanjutan.

Ia berharap pengembangan kerajinan anyaman tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dilanjutkan melalui pembinaan dan pendampingan secara berkesinambungan sehingga mampu melahirkan produk unggulan daerah sekaligus menjaga kelestarian warisan kerajinan tradisional masyarakat Kota Gunungsitoli.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kota Gunungsitoli, Bonifasius Telaumbanua, S.STP., M.S., mengapresiasi partisipasi para peserta dalam kegiatan tersebut.

Ia berharap pelatihan ini menjadi sarana untuk memperkuat keterampilan dasar masyarakat dalam mengolah sinasa menjadi produk kerajinan yang memiliki kualitas dan nilai jual.

Bonifasius juga menyoroti pentingnya menjaga kelestarian tanaman pandan berduri sebagai bahan baku utama kerajinan anyaman. Menurutnya, ketersediaan bahan baku menjadi salah satu faktor penting yang harus diperhatikan agar pengembangan usaha kerajinan dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Karena itu, ia berharap para peserta tidak hanya memperoleh keterampilan teknis dalam menganyam, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menjaga kelestarian sumber daya alam yang menjadi penopang keberlangsungan kerajinan tersebut.

Dalam laporannya, Ketua Panitia yang juga Kepala Bidang Promosi dan Pengembangan Ekonomi Kreatif, Periaman Zebua, S.Pd., menjelaskan bahwa pelatihan difokuskan pada pengenalan dan pengolahan bahan baku, pengembangan desain, peningkatan teknik penyelesaian akhir (finishing), serta pengendalian kualitas produk.

Menurutnya, penguasaan aspek-aspek tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah bahan baku lokal sekaligus membuka peluang usaha dan peningkatan pendapatan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pelatihan ini menghadirkan Hiburan Zendrato, pelaku usaha kerajinan anyaman di Kota Gunungsitoli, sebagai narasumber. Materi yang diberikan mencakup pengenalan alat dan bahan, proses pengolahan sinasa menjadi bahan siap pakai, teknik dasar menganyam, hingga tahap penyelesaian akhir dan pengendalian kualitas produk.

Proses pembelajaran dilaksanakan melalui penyampaian materi, diskusi, demonstrasi oleh instruktur, praktik langsung, serta evaluasi terhadap produk yang dihasilkan peserta. Melalui metode tersebut, peserta diharapkan mampu memahami seluruh tahapan pembuatan kerajinan anyaman, mulai dari pengolahan bahan baku hingga menghasilkan produk yang siap digunakan maupun dipasarkan.

Pemerintah Kota Gunungsitoli berharap pelatihan ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat sektor ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Dengan dukungan peningkatan keterampilan, inovasi desain, kualitas produk, serta pelestarian bahan baku, kerajinan anyaman sinasa diharapkan mampu berkembang menjadi produk unggulan daerah, memperluas peluang usaha masyarakat, dan meningkatkan daya saing produk lokal.

Pengembangan kerajinan tersebut juga diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya pelestarian identitas budaya masyarakat Kota Gunungsitoli sekaligus mendukung terwujudnya Gunungsitoli Hebat. (N.Lase)

 

Sumber : Kominfo Pemko Gunungsitoli 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x