Tak Ada Wilayah Terputus : Pembangunan Jembatan Jadi Jalan Menuju Keadilan 

Redaksi
18 Jun 2026 01:14
InfoNias 0 3
2 menit membaca

Gunungsitoli, Matakeadilan.id //

Sebagai wujud nyata kehadiran negara hingga ke pelosok wilayah, pembangunan jembatan modular digelar di tepian Sungai Nou, Desa Lolomoyo Tuhemberua, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Karya Bakti Skala Besar TNI Tahun 2026, yang dilaksanakan pada Rabu (17 Juni 2026).

Pembangunan berlangsung di bawah koordinasi Satgas Pembangunan Kodam I/Bukit Barisan, Korem 023/Kawal Samudera, dan Kodim 0213/Nias, serta berada dalam wilayah binaan Koramil 01/Gunungsitoli. Jembatan direncanakan memiliki panjang 30 meter, menjadi penghubung utama yang akan mengatasi hambatan akses yang selama ini dirasakan masyarakat.

Pada tahap awal pelaksanaan, tim gabungan melakukan pengukuran dan penentuan titik pondasi, pembersihan lahan, serta penyingkiran semak belukar dan kayu di sekitar lokasi serta area perakitan. Pekerjaan dikerjakan secara teliti, mengingat bangunan ini ditujukan untuk dimanfaatkan dalam jangka panjang oleh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari petani, anak sekolah, hingga keluarga‑keluarga setempat.

Tenaga pelaksana terdiri dari unsur gabungan yang bekerja secara gotong‑royong diantaranya 10 orang personel Yonif Teritorial 903, dari Yonif Teritorial 905 sebanyak 20 orang, personel Yon Zipur 1/DD sebanyak 5 orang, Babinsa dari Kodim 0213/Nias 2 orang, serta 5 orang warga setempat yang turut menyumbangkan tenaga

Saat ini pekerjaan masih mengandalkan alat bantu sederhana berupa cangkul, parang, sabit, dan gerobak dorong Artco, mengingat alat berat dan mesin molen belum tersedia di lokasi. Meski demikian, semangat kerja sama tetap tinggi dan tidak terhalang keterbatasan sarana. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan terkendali.

Lebih dari sekadar struktur penghubung, jembatan ini dimaknai sebagai bukti bahwa tidak ada wilayah yang terputus dan tidak ada warga yang terabaikan. Kehadirannya kelak akan memperlancar pengangkutan hasil pertanian, memperpendek jarak tempuh ke sekolah dan pusat pelayanan, sekaligus memperkuat ikatan antara masyarakat dan negara.

Diharapkan, setelah pembangunan selesai, jembatan ini tidak hanya mempermudah perjalanan fisik, tetapi juga menjadi pintu pembuka kemajuan ekonomi, kemudahan hidup, serta harapan masa depan yang lebih baik bagi seluruh warga Desa Lolomoyo Tuhemberua. (N.Lase)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x