Membawa Harapan, Menjadi Mata Air : Momen Haru Wisuda STT BNKP Sundermann

Redaksi
14 Jun 2026 10:19
InfoNias 0 250
3 menit membaca

Gunungsitoli, Matakeadilan.id //

Sebuah momen penuh haru dan sukacita menyelimuti Auditorium STT BNKP Sundermann, Sabtu (13/6/2026). Pada hari yang istimewa itu, Wakil Wali Kota Gunungsitoli, Martinus Lase, SH, turut hadir menyaksikan perjalanan panjang perjuangan yang berbuah keberhasilan dalam acara Wisuda STT BNKP Sundermann Tahun 2026.

Mengusung tema “Menjadi Mata Air di Tengah Arus Disrupsi”, kegiatan ini berlangsung dengan suasana khidmat, sarat makna, dan penuh doa.

Prosesi wisuda dipimpin langsung oleh Ketua STT BNKP Sundermann, Pdt. Dr. Alokasih Gulo, M.Si, yang secara resmi melepas 115 lulusan Program Sarjana, terdiri dari Prodi Teologi dan Pendidikan Agama Kristen.

Ibadah wisuda diisi dengan khotbah yang menyentuh hati dari Sekretaris Umum BNKP, Pdt. Ya’aman Zega, S.Th., M.Min. Beliau mengingatkan para wisudawan bahwa ilmu dan panggilan yang mereka terima bukan sekadar bekal, melainkan amanah untuk menjadi sumber ketenangan, kebaikan, dan berkat yang tak pernah kering, layaknya mata air, di tengah tantangan dan perubahan zaman.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Martinus Lase menyampaikan ucapan selamat yang tulus. Ia tak hanya menyapa para lulusan, tetapi juga menghargai perjuangan yang tersembunyi di balik keberhasilan itu: keringat, doa, dan pengorbanan panjang para orang tua serta keluarga yang tak pernah lelah mendampingi, hingga hari bahagia ini akhirnya tiba.

“Keberhasilan hari ini adalah buah dari kerja keras, kesabaran, dan dukungan yang mengalir dari hati ke hati. Terima kasih kepada STT BNKP Sundermann yang telah menjadi rumah bagi pembentukan jiwa dan akhlak, melahirkan insan yang tidak hanya cerdas secara ilmu, tetapi juga matang dalam iman dan karakter,” ujarnya dengan penuh penghargaan.

Wawako menegaskan bahwa lembaga ini adalah mitra berharga bagi daerah. “Pemerintah Kota melihat STT BNKP Sundermann sebagai pilar penting dalam membangun masyarakat yang tidak hanya maju secara materi, tetapi juga teguh memegang nilai kebenaran, kasih, dan kedamaian. Semoga lembaga ini terus bersinar, tetap setia pada jati diri, dan melahirkan generasi yang menjadi penyejuk hati bagi sesama,” tambahnya.

Kepada para wisudawan, ia berpesan menyentuh: “Bawalah ilmu ini bukan hanya di dalam kepala, tetapi hidupkanlah di dalam hati. Jadilah mata air yang menyejukkan, terang yang menerangi, dan tangan yang selalu siap menolong. Jagalah nama baik almamater dan orang tua dengan pengabdian yang tulus, karena di mana pun kalian melangkah, kebaikan yang kalian sebarkan akan menjadi kenangan indah yang terus dikenang.”

Rangkaian acara berjalan penuh makna, dimulai dengan ibadah syukur, prosesi senat, pembacaan keputusan kelulusan, penyerahan ijazah, orasi ilmiah, hingga momen yang mengharukan: penyerahan wisudawan kepada orang tua, sebagai tanda bahwa masa belajar telah usai, dan perjalanan pengabdian di tengah masyarakat kini dimulai.

Turut hadir dan merasakan kebahagiaan ini, unsur Forkopimda, jajaran pimpinan BNKP, Dewan Kuratorium, sivitas akademika, serta keluarga dan kerabat yang hadir dengan rasa bangga dan haru. (N.Lase)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x