Foto : Kondisi pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) yang sedang dikerjakan personel TNI.Nias Utara, Matakeadilan.id //
Sebuah langkah nyata mewujudkan hunian yang layak dan nyaman bagi masyarakat terus diwujudkan. Kegiatan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di wilayah binaan Komando Rayon Militer (Koramil) 06/Tuhemberua, Kecamatan Tuhemberua, Kabupaten Nias Utara, kembali berlangsung penuh semangat. Kegiatan ini menjadi bukti nyata kehadiran negara dan kepedulian sesama untuk menghadirkan tempat berteduh yang layak.
Rumah yang sedang dibangun ini diperuntukkan bagi Ibu Yamoarota Zega, warga yang berdomisili di Desa Botolakha. Dengan ukuran bangunan seluas 6 x 6 meter, rumah sederhana ini nantinya akan menjadi tempat berteduh yang kokoh, aman, dan penuh kehangatan bagi pemiliknya, mewujudkan harapan lama untuk memiliki hunian yang layak huni.
Berdasarkan pantauan awak media Matakeadilan.id, di lokasi, Rabu, (3/6/2026), semangat kerja sama terlihat jelas sejak kegiatan dimulai. Pada hari ini, para pekerja fokus melanjutkan dua tahapan penting yaitu memperdalam dan merapikan penggalian pondasi agar bangunan nantinya berdiri di atas dasar yang kuat, serta melanjutkan pendirian tiang-tiang penyangga yang akan menjadi tulang punggung kekokohan rumah ini.
Berkat kerja keras dan kebersamaan, hingga akhir kegiatan hari ini, progres pembangunan telah mencapai angka 18 persen.
Pembangunan ini juga menjadi bukti indahnya kemanunggalan TNI bersama rakyat. Terlihat personel gabungan dari berbagai satuan, mulai dari Yon Zipur, Zidam, Zibang, Yon TP 903, hingga Babinsa setempat, bekerja bahu-membahu tanpa mengenal lelah.
Semangat mereka pun ditularkan kepada warga masyarakat sekitar yang turut hadir membantu, menyatukan tenaga dan hati demi satu tujuan: mewujudkan tempat tinggal yang layak bagi saudara kita.
Segala kebutuhan telah disiapkan demi kelancaran pekerjaan. Bahan bangunan utama seperti semen, pasir, batu, dan besi telah tersedia cukup dan digunakan sebaik mungkin.
Berbagai peralatan kerja sederhana namun berharga seperti martil, gergaji, cangkul, linggis, dan sekop pun bergerak terus, menjadi perpanjangan tangan untuk mewujudkan bangunan ini.
Sepanjang proses pengerjaan berlangsung, suasana di lokasi terasa aman, tertib, dan penuh keakraban. Tidak ada kendala berarti yang menghambat, dan tidak pula ada kejadian khusus yang mengganggu ketenangan kerja sama tersebut. Semua berjalan lancar, seiring dengan niat tulus untuk berbuat kebaikan.
Langkah demi langkah dikerjakan dengan hati. Besar harapan, pembangunan rumah ini segera rampung sepenuhnya, sehingga Ibu Yamoarota Zega dan keluarga dapat segera menempati hunian baru yang lebih layak, aman, dan nyaman. Sebuah anugerah dan harapan baru yang dibangun dari rasa persaudaraan dan kepedulian yang tulus.(N.Lase)


Tidak ada komentar