Foto : Kondisi Jembatan di Sungai Naha Nose yang sedang dikerjakanNias Utara, Matakeadilan.id //
Langkah nyata membuka keterisolasian terus dilakukan. Pembangunan Jembatan Aramco yang berada di wilayah binaan Komando Rayon Militer (Koramil) 06/Tuhemberua, Kecamatan Sitolu Ori, Kabupaten Nias Utara, terus berjalan sesuai rencana dan menunjukkan perkembangan yang sangat menggembirakan. Kegiatan pembangunan ini terpantau terus berlangsung dengan penuh semangat.
Jembatan yang menjadi harapan warga ini dibangun kokoh membentang di atas aliran Sungai Naha Nose, tepatnya di wilayah Desa Botombawo. Dengan panjang mencapai 6 meter, keberadaan jembatan sederhana namun sangat berarti ini nantinya akan menjadi jalur penghubung yang sangat dinanti.
Jembatan ini akan menjadi jalan yang memperlancar segala aktivitas warga, sekaligus membuka gerbang akses wilayah yang selama ini terasa jauh dan sulit dijangkau.
Berdasarkan pantauan Matakeadilan.id di lokasi, Rabu (3/6/2026), semangat kerja para anggota terlihat sejak pagi hari. Kegiatan dimulai dengan apel pagi, momen di mana kesiapan personel, kelengkapan alat, serta arahan tugas disampaikan dengan tertib dan aman. Hal ini dilakukan agar setiap langkah pekerjaan berjalan teratur demi hasil yang maksimal.
Usai apel, seluruh kekuatan personel langsung bergerak fokus menyelesaikan pekerjaan utama hari itu, yaitu proses pengecoran tiang-tiang penyangga jembatan. Berkat kerja keras, ketekunan, dan kerja sama yang erat antar tim, hingga akhir kegiatan hari ini, pembangunan Jembatan Aramco telah menembus angka 75 persen, semakin mendekati hari peresmiannya.
Pengerjaan ini adalah bukti nyata kemanunggalan TNI dan rakyat. Terlihat kekuatan gabungan dari berbagai satuan yang bekerja bahu-membahu, turut didukung langsung oleh warga masyarakat setempat yang peduli terhadap kemajuan desanya. Adapun rincian personel yang bertugas,
2 orang dari Koramil 06/Tuhemberua, 2 orang dari Zipur, 16 orang Yon TP 903 dan 1 orang Masyarakat, sehingga Total keseluruhan personel sebanyak 21 orang.
Berbagai peralatan sederhana namun bermanfaat telah digunakan secara maksimal di lapangan untuk mewujudkan bangunan ini, antara lain: 2 buah cangkul, 2 buah skop, 2 buah angkong, dan 1 buah sabit.
Hingga kegiatan selesai dan lokasi ditutup, suasana di lokasi pembangunan berjalan dalam keadaan aman dan terkendali. Tidak ditemukan kendala berarti maupun gangguan yang menghambat proses pembangunan ini, semua berjalan lancar sesuai harapan.
Kini, Jembatan Aramco tinggal selangkah lagi menuju penyelesaian penuh. Besar harapan masyarakat agar fasilitas ini segera rampung dan berdiri kokoh, menjadi saksi kehadiran negara di tengah desa, serta menjadi sarana yang memudahkan langkah warga Desa Botombawo dan sekitarnya menuju masa depan yang lebih cerah dan sejahtera. (N.Lase)


Tidak ada komentar