Foto : Wali Kota dan Wawako Gunungsitoli bersama Komandan Lanal Nias, Kodim 0213/Nias dan Polres NiasLoGunungsitoli, Matakeadilan.id //
Pemerintah Kota Gunungsitoli menggelar upacara bendera dengan suasana khidmat dalam rangka memperingati momen bersejarah Hari Lahir Pancasila, yang jatuh setiap tanggal 1 Juni. Tahun 2026 ini, peringatan tersebut diselenggarakan di halaman Kantor Wali Kota Gunungsitoli pada Senin (1/6/2026), dengan mengangkat tema utama yang sarat makna: “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”.
Kegiatan sakral ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Gunungsitoli, Sowa’a Laoli, S.E., M.Si., yang didampingi oleh Wakil Wali Kota Gunungsitoli, Martinus Lase, S.H. Turut memeriahkan sekaligus mengikuti jalannya upacara, jajaran lengkap unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA), para Staf Ahli, Kepala Perangkat Daerah, Pimpinan Instansi Vertikal, serta para Perwira dari unsur TNI dan Polri.
Selain itu, kehadiran seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Gunungsitoli semakin menegaskan komitmen bersama dalam merawat nilai-nilai kebangsaan.
Pada kesempatan bersejarah tersebut, bertindak selaku Inspektur Upacara adalah Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Nias, Kolonel Laut (P) Lexy Effraim Dumais, S.E., M.Tr.Opsla.
Sementara itu, tugas sebagai petugas pelaksana upacara dipercayakan kepada utusan dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Gunungsitoli, yang menjalankan tugasnya dengan penuh kedisiplinan dan tanggung jawab.
Dalam amanat resmi yang dibacakan oleh Inspektur Upacara, tertulis pesan penting dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Yudian Wahyudi. Disebutkan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni ini wajib menjadi momen refleksi mendalam bagi seluruh elemen bangsa. Pancasila harus senantiasa menyala dan hidup di hati setiap warga negara, berperan sebagai “Bintang Penuntun” sekaligus “Jangkar Moral” yang kokoh.
Hal ini sangat diperlukan guna mempersatukan keberagaman nusantara di tengah gelombang dinamika dan tantangan geopolitik global yang terus berubah dan berkembang.
Nilai-nilai luhur yang tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, khususnya semangat musyawarah dan mufakat, dinilai sebagai instrumen diplomasi yang sangat berharga dan bernilai tinggi.
Pancasila menjadi kekuatan utama yang dimiliki Indonesia untuk menjembatani berbagai perbedaan, menghentikan potensi konflik, serta membuktikan kepemimpinan nyata bangsa ini di mata dunia. Salah satu bukti nyatanya adalah kontribusi aktif pasukan perdamaian Indonesia yang turut menjaga stabilitas di kancah internasional.
Lebih jauh dalam amanat tersebut, seluruh komponen bangsa, dan secara khusus generasi muda sebagai penerus tonggak kepemimpinan masa depan, diajak untuk terus merawat dan menjaga Pancasila agar tetap eksis sebagai ideologi yang hidup atau living ideology.
Pancasila tidak boleh hanya menjadi simbol semata, namun harus bergerak dan memberi manfaat nyata bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Kepada para kepala daerah di seluruh Indonesia, termasuk jajaran Pemerintah Kota Gunungsitoli, disampaikan pesan mendalam agar setiap kebijakan publik yang disusun, ditetapkan, dan dilaksanakan senantiasa berpijak pada prinsip keadilan sosial.
Langkah ini ditempuh guna menjamin dan memenuhi hak-hak seluruh lapisan masyarakat, hingga menyentuh warga di tingkatan paling kecil dan daerah yang paling terpencil sekalipun.
Menutup amanatnya, ditegaskan kembali komitmen bersama yang tidak boleh luntur, yaitu sikap tegas melawan dan menumpas segala bentuk paham intoleransi, radikalisme, serta ekstremisme.
Hal ini menjadi syarat mutlak demi menjaga keharmonisan, persatuan, dan ikatan persaudaraan kebangsaan yang telah dibangun dengan susah payah sejak puluhan tahun silam.
Secara keseluruhan, rangkaian upacara peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 ini berlangsung dengan tertib, sangat khidmat, dan diliputi rasa nasionalisme yang tinggi.
Momen ini kembali mengingatkan segenap aparatur negara akan tanggung jawab besar di pundak masing-masing, yakni mengabdi dan melayani masyarakat dengan tulus, berlandaskan nilai-nilai luhur Pancasila yang menjadi dasar negara. (N.Lase)


Tidak ada komentar