Hadir di Tengah Masyarakat, Bachmansyah Sipahutar Jadikan Reses Sarana Penampung Aspirasi

Redaksi
25 Mei 2026 17:50
InfoNias 0 69
3 menit membaca

Gunungsitoli, Matakeadilan.id //

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Gunungsitoli dari Fraksi Partai Hanura, Bachmansyah Sipahutar, kembali hadir langsung di tengah konstituennya. Memasuki masa Reses Sidang II Tahun 2026, politisi ini melaksanakan agenda resmi penyerapan aspirasi masyarakat di Lingkungan 3, Kelurahan Ilir, Kecamatan Gunungsitoli.

Kegiatan yang berlangsung di halaman kediaman Ama Ganisa, Jalan Kelapa Gang Sipahutar, Minggu (24/5/2026) tersebut, menjadi momen strategis bagi wakil rakyat untuk mendengarkan langsung beragam persoalan, kebutuhan mendesak, serta harapan warga di daerah pemilihannya.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan kondusif ini, masyarakat secara terbuka dan rinci menyampaikan sejumlah usulan prioritas yang menuntut perhatian serius pemerintah daerah.

Berbagai persoalan krusial disampaikan oleh perwakilan elemen masyarakat. Di antaranya, Ustadz Imam Akbar menyoroti aspek keselamatan dan kenyamanan jalan raya. Ia mengusulkan pemasangan rambu lalu lintas yang memadai, khususnya penghambat laju kendaraan atau populer disebut “polisi tidur”, di sepanjang Jalan Kelapa.

Tak hanya itu, ketersediaan lampu penerangan jalan yang dinilai masih minim juga menjadi perhatiannya demi keamanan warga saat beraktivitas di malam hari.

Sementara itu, Kepala Lingkungan 3 turut menyampaikan keluhan terkait tata kelola lingkungan dan ketertiban umum. Masalah penanganan sampah yang belum tertangani secara maksimal, serta pola parkir yang semrawut dan tidak teratur di sekitar Jalan Kelapa—khususnya di akses jalan masuk gang—dinilai mengganggu kenyamanan warga dan perlu segera ditertibkan.

Dari perwakilan tokoh masyarakat, Ama Irfan menyampaikan aspirasi yang menyentuh kebutuhan dasar dan ketahanan lingkungan. Ia menyoroti persoalan ketersediaan air bersih yang dirasakan belum merata dan menjadi kebutuhan mendesak warga.

Selain itu, Ama Irfan juga mendorong perlunya program pembinaan serta pelatihan teknis bagi kelompok tani dan nelayan setempat, guna meningkatkan kapasitas dan produktivitas ekonomi warga Lingkungan 3.

Isu ancaman kerusakan lingkungan juga menjadi sorotan tajam. Ia mengingatkan tentang laju abrasi pantai yang semakin mengkhawatirkan, di mana arus laut terus menggerus daratan di sepanjang garis pantai Kelurahan Ilir.

Kepada legislator ini, masyarakat meminta agar DPRD mendesak pemerintah daerah merancang langkah penanganan dan perlindungan pantai yang terukur dan tepat sasaran.

Menanggapi rentetan aspirasi dan keluhan yang disampaikan warga, Bachmansyah Sipahutar menegaskan sikap dan komitmennya. Ia menyadari bahwa di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang sedang digalakkan pemerintah pusat, tidak semua kebutuhan dapat dipenuhi seketika. Meski demikian, ia memastikan seluruh usulan tersebut akan masuk dalam daftar prioritas perjuangannya di lembaga legislatif.

“Di tengah kebijakan efisiensi yang diterapkan saat ini, kami berjanji akan terus menyuarakan dan memperjuangkan seluruh aspirasi ini. Baik melalui diskusi intensif serta koordinasi dengan dinas atau instansi terkait, maupun dengan memasukkannya ke dalam daftar Program Kegiatan (Pokir) DPRD yang akan kami bahas dan perjuangkan bersama pemerintah daerah,” tegas Bachmansyah di hadapan warga.

Pertemuan reses ini dihadiri langsung oleh Lurah Ilir, jajaran Kepala Lingkungan, para tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta puluhan warga masyarakat setempat.

Melalui agenda ini, diharapkan kesenjangan antara harapan masyarakat dan kinerja penyelenggara pemerintahan dapat dijembatani, serta solusi konkret demi perbaikan kesejahteraan dan kenyamanan hidup warga Kelurahan Ilir dapat segera terwujud. (N.Lase)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x