Sinergi TNI-Rakyat: Jembatan Modular Nias Utara Dibangun Meski Terbatas Sarana

Redaksi
8 Mei 2026 20:06
InfoNias 0 64
3 menit membaca

Nias Utara, matakeadilan.id //

Pembangunan Jembatan Modular di Desa Dahana Hiligodu, Kecamatan Namo Halu Esiwa, Kabupaten Nias Utara, sebagai wujud nyata pelaksanaan Program Karya Bhakti, terus berjalan bertahap dan terukur.

Hingga Jumat (08/05/2026), kemajuan fisik pembangunan telah mencapai 14,8 persen, meski dihadapkan pada berbagai tantangan teknis serta kendala alam yang melanda lokasi pekerjaan.

Berdasarkan laporan yang disampaikan Irfan Tanjung dari lokasi kegiatan kepada matakeadilan.id, pelaksanaan konstruksi ini berjalan berkat sinergitas kuat antarunsur terkait. Sebanyak 39 personil terlibat aktif dalam pekerjaan hari ini, yang terdiri dari 2 personil Yonzipur 1/DD, 30 personil Yon TP, 3 anggota Babinsa Koramil, 1 tenaga tukang, serta didukung partisipasi langsung 3 warga masyarakat yang bergotong royong guna mempercepat penyelesaian proyek strategis ini.

Fokus pekerjaan hari ini dititikberatkan pada pembentukan struktur awal, meliputi perakitan rangka besi dan pengangkutan batu-batu besar yang nantinya akan difungsikan sebagai bahan utama penahan pondasi konstruksi jembatan.

Berbagai peralatan dan bahan bangunan pendukung telah didatangkan dan dimanfaatkan secara maksimal, antara lain cangkul, sekop, molen, kawat licin, parang, serta material utama berupa pasir, batu, kerikil, 25 sak semen, dan besi beton berbagai ukuran mulai dari 10 mm hingga 14 mm.

Meski progres terus berjalan, masih terdapat sejumlah kendala yang menjadi catatan penting di lapangan. Material utama berupa komponen rangka jembatan modular dan alat berat berupa crane hingga kini belum tiba di lokasi. Selain itu, beberapa perlengkapan pendukung seperti sendok semen, rantai, belting, dan tambahan besi ukuran 12 mm juga belum tersedia.

Di samping keterbatasan peralatan, faktor cuaca pun menjadi tantangan tersendiri. Pada pagi hingga siang hari cuaca cukup mendukung pelaksanaan pekerjaan, namun sering kali berubah drastis dengan guyuran hujan lebat yang turun mulai sore hari, sehingga sempat menghambat laju pengerjaan.

Namun, keterbatasan tersebut sama sekali tidak menyurutkan semangat kerja sama dan jiwa pengabdian yang tinggi di lapangan.

“Kami terus berupaya memaksimalkan segala sesuatu yang telah tersedia. Hari ini kami fokus merakit besi dan melangsir bahan keras untuk pondasi penahan, agar nanti saat materiil utama jembatan modular tiba, struktur dasarnya sudah siap kokoh dan siap menerima beban,” demikian tertuang dalam laporan kegiatan yang disampaikan kepada Komandan di lokasi.

Menjawab tantangan yang ada, tim pelaksana telah menyusun rencana kerja untuk hari esok, Sabtu (09/05/2026), yang meliputi lanjutan perakitan besi, pengangkutan material batu, pengecoran pondasi, hingga pembuatan abutment atau dinding penyangga jembatan.

Pembangunan Jembatan Modular ini merupakan salah satu program unggulan dalam rangkaian Program Karya Bhakti. Kehadiran infrastruktur ini diharapkan mampu memutus keterisolasian wilayah, memperlancar akses antardesa, serta membuka peluang ekonomi masyarakat Desa Dahana Hiligodu dan sekitarnya. Nantinya, jembatan ini akan menjadi urat nadi penghubung wilayah yang selama ini sulit dijangkau, sehingga mobilitas warga dan distribusi hasil bumi menjadi jauh lebih cepat, mudah, dan aman.

Hingga berita ini diturunkan, tim pelaksana masih menunggu dukungan dan petunjuk lanjut terkait percepatan pengiriman materiil utama serta alat berat. Langkah ini dilakukan guna memastikan pembangunan Jembatan Modular dapat rampung tepat waktu dan memberikan manfaat maksimal bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Nias Utara. (N.Lase)

 

Sumber: Irfan Tanjung

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x