Usung Budaya Nias dan Ekonomi Kreatif, Bantaran Sungai Nou Masuk Verifikasi Kampung Kreatif

Redaksi
7 Okt 2026 21:23
InfoNias 0 69
4 menit membaca

Gunungsitoli, Matakeadilan.id //

Usulan pengembangan kawasan Bantaran Sungai Nou sebagai Kampung Kreatif memasuki tahapan Verifikasi dan Validasi Lapangan Program Kampung Kreatif Sumut Berkah Tahun 2026. Tahapan ini dilakukan setelah proposal Pemerintah Kota Gunungsitoli dinyatakan lolos dalam Rapat Pleno I Penilaian Proposal Program Kampung Kreatif Sumut Berkah.

Wakil Wali Kota Gunungsitoli, Martinus Lase, S.H., didampingi Sekretaris Daerah Kota Gunungsitoli, Andhika Perdana Laoly, S.STP., M.Si., CGCAE, menerima Tim Penjaringan Program Kampung Kreatif Sumut Berkah Provinsi Sumatera Utara di Ruang Rapat Center, Kantor Wali Kota Gunungsitoli, Rabu (7/10/2026).

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian verifikasi untuk melihat secara langsung kesiapan, kondisi, potensi, serta konsep pengembangan kawasan yang diusulkan Pemerintah Kota Gunungsitoli sebagai Kampung Kreatif.

Dalam pembahasan, Pemerintah Kota Gunungsitoli memaparkan kondisi dan potensi kawasan Bantaran Sungai Nou yang berada di Kelurahan Ilir dan Kelurahan Pasar, Kecamatan Gunungsitoli. Kawasan tersebut dihuni sekitar 1.756 jiwa atau 410 kepala keluarga, dengan karakteristik permukiman yang relatif padat dan aktivitas ekonomi masyarakat yang masih didominasi sektor informal.

Wakil Wali Kota Gunungsitoli menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan verifikasi dan validasi lapangan tersebut. Menurutnya, perhatian terhadap kawasan Bantaran Sungai Nou menjadi penting karena kawasan tersebut tidak hanya memiliki tantangan dalam aspek penataan lingkungan, tetapi juga menyimpan potensi masyarakat, ekonomi lokal, dan budaya Nias yang dapat dikembangkan secara terpadu.

Melalui proposal Program Kampung Kreatif Sumut Berkah, Pemerintah Kota Gunungsitoli mengusulkan konsep waterfront ekonomi kreatif berbasis budaya Nias. Konsep tersebut diarahkan untuk mengoptimalkan potensi kerajinan anyaman dan ukiran khas Nias, kuliner lokal, wisata budaya, serta wisata air sebagai bagian dari pengembangan aktivitas ekonomi masyarakat.

Rencana pengembangan kawasan juga mencakup penataan boardwalk dan ruang publik, pembangunan atau pengembangan dermaga wisata air, penataan fasad rumah menjadi ruang atau lapak UMKM, serta penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat.

Konsep tersebut tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik kawasan. Pemerintah Kota Gunungsitoli juga menempatkan aspek pemberdayaan masyarakat, penguatan UMKM, pelestarian budaya, serta penciptaan ruang ekonomi baru sebagai bagian penting dari pengembangan Kampung Kreatif.

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Gunungsitoli turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara atas perhatian dan dukungan terhadap pengembangan potensi daerah, termasuk kawasan di Kepulauan Nias.

Pemerintah Kota berharap proses verifikasi dan validasi lapangan dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi serta potensi Bantaran Sungai Nou. Dengan demikian, rencana pengembangan kawasan dapat dinilai secara objektif berdasarkan kondisi nyata di lapangan dan kebutuhan masyarakat.

Tim Penjaringan Program Kampung Kreatif Sumut Berkah Provinsi Sumatera Utara terdiri atas Kepala Bidang Pemerintahan Desa pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Sumatera Utara, Putra Sitepu; tenaga ahli arsitek dari Universitas Sumatera Utara, Anissa Widyadary; perwakilan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Sumatera Utara, Ahmad Siregar; serta staf DPMD Provinsi Sumatera Utara.

Usai pertemuan di Kantor Wali Kota Gunungsitoli, tim kemudian melanjutkan proses verifikasi dengan melakukan peninjauan langsung ke kawasan Bantaran Sungai Nou dan Kampung Cinta Damai di Jalan Sudirman, Lingkungan III, Kelurahan Pasar, Kecamatan Gunungsitoli.

Dalam peninjauan tersebut, tim melihat secara langsung kondisi kawasan, lingkungan permukiman, aksesibilitas, serta berbagai potensi yang menjadi bagian dari konsep pengembangan Kampung Kreatif yang diusulkan Pemerintah Kota Gunungsitoli.

Verifikasi lapangan tersebut menjadi momentum untuk mempertemukan konsep yang telah dituangkan dalam proposal dengan kondisi faktual di lapangan. Hasil peninjauan diharapkan dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam proses penilaian Program Kampung Kreatif Sumut Berkah Tahun 2026.

Apabila pengembangan tersebut nantinya dapat diwujudkan, kawasan Bantaran Sungai Nou diharapkan tidak hanya berkembang menjadi kawasan permukiman yang lebih tertata, tetapi juga menjadi ruang produktif bagi masyarakat untuk berkarya, mengembangkan usaha, memperkenalkan kekayaan budaya Nias, sekaligus menciptakan aktivitas ekonomi baru.

Pengembangan kawasan berbasis potensi lokal tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Gunungsitoli dalam mendorong peningkatan kualitas lingkungan, pemberdayaan masyarakat, penguatan ekonomi kreatif, serta pelestarian budaya lokal.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, perguruan tinggi, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan, Pemerintah Kota Gunungsitoli berharap potensi Bantaran Sungai Nou dapat dikembangkan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Upaya tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Gunungsitoli untuk mengoptimalkan potensi lokal dan menciptakan ruang pertumbuhan ekonomi masyarakat, sekaligus mendukung terwujudnya Gunungsitoli Hebat yang semakin maju, berdaya, dan berkelanjutan. (N.Lase)

 

Sumber : Kominfo Pemko Gunungsitoli 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x