Setelah Sempat Stop, Kini Pembangunan Ruko CBD Helvetia Mulai Beroperasi Lagi

Redaksi
13 Mei 2026 20:27
4 menit membaca

Deli Serdang, Matakeadilan.id //

Aktivitas pembangunan kawasan rumah toko CBD Helvetia di Jalan Veteran, Desa Manunggal, Kecamatan Labuhan Deli, kembali berlangsung setelah sempat mengalami penghentian sementara akibat proses administrasi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang belum rampung.

Kepastian terbitnya dokumen perizinan tersebut menghadirkan kelegaan bagi puluhan pekerja yang sebelumnya berada dalam ketidakpastian sumber penghasilan.

Suasana proyek yang beberapa hari lalu tampak lengang, kini kembali dipenuhi bunyi alat kerja dan mobilitas material bangunan. Pergerakan konstruksi kembali terlihat sejak proses administrasi dinyatakan tuntas oleh Pemerintah Kabupaten Deli Serdang melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.

Kondisi itu disambut antusias para pekerja harian yang selama penghentian proyek sempat menghadapi situasi sulit. Ketergantungan terhadap upah harian menjadikan terhentinya aktivitas pembangunan sebagai persoalan serius bagi keberlangsungan ekonomi keluarga mereka.

“Alhamdulillah, sekarang kami sudah dapat bekerja kembali. Paling tidak kebutuhan rumah tangga dapat terpenuhi lagi,” ujar Ahmad, salah seorang pekerja yang mewakili rekan-rekannya, Selasa (5/5/2026).

Ucapan syukur tersebut bukan tanpa alasan. Selama proyek berhenti, para pekerja dihadapkan pada situasi yang serba tidak menentu. Sebagian besar hanya mengandalkan penghasilan dari pekerjaan konstruksi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ketika aktivitas proyek dihentikan sementara, keresahan pun tidak dapat dihindarkan.

Menurut Ahmad, penghentian pekerjaan beberapa waktu lalu sempat memunculkan kekhawatiran di kalangan pekerja. Ketiadaan aktivitas lapangan menyebabkan pendapatan harian terputus.

Dalam situasi ekonomi yang terus bergerak dinamis, jeda pekerjaan selama beberapa hari saja telah memberi dampak signifikan terhadap kestabilan finansial keluarga pekerja.

“Waktu proyek berhenti, kami benar-benar bingung karena tidak ada pemasukan. Syukurlah pengurusan administrasi dapat segera diselesaikan sehingga pekerjaan kembali berjalan,” tuturnya.

Di lokasi proyek, geliat pembangunan kembali terlihat normal. Material bangunan kembali didatangkan, pekerja konstruksi kembali menempati titik-titik pengerjaan, sementara kendaraan pengangkut bahan bangunan keluar masuk area proyek. Situasi tersebut menjadi penanda bahwa tahapan pembangunan CBD Helvetia kembali memasuki fase operasional.

Keberlanjutan proyek dinilai memiliki arti penting, tidak hanya bagi pihak pengembang, melainkan juga bagi tenaga kerja yang menggantungkan penghasilan pada aktivitas konstruksi tersebut.

Dalam proyek pembangunan berskala menengah hingga besar, keberadaan pekerja harian merupakan bagian vital dari rantai ekonomi lokal yang bergerak secara langsung di lapangan.

Terpisah, juru bicara PT Sukses Unlimited Income Solution selaku pengembang proyek, J Siddik, memastikan seluruh dokumen Persetujuan Bangunan Gedung telah diterbitkan oleh Pemerintah Kabupaten Deli Serdang. Dengan keluarnya izin tersebut, aktivitas pembangunan kembali dijalankan secara penuh mulai pekan ini.

“Seluruh proses administrasi sudah berjalan dengan baik dan PBG telah diterbitkan. Karena itu pembangunan kembali dilanjutkan,” ujar J Siddik.

Pernyataan tersebut sekaligus menepis kekhawatiran mengenai keberlanjutan proyek yang sebelumnya sempat menjadi perhatian para pekerja maupun masyarakat sekitar lokasi pembangunan.

Penyelesaian administrasi dinilai menjadi titik penting dalam memastikan pembangunan berlangsung sesuai ketentuan yang berlaku.

Keberadaan Persetujuan Bangunan Gedung sendiri merupakan dokumen legal yang menjadi syarat utama dalam pelaksanaan pembangunan fisik. Dalam praktiknya, keberadaan PBG menjadi instrumen pengendali tata bangunan sekaligus bentuk kepastian hukum terhadap aktivitas konstruksi yang dilakukan pengembang.

Sempat terhentinya proyek CBD Helvetia menunjukkan bahwa aspek administrasi dalam pembangunan tidak dapat dipandang sebagai formalitas semata.

Kelengkapan dokumen menjadi faktor yang menentukan keberlangsungan proyek, termasuk terhadap nasib para pekerja yang berada di balik aktivitas konstruksi tersebut.

Bagi para pekerja, dibukanya kembali proyek bukan hanya soal melanjutkan pekerjaan fisik pembangunan. Situasi tersebut juga berkaitan langsung dengan keberlanjutan kebutuhan rumah tangga, biaya pendidikan anak, hingga pemenuhan kebutuhan harian yang selama ini bergantung pada upah kerja lapangan.

Di tengah tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat sektor informal, keberlangsungan proyek konstruksi memiliki dampak sosial yang cukup besar.

Aktivitas pembangunan menciptakan perputaran ekonomi bagi pekerja harian, pedagang sekitar proyek, hingga distribusi material bangunan yang melibatkan banyak pihak.

Kembalinya operasional pembangunan CBD Helvetia pun menghadirkan optimisme baru bagi para pekerja. Setelah beberapa hari dihantui ketidakpastian, kini mereka kembali menatap pekerjaan dengan suasana berbeda.

Senyum para pekerja terlihat kembali mengisi area proyek yang sebelumnya sempat sunyi akibat penghentian aktivitas sementara.

Dengan diterbitkannya PBG oleh Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, pembangunan kawasan rumah toko tersebut kini memasuki babak baru.

Aktivitas konstruksi kembali berjalan, roda ekonomi pekerja kembali berputar, sementara proyek CBD Helvetia kembali melanjutkan proses pembangunannya di kawasan Jalan Veteran, Desa Manunggal, Labuhan Deli. (MK/rel)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x