Perkuat Kualitas & Digitalisasi, Hardiknas 2026 Tekankan Transformasi Pendidikan

Redaksi
2 Mei 2026 11:11
InfoNias 0 96
3 menit membaca

Gunungsitoli, Matakeadilan.id //

Pendidikan bukan sekadar rutinitas, melainkan fondasi utama kemajuan bangsa. Pernyataan ini ditegaskan Wali Kota Gunungsitoli, Sowa’a Laoli, S.E., M.Si., saat membacakan sambutan resmi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah dalam upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di halaman Kantor Wali Kota, Sabtu (2/5).

Peringatan Hardiknas bukan sekadar seremonial belaka, melainkan momen krusial untuk mengevaluasi dan memperkuat kembali strategi pembangunan sumber daya manusia. Pendidikan diposisikan sebagai instrumen utama “memanusiakan manusia” — mencetak individu yang tidak hanya cerdas, tetapi berkarakter kuat dan beradab.

Berlandaskan filosofi luhur Ki Hajar Dewantara, pembangunan pendidikan berpijak pada tiga pilar utama: Asah (ilmu pengetahuan), Asih (nilai kasih), dan Asuh (pembinaan karakter). Tiga nilai ini menjadi pisau analisis bahwa pendidikan tanpa moralitas hanyalah kesia-siaan. Oleh sebab itu, fokus utama adalah melahirkan generasi cerdas sekaligus berakhlak mulia.

Secara hukum dan konstitusi, amanat UUD 1945 serta UU Sisdiknas menegaskan peran strategis pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Tujuannya jelas: melahirkan insan Indonesia yang beriman, mandiri, cerdas, dan bertanggung jawab penuh terhadap masa depan negaranya.

Untuk mewujudkan Indonesia Maju, pemerintah menerobos pola lama dengan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning). Metode ini menekankan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah nyata, bukan sekadar menghafal teori semata. Transformasi ini diperkuat dengan revitalisasi serta digitalisasi sekolah, guna menciptakan ekosistem belajar yang modern dan adaptif.

Pemerintah juga menempatkan guru sebagai ujung tombak perubahan. Kompetensi dan kesejahteraan pendidik menjadi prioritas mutlak, karena merekalah agen perubahan yang membentuk karakter bangsa ini.

Di tingkat daerah, Pemerintah Kota Gunungsitoli menyatakan sikap tegas: Pendidikan adalah prioritas utama. Dukungan penuh akan terus digulirkan melalui kolaborasi sinergis antara pemerintah, pendidik, orang tua, dan masyarakat. Ini adalah kunci untuk melahirkan generasi tangguh yang siap bersaing di kancah nasional maupun global.

Mengusung tema “Bergerak Bersama, Lanjutkan Merdeka Belajar untuk Masa Depan Indonesia yang Lebih Baik”, Hardiknas tahun ini menjadi titik tolak untuk mempercepat inovasi dan peningkatan kualitas pendidikan.

Penghormatan Bagi Pengabdi Pendidikan

Dalam momen yang penuh haru dan penghargaan, Wali Kota secara resmi menyerahkan Surat Keputusan Pensiun kepada tujuh pendidik yang telah mengabdi sepanjang hayatnya mencerdaskan generasi Gunungsitoli, yaitu:

1. Yaterorogö Gea, A.Ma.Pd.

2. Megaria Murni Wati Gulo, S.Pd.

3. Ramona Zebua, S.Pd.

4. Meriani Gea, S.Pd.SD

5. Amoni Zebua, S.Pd.SD

6. Sukmawati Lase, S.Pd.

7. Senti Sitompul, S.Pd.SD

Upacara ini dihadiri oleh unsur pimpinan utama daerah dan instansi vertikal, meliputi Kapolres Nias, Dandim 0213/Nias, Anggota DPRD Kota Gunungsitoli, Sekretaris Daerah, Kepala Basarnas, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XIII Nias, serta para kepala perangkat daerah dan tamu undangan lainnya.(N.Lase)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x