Wali Kota Gunungsitoli Temui Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Sampaikan Kebutuhan Wilayah

Redaksi
7 Mei 2026 13:43
InfoNias 0 4
2 menit membaca

Gunungsitoli, Matakeadilan.id //

Wali Kota Gunungsitoli, Sowa’a Laoli, S.E., M.Si., melakukan kunjungan kerja dan audiensi resmi dengan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sanjaya, di Kantor Pusat Badan Gizi Nasional, Jakarta Pusat, Rabu (6/5/2026).

Pertemuan strategis ini dilaksanakan dalam rangka menyampaikan permohonan dukungan dan perhatian khusus, khususnya terkait rencana perluasan layanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kota Gunungsitoli.

Tujuannya agar manfaat program strategis nasional ini dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat yang menjadi sasaran.

Dalam pemaparannya, Wali Kota menyampaikan bahwa hingga saat ini, pelayanan di Kota Gunungsitoli baru dilaksanakan melalui 16 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Namun, capaian tersebut dinilai belum maksimal karena masih banyak wilayah dan kelompok masyarakat yang belum mendapatkan akses layanan.

Berdasarkan data terbaru Pemerintah Kota Gunungsitoli per tanggal 6 Mei 2026, tercatat masih terdapat 45 satuan pendidikan yang terdiri dari jenjang PAUD, SD, dan SMP yang belum tercover program ini. Jumlah ini mencakup 2.318 siswa beserta 385 guru dan tenaga kependidikan yang masih menunggu kehadiran program ini.

Selain sektor pendidikan, dari sisi kesehatan dan keluarga, tercatat sebanyak 59 desa juga belum mendapatkan layanan. Total sasaran yang belum terlayani meliputi 3.797 balita, 303 ibu hamil, dan 862 ibu menyusui.

Pemerintah Kota Gunungsitoli juga menyoroti kondisi khusus di wilayah kategori 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal). Tercatat ada tiga desa yang telah ditetapkan sebagai lokasi SPPG wilayah 3T, namun hingga saat ini belum mendapatkan alokasi layanan. Ketiga desa tersebut adalah Desa Tuhegeo II, Desa Ononamolo II, dan Desa Onozikho.

“Wilayah 3T ini justru membutuhkan perhatian lebih dan prioritas utama, agar tidak terjadi ketimpangan pelayanan dengan wilayah kota,” tegas Sowa’a Laoli.

Melalui audiensi ini, Pemerintah Kota Gunungsitoli berharap mendapatkan respon positif dari Badan Gizi Nasional. Diharapkan adanya dukungan untuk optimalisasi kinerja SPPG yang sudah berjalan, serta percepatan pembentukan SPPG baru, terutama di titik-titik yang masih kosong dan wilayah 3T.

“Kami berkomitmen penuh mendukung program pusat, namun tentu membutuhkan sinergi agar targetnya bisa terpenuhi. Harapannya, tidak ada lagi anak-anak dan ibu hamil yang tertinggal, sehingga seluruh warga Gunungsitoli dapat merasakan manfaat gizi yang baik dan seimbang,” tutup Wali Kota. (N.Lase)

 

Sumber : Walikota Gunungsitoli 

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x