Menggali dari Dalam Bumi, Menghadirkan Kehidupan : Air Bersih Jawab Doa 317 Jiwa di Ujung Kepulauan

Redaksi
14 Jun 2026 18:52
InfoNias 0 231
3 menit membaca

Nias Selatan, Matakeadilan.id // 

Jauh terpisah dari hingar‑bingar kota, dikelilingi luasnya samudra yang membentang tak bertepi, Desa Adam di gugusan Pulau‑pulau Batu menyimpan sebuah kisah perjuangan yang tak banyak diketahui orang. Selama puluhan tahun, kebutuhan paling mendasar bagi kehidupan masyarakat akan air bersih, terasa begitu mahal dan sulit didapatkan oleh warganya.

Namun kini, secercah cahaya harapan mulai tergali perlahan dari dalam perut bumi. Melalui Program Karya Bakti TNI Angkatan Darat Skala Besar Tahun 2026, jajaran Kodam I/Bukit Barisan, Korem 023/Kawal Samudera, serta Kodim 0213/Nias mengerahkan segenap kemampuan personel Koramil 13/Pulau‑pulau Batu untuk hadir mengabdi.

Pada Sabtu (13/06/2026), kegiatan ini menyentuh hingga ke pelosok paling terpencil, tepatnya di Desa Adam, Kecamatan Pulau‑pulau Batu Timur, guna mewujudkan apa yang telah lama didambakan oleh hati setiap keluarga di sana.

Di desa ini tinggal 71 kepala keluarga atau setara dengan 317 jiwa. Selama ini, mendapatkan air bersih ibarat meraih bintang di langit. Setiap pagi hingga sore, para ibu harus melangkahkan kaki berjam‑jam, menyusuri jalan berbatu dan lereng yang terjal, memikul beban berat hanya untuk membawa pulang seember air yang kejernihan dan kebersihannya pun belum tentu terjamin.

Ketika musim kemarau tiba, penderitaan ini terasa semakin menyulitkan warga karena sumber air menyusut hingga nyaris habis, kebutuhan sehari‑hari terhambat, dan risiko berbagai penyakit selalu mengintai ketenangan rumah tangga.

Menyaksikan kenyataan yang memilukan itu, para prajurit TNI AD turun tangan sepenuh hati. Mereka mulai melakukan pengeboran sumur hingga mencapai kedalaman 60 meter, menembus lapisan‑lapisan bumi dengan penuh keyakinan, berharap menemukan sumber air tanah yang jernih, melimpah, dan dapat diandalkan sepanjang masa.

Hingga hari ini, proses pengeboran terus dilanjutkan sesuai rencana. Sementara itu, pekerjaan tahap lainnya yang meliputi pembuatan menara air dan bak penampungan, pemasangan instalasi listrik, serta pembangunan tempat pengambilan air, baru akan dimulai setelah keberadaan sumber air dipastikan secara nyata, sehingga saat ini masih dalam tahap persiapan.

Lebih dari sekadar pekerjaan teknis semata, karya bakti ini adalah wujud nyata bahwa negara tak pernah lupa dan tak pernah memandang jarak. Setiap meter tanah yang digali, setiap tetes keringat yang jatuh, adalah jawaban atas doa‑doa yang selama ini dipanjatkan dalam keheningan.

Ini adalah langkah nyata untuk meringankan beban berat yang telah dipikul bertahun‑tahun, melindungi kesehatan setiap anggota keluarga, serta membuka jalan bagi anak‑anak agar dapat tumbuh sehat, belajar dengan tenang, dan meraih masa depan yang lebih cerah.

Nantinya, ketika air bersih itu akhirnya mengalir deras ke setiap sudut desa, sumur ini tak hanya akan menjadi sumber kehidupan. Ia akan menjadi saksi bisu: bahwa meski berada di ujung pulau yang terpisah jauh, tak satu pun warga negara yang terabaikan. Perhatian, pengabdian, dan harapan pun mengalir deras, menyegarkan hati dan membawa kebahagiaan baru bagi seluruh penghuni Desa Adam. (N.Lase)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x