Foto : Ketua Dekranasda Kota Gunungsitoli, Ny. Veny Sowa’a Laoli, bersama jajaran saat menghadiri pelatihan menenun Ladari di Desa Iraonogeba, Senin (5/10/2026).Gunungsitoli, Matakeadilan.id //
Pemerintah Kota Gunungsitoli terus mendorong pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan keterampilan dan pengembangan potensi sumber daya lokal. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Keterampilan Menenun Ladari bagi anggota PKK Desa Iraonogeba, Kecamatan Gunungsitoli, yang dilaksanakan di Kantor Desa Iraonogeba, Senin (5/10/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Dekranasda Kota Gunungsitoli, Ny. Veny Sowa’a Laoli, didampingi Staf Ahli I TP PKK Kota Gunungsitoli, Fatinasa Zalukhu, serta Ketua DWP Kota Gunungsitoli, Ny. Pitha Andhika P. Laoly.
Turut hadir perwakilan Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Ketenagakerjaan Kota Gunungsitoli, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, pengurus Dekranasda, serta pengurus TP PKK Kota Gunungsitoli.
Pelatihan tersebut diikuti oleh 10 anggota PKK Desa Iraonogeba dan dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Iraonogeba Tahun Anggaran 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Desa dalam membuka akses peningkatan kapasitas masyarakat, khususnya melalui keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif.
Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan pembekalan sekaligus praktik langsung teknik menenun Ladari dengan Faozisokhi Laia sebagai narasumber sekaligus instruktur.
Melalui metode praktik, peserta diharapkan mampu memahami teknik dasar menenun, mempraktikkannya secara mandiri, serta mengembangkan keterampilan tersebut secara berkelanjutan.
Kepala Desa Iraonogeba, Tonazaro Telaumbanua, mengharapkan peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menguasai keterampilan menenun.
“Harapan kami, keterampilan yang diperoleh tidak berhenti setelah pelatihan, tetapi terus dipraktikkan dan dikembangkan sehingga dapat memberikan manfaat bagi peserta maupun keluarga,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Gunungsitoli, Ny. Veny Sowa’a Laoli, mendorong peserta agar menjadikan pelatihan tersebut sebagai langkah awal untuk mengembangkan keterampilan menjadi karya yang memiliki nilai ekonomi, tanpa meninggalkan kekhasan budaya lokal.
Ia juga mengingatkan pentingnya konsistensi dalam berlatih, menjaga kualitas hasil tenun, serta terus berinovasi agar produk kerajinan lokal memiliki nilai tambah dan mampu bersaing.
Menurutnya, keberlanjutan kerajinan lokal tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh keberadaan generasi penerus yang memiliki keterampilan dan kemauan untuk melestarikannya.
“Regenerasi perajin menjadi bagian penting agar keterampilan menenun tetap hidup dan berkembang. Karena itu, peserta diharapkan dapat menjadi bagian dari lahirnya perajin-perajin baru di Kota Gunungsitoli,” ujarnya.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Ketua BPD Iraonogeba, Rinudin Telaumbanua. Ia menyambut positif pelatihan yang memberikan ruang bagi masyarakat untuk meningkatkan keterampilan sekaligus mengembangkan potensi yang dimiliki desa.
Pengembangan keterampilan menenun Ladari diharapkan tidak berhenti pada aspek pelatihan, tetapi dapat dilanjutkan melalui peningkatan kualitas produk, pengembangan desain, penguatan pemasaran, hingga perluasan akses pasar.
Dengan demikian, keterampilan yang diperoleh peserta berpeluang berkembang menjadi kegiatan produktif yang memberikan nilai tambah dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Di sisi lain, pengembangan kerajinan berbasis potensi lokal juga memiliki nilai strategis dalam menjaga keberlanjutan budaya. Keterampilan menenun Ladari tidak hanya dapat menghasilkan produk bernilai ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mempertahankan kekayaan budaya lokal agar tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Melalui sinergi Pemerintah Kota Gunungsitoli, Pemerintah Desa, Dekranasda, TP PKK, perangkat daerah, dan masyarakat, pelatihan menenun Ladari diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat keterampilan perempuan, menumbuhkan perajin baru, mengembangkan potensi ekonomi desa, serta melestarikan kerajinan dan budaya lokal menuju masyarakat Gunungsitoli yang semakin produktif dan berdaya. (N.Lase)
Sumber : Kominfo Pemko Gunungsitoli


Tidak ada komentar