Johanes Sitohang Bawa Semangat Perubahan, Baringin Natam Didorong Menuju Desa Maju dan Makmur

Redaksi
5 Sep 2026 18:26
Headline 0 184
4 menit membaca

Baringin Natam, Matakeadilan.id //

Pesta demokrasi tingkat desa di Kabupaten Humbang Hasundutan mulai menyita perhatian masyarakat. Menjelang pelaksanan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) pada 22 Oktober 2026, Desa Baringin Natam, Kecamatan Parlitan, menjadi salah satu wilayah yang dipandang memiliki dinamika politik desa cukup menarik.

Desa yang berjarak sekitar 30 kilometer dari Doloksanggul, ibu kota Kabupaten Humbang Hasundutan, itu menghadirkan empat calon kepala desa. Mereka terdiri atas Johanes Sitohang dan Sabam dari keluarga besar merga Sitohang, serta HPS Siringo dan G. Siringo dari keluarga besar marga Siringo-ringo.

Di antara nama-nama tersebut, sosok Johanes Sitohang mendapat perhatian karena membawa gagasan perubahan dengan menempatkan kemajuan desa, pemberdayaan masyarakat dan kolaborasi sebagai fondasi utama pembangunan.

Putra asli Kampung Huta gudang tersebut bukan sosok yang asing bagi masyarakat Parlilitan. Ia merupakan putra mantan kepala Desa Baringin yang ketokohannya masih dikenal masyarakat. Pengalaman sosial dan kedekatannya dengan kehidupan masyarakat desa menjadi modal untuk memahami persoalan sekaligus potensi yang dimiliki Baringin Natam.

Johanes juga dikenal sebagai penatua gereja sekaligus raja adat di kampungnya. Dukungan terhadap pencalonannya bahkan telah diperlihatkan melalui kebersamaan sejumlah kelompok masyarakat dalam doa bersama dan pemberangkatan sosialisasi. Kampung Sitohang, keluarga besar Silaban, serta keluarga besar Manullang disebut turut merajut kebersamaan untuk memberikan dukungan terhadap pencalonannya.

Bagi Johanes, pencalonan kepala desa bukan sekadar pertarungan mendapatkan jabatan. Kontestasi tersebut dipandang sebagai momentum untuk membangun kesadaran kolektif bahwa masa depan Baringin Natam harus dirancang melalui kebersamaan.

Dalam komunikasi dengan media melalui WhatsApp, Sabtu (5/9/2026) Johanes menyampaikan rasa syukur atas dukungan masyarakat dan kerja keras para relawan.

“Saya merasa bersyukur, puji Tuhan dengan kekompakan tim sukses dan relawan yang telah menjalin kesepakatan bersama untuk memajukan Desa Baringin Natam ke depan. Pembangunan nasional saat ini sesuai arahan pemerintah pusat harus dimulai dari desa. Kita akan memberdayakan seluruh sumber daya desa dan berkolaborasi bersama pemerintah kabupaten serta desa tetangga seperti Desa Pusuk 1 dan Desa Baringin Pasar. Saya yakin kita akan berhasil membangun Baringin Natam nantinya. Kami mohon dukungan seluruh masyarakat Baringin Natam,” ujar Johanes.

Gagasan kolaborasi tersebut menjadi salah satu pesan utama yang terus dikedepankan. Menurutnya, desa tidak dapat berkembang apabila pembangunan hanya mengandalkan kekuatan internal. Sinergi antara pemerintah desa, pemerintah kecamatan, Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan dan desa-desa sekitar diperlukan agar potensi ekonomi, infrastruktur, sumber daya manusia serta kehidupan sosial masyarakat dapat berkembang secara berkelanjutan.

Semangat itu sekaligus menempatkan masyarakat sebagai subjek pembangunan. Baringin Natam diharapkan tidak hanya memiliki pembangunan fisik, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan warga melalui optimalisasi potensi desa dan pemberdayaan masyarakat.

Johanes juga mengingatkan seluruh pendukung agar menjaga suasana Pilkades tetap aman, tertib dan bermartabat. Ia menilai perbedaan pilihan merupakan bagian dari demokrasi yang harus dihormati.

“Kita harus saling menjaga kebersamaan, keamanan dan ketertiban di desa. Ini kontestasi menuju kemajuan, bukan ajang adu jago ataupun ajang membagikan uang. Masyarakat desa harus kita cintai dengan kasih sayang, bukan hanya dengan berbagi uang. Yang terpenting adalah kebersamaan,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh pihak mematuhi tahapan dan ketentuan yang telah ditetapkan Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan. Menurutnya, seluruh calon memiliki ruang yang sama untuk menyampaikan gagasan sesuai mekanisme yang berlaku.

Dengan pendekatan tersebut, Johanes Sitohang berupaya menjadikan Pilkades Baringin Natam sebagai momentum memperkuat persaudaraan. Baginya, kemenangan dalam kontestasi bukan tujuan akhir. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana seluruh elemen masyarakat dapat kembali bersatu setelah pemilihan dan bersama-sama mengawal pembangunan desa.

Baringin Natam kini berada di persimpangsn penting. Pilihan masyarakat pada 22 Oktober 2026 tidak hanya menentukan siapa yang akan memimpin pemerintahan desa, tetapi juga menjadi penentu arah pembangunan dan pengelolaan potensi desa dalam beberapa tahun mendatang.

Di tengah kompetisi empat calon, Johanes Sitohang membawa satu pesan yang terus digaungkan: perubahan tidak lahir dari pertentangan, melainkan dari keberanian untuk berjuang bersama, membangun kolaborasi dan menempatkan kemakmuran masyarakat sebagai tujuan utama. (red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x