Foto : Wali Kota Gunungsitoli Sowa’a Laoli bersama jajaran Pemko Gunungsitoli saat audiensi dengan Kemendes PDT di Jakarta, Kamis (13/8/2026), membahas percepatan pembangunan 98 desa.Gunungsitoli, Matakeadilan.id //
Wali Kota Gunungsitoli, Sowa’a Laoli, S.E., M.Si., memperkuat koordinasi dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) dalam rangka mendorong percepatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa di Kota Gunungsitoli.
Upaya tersebut dilakukan melalui audiensi Wali Kota Gunungsitoli bersama Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kota Gunungsitoli, Mario Otomosi Zebua, S.H., M.Si., dengan Direktur Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan Kemendes PDT, Friendly Parulian Sihotang, S.Sos., M.T., serta Direktur Pengembangan Sosial Budaya dan Lingkungan Desa dan Perdesaan, Drs. Andrey Ikhsan Lubis, M.Si.
Pertemuan yang berlangsung di Kantor Direktorat Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan, Kemendes PDT, Jakarta Selatan, Kamis (13/8/2026), menjadi bagian dari langkah Pemerintah Kota Gunungsitoli memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dalam mendukung pembangunan desa secara berkelanjutan.
Dalam audiensi tersebut, sejumlah aspek strategis pembangunan desa menjadi perhatian, mulai dari penguatan kelembagaan desa, pemberdayaan masyarakat, pengembangan potensi dan ekonomi desa, penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa), hingga peningkatan kapasitas aparatur pemerintahan desa.
Wali Kota Gunungsitoli juga menyampaikan berbagai potensi sekaligus kebutuhan pembangunan yang dihadapi desa-desa di wilayah Kota Gunungsitoli.
Pemerintah Kota berharap dukungan dan kolaborasi pemerintah pusat dapat semakin memperkuat pelaksanaan berbagai program pembangunan sehingga memberikan dampak yang lebih nyata bagi masyarakat.
“Pembangunan desa harus dilaksanakan secara terarah dan berkelanjutan dengan mengoptimalkan potensi yang dimiliki masing-masing desa. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat sangat penting untuk memastikan program pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Sowa’a Laoli.
Ia menegaskan, pembangunan desa tidak hanya berorientasi pada peningkatan infrastruktur, tetapi juga harus dibarengi dengan penguatan sumber daya manusia, kelembagaan, ekonomi masyarakat, serta pengembangan potensi lokal.
Dengan dukungan dan kolaborasi lintas sektor, Pemerintah Kota Gunungsitoli optimistis pembangunan di 98 desa dapat terus ditingkatkan sehingga mampu mendorong kemandirian ekonomi, memperkuat pelayanan kepada masyarakat, serta meningkatkan kesejahteraan warga desa.
Audiensi tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperluas ruang kolaborasi antara Pemerintah Kota Gunungsitoli dan Kemendes PDT, khususnya dalam mengoptimalkan berbagai program pembangunan desa yang selaras dengan kebutuhan masyarakat di wilayah Kepulauan Nias. (N.Lase)
Sumber : Kominfo Pemko Gunungsitoli


Tidak ada komentar