Kampung Kreatif Sumut Berkah 2026, Pemko Gunungsitoli Siapkan Potensi Bantaran Sungai Nou

Redaksi
2 Okt 2026 22:13
InfoNias 0 72
3 menit membaca

Gunungsitoli, Matakeadilan.id //

Pemerintah Kota Gunungsitoli mematangkan persiapan menghadapi Verifikasi dan Validasi Lapangan Program Kampung Kreatif Sumut Berkah Tahun 2026. Persiapan tersebut dibahas melalui rapat koordinasi lintas perangkat daerah yang dipimpin Sekretaris Daerah Kota Gunungsitoli Andhika Perdana Laoly, S.STP., M.Si., CGCAE, di Ruang Rapat Center Kantor Wali Kota Gunungsitoli, Kamis (1/10/2026).

Rapat tersebut merupakan tindak lanjut hasil Rapat Pleno I Penilaian Proposal Program Kampung Kreatif Sumut Berkah. Dalam tahapan penilaian tersebut, usulan Pemerintah Kota Gunungsitoli dinyatakan lolos untuk mengikuti Verifikasi dan Validasi Lapangan oleh Tim Penjaringan Provinsi Sumatera Utara.

Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, Verifikasi dan Validasi Lapangan untuk Kota Gunungsitoli akan dilaksanakan pada Rabu, 7 Oktober 2026, pukul 09.00 WIB, dengan lokasi di Kelurahan Ilir.

Dalam rapat koordinasi, Sekda bersama perangkat daerah terkait membahas berbagai kebutuhan persiapan, mulai dari penyempurnaan bahan ekspose, kelengkapan data dukung, hingga kesiapan lokasi yang akan menjadi bagian dari proses klarifikasi lapangan.

Tahapan verifikasi dan validasi tersebut meliputi Entry Meeting, berupa pemaparan Pemerintah Kota Gunungsitoli, yang kemudian dilanjutkan dengan klarifikasi dan peninjauan kondisi lapangan.

Sekda mengarahkan agar bahan ekspose yang akan disampaikan Pemerintah Kota Gunungsitoli disempurnakan berdasarkan hasil pembahasan dan dikoordinasikan bersama Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida).

Selain itu, kesiapan lokasi Kampung Kreatif juga menjadi perhatian untuk memastikan kondisi lapangan selaras dengan konsep dan usulan yang telah disampaikan dalam proposal.

Persiapan lokasi dikoordinasikan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) bersama Bapperida, camat, dan lurah. Koordinasi tersebut diarahkan untuk memastikan kesiapan kawasan, data, serta berbagai aspek pendukung lainnya dapat menggambarkan rencana pengembangan Kampung Kreatif secara utuh.

Dalam proposal yang diajukan, kawasan Bantaran Sungai Nou di Kelurahan Ilir diusulkan untuk dikembangkan sebagai Kampung Kreatif berbasis ekonomi lokal dan budaya Nias.

Kawasan tersebut memiliki karakteristik permukiman yang cukup padat, dengan aktivitas ekonomi masyarakat yang masih didominasi sektor informal, namun memiliki potensi untuk dikembangkan secara lebih terarah.

Berdasarkan data dalam proposal, kawasan tersebut dihuni sekitar 1.756 jiwa atau 410 kepala keluarga. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam konsep pengembangan kawasan, khususnya melalui penguatan ekonomi masyarakat, penataan lingkungan, dan optimalisasi potensi lokal.

Konsep yang diusulkan mengusung pengembangan waterfront ekonomi kreatif berbasis budaya Nias, dengan potensi pengembangan pada sektor kerajinan anyaman dan ukiran khas Nias, kuliner lokal, serta wisata budaya dan wisata air.

Sejumlah strategi pengembangan juga tercantum dalam proposal, antara lain penataan boardwalk dan ruang publik, pengembangan dermaga wisata air, penataan fasad rumah sebagai ruang atau lapak UMKM, serta penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat.

Pengembangan tersebut diarahkan untuk mengintegrasikan penataan kawasan dengan pemberdayaan masyarakat dan peningkatan aktivitas ekonomi lokal, sehingga potensi yang dimiliki kawasan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Sekda menekankan pentingnya sinergi lintas perangkat daerah dalam menghadapi tahapan verifikasi. Menurutnya, seluruh bahan ekspose dan data pendukung perlu dipastikan memiliki kesesuaian dengan proposal serta kondisi faktual di lapangan.

Kesiapan tersebut menjadi penting agar setiap potensi, program, dan rencana pengembangan yang diusulkan dapat dijelaskan secara utuh kepada Tim Penjaringan Provinsi Sumatera Utara pada saat pelaksanaan verifikasi dan validasi.

Bagi Pemerintah Kota Gunungsitoli, usulan Kampung Kreatif di kawasan Bantaran Sungai Nou merupakan bagian dari upaya mengembangkan potensi ekonomi lokal sekaligus memperkuat identitas budaya Nias. Pengembangan kawasan diharapkan dapat membuka ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha kreatif, meningkatkan aktivitas ekonomi, serta mendorong terciptanya lingkungan yang lebih tertata.

Dengan persiapan bahan ekspose, data pendukung, dan kondisi lokasi secara terpadu, Pemerintah Kota Gunungsitoli terus mematangkan seluruh kebutuhan menjelang pelaksanaan Verifikasi dan Validasi Lapangan Program Kampung Kreatif Sumut Berkah Tahun 2026 pada 7 Oktober 2026.

Gunungsitoli Hebat, bertumbuh melalui potensi lokal, kreativitas, dan pemberdayaan masyarakat.(N.Lase)

 

Sumber : Kominfo Pemko Gunungsitoli

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x