Pastikan Manfaat Berkelanjutan: Tim Wasev TNI AD Pantau Karya Bakti di Wilayah Kepulauan Nias

Redaksi
25 Jun 2026 02:19
InfoNias 0 259
2 menit membaca

Gunungsitoli, Matakeadilan.id //

Tim Pengawasan dan Evaluasi Kegiatan Karya Bakti TNI AD Untuk Rakyat Tahun 2026 melaksanakan kunjungan kerja ke Markas Kodim 0213/Nias, Rabu (24/6). Kunjungan ini bertujuan melakukan supervisi, pemantauan, dan penilaian menyeluruh terhadap pelaksanaan program pembangunan yang sedang berlangsung di sejumlah titik wilayah Kepulauan Nias.

Rombongan dipimpin langsung Brigjen TNI Fadjar Tjahyono, S.I.P., didampingi Letkol Czi Elvis Riswantoro, S.T., Kapten Cpn R. Aries Munandar, S.T.Han., M.Si., serta Peltu Ade Dermawan. Sesaat setelah tiba, ketua tim menerima penghormatan pasukan, dilanjutkan penerimaan hormat jajar.

Kehadiran rombongan disambut Komandan Kodim 0213/Nias Letkol Inf Saampe T. Butar Butar, S.I.P., didampingi Kepala Staf Kodim, unsur staf, Komandan Zibatan Sibolga, serta para Komandan Rayon Militer se‑wilayah.

Dalam paparan pelaksanaan, Dandim memaparkan rincian sasaran fisik Karya Bakti: pembangunan 5 unit Jembatan Bailey, 14 unit jembatan Aramco, 5 unit jembatan perintis, 4 unit jembatan beton; rehabilitasi 50 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), 9 gedung sekolah, dan 6 rumah ibadah; pembangunan 139 titik sumur bor, 2 ruas jalan, 2 titik pipanisasi air bersih, serta 2 titik Satuan Pelayanan Pengobatan Gratis (SPPG) daerah 3T. Selain itu, dilakukan penghijauan melalui penanaman 5.000 pohon.

Tersedia pula sasaran tambahan: 3 unit jembatan perintis, 4 unit Jembatan Bailey, dan 2 unit jembatan beton yang tersebar di berbagai kecamatan.

Di bidang sosial, program mencakup operasi bibir sumbing, operasi katarak, penyediaan alat bantu jalan bagi penyandang disabilitas, serta pembinaan generasi muda melalui Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) yang melibatkan 250 siswa‑siswi tingkat SMA sederajat.

Brigjen TNI Fadjar Tjahyono dalam arahannya menegaskan, keberadaan TNI memiliki makna strategis dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat lewat program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga.

“Kita punya potensi besar untuk berkontribusi nyata. Saya yakin seluruh personel Satgas telah bekerja maksimal. Kehadiran tim pengawasan bukan sekadar menilai, melainkan membangun komunikasi dua arah, mendengar kendala lapangan, dan bersama‑sama mencari solusi agar pekerjaan yang belum selesai dapat dimaksimalkan waktunya,” tegasnya.

Sebagai Koordinator Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Wilayah Sumatera Utara, ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas unsur agar hambatan dapat diatasi dan seluruh sasaran selesai tepat waktu, berkualitas, serta bermanfaat berkelanjutan bagi masyarakat Kepulauan Nias. (N.Lase)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x