Setiap Malam yang Penuh Gelisah Berakhir di Balik Rumah yang Memberi Ketenangan 

Redaksi
21 Jun 2026 19:12
InfoNias 0 21
2 menit membaca

Nias Selatan, Matakeadilan.id //

Semangat melayani tak pernah mengenal batas jarak maupun medan yang sulit. Di kejauhan Desa Bawofanayama, Kecamatan Fanayama, kabar gembira perlahan menyapa. Personel Satgas Pembangunan “Karya Bakti TNI” Skala Besar Tahun 2026 dari jajaran Kodam I/Bukit Barisan, Korem 023/Kawal Samudra, wilayah kerja Kodim 0213/Nias, kembali hadir di tengah masyarakat.

Mereka melanjutkan tugas mulia mengubah tempat tinggal yang sederhana dan kurang aman milik keluarga Bazimoi Manao, tempat yang selama ini tak mampu memberikan perlindungan sempurna, menjadi rumah yang kokoh, nyaman, dan pantas ditinggali, Sabtu (20/6/2026).

Dahulu, setiap kali mendung mulai berkumpul di langit dan angin bertiup kencang, hati keluarga ini pun ikut berdebar. Mereka harus menahan gelisah menanti hujan reda, khawatir atap yang bolong atau dinding yang goyah tak sanggup menahan derasnya air. Namun hari ini, pemandangan itu perlahan berubah menjadi cahaya harapan yang menyelinap masuk ke dalam hati.

Di bawah terik matahari yang menyengat, keringat membasahi wajah‑wajah tangguh para prajurit yang bekerja bahu‑membahu tanpa mengenal lelah, mengangkat bahan bangunan, menyusun kerangka, hingga memastikan setiap paku terpasang kuat, seolah‑olah mereka sedang membangun tempat berlindung bagi kerabat sendiri.

Kehadiran mereka tak hanya mengubah bentuk bangunan, tetapi juga menggerakkan hati warga sekitar untuk ikut bergerak. Semangat gotong‑royong tumbuh semakin kuat; tetangga datang membawa air minum, senyum dukungan, dan tenaga tambahan, menjalin ikatan persaudaraan yang kian erat antara prajurit dan masyarakat setempat.

Bagi keluarga Bazimoi Manao, setiap tiang yang berdiri dan setiap bagian yang selesai dibangun bukan sekadar tambahan bangunan, melainkan kepastian ketenangan dan rasa aman yang telah lama mereka nantikan dengan penuh sabar.

Diharapkan pekerjaan ini segera rampung tepat waktu. Ketika nanti rumah ini berdiri utuh dan siap ditinggali, ia akan menjadi bukti nyata bahwa negara tidak melupakan warganya, bahkan di pelosok desa yang paling jauh sekalipun.

Di sana, keluarga Bazimoi Manao akhirnya dapat tidur nyenyak tanpa rasa takut, bangun dengan hati yang damai, dan menyambut hari‑hari baru dengan penuh kebahagiaan serta rasa syukur yang mendalam. (N.Lase)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x