Dari Bangunan Lapuk Menjadi Perlindungan : Karya Bakti TNI AD Wujudkan Hak Tempat Tinggal Layak

Redaksi
16 Jun 2026 19:28
InfoNias 0 10
3 menit membaca

Pulau‑pulau Batu, Matakeadilan.id //

Di sudut wilayah yang terpencil namun tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari tanah air, sebuah harapan perlahan mulai disusun dan dibangun.

Melalui Program Karya Bakti Skala Besar TNI Tahun 2026, jajaran Satgas Pembangunan di lingkungan Kodam I/Bukit Barisan, Korem 023/Kawal Samudera, serta Kodim 0213/Nias turun hadir untuk mewujudkan hak paling mendasar, tempat tinggal yang layak dan aman bagi mereka yang membutuhkan. Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni ini berlangsung di wilayah binaan Koramil 13/Pulau‑pulau Batu, pada Senin (15/6/2026).

Rumah ini dipersiapkan khusus untuk Bapak Linus Fahuwasa Wau, warga Desa Sidua Ewali, Kecamatan Pulau‑pulau Batu, Kabupaten Nias Selatan. Selama ini, keluarga ini menempati bangunan berukuran 7 × 7 meter yang sudah lama lapuk dan rapuh, tak lagi mampu melindungi penghuninya dari terik matahari maupun guyuran hujan lebat. Tempat yang seharusnya menjadi pelindung dan kedamaian hati, justru menjadi beban dan kekhawatiran setiap hari.

Kini gambaran itu perlahan berubah, bangunan disusun kembali dan disesuaikan menjadi ukuran 6 × 6 meter, lebih kokoh, lebih aman, dan layak untuk menaungi seluruh anggota keluarga dengan ketenangan yang sesungguhnya menjadi hak setiap warga negara.

Hingga hari ini, pekerjaan berada di tahap awal dengan kemajuan 10 persen. Namun semangat gotong‑royong telah menjadi jiwa di setiap langkahnya: terlibat 5 prajurit dari Yonif Teritorial, 2 personel Koramil, serta 3 warga sekitar yang ikhlas menyumbangkan tenaga dan kebersamaan.

Setiap batu yang disusun, setiap adukan semen yang dicampur, bukan sekadar menjadi bagian bangunan, melainkan bukti nyata bahwa kepedulian mengalir langsung dari hati ke hati rakyat.

Pada tahap ini, bahan yang digunakan berupa semen dan batu untuk meletakkan fondasi yang kuat: dasar kokoh agar rumah ini kelak dapat berdiri tegak dan menopang kehidupan keluarga selama bertahun‑tahun ke depan. Seluruh kegiatan berjalan aman, tertib, dan diwarnai suasana kekeluargaan yang hangat.

Lebih dari sekadar mendirikan dinding dan atap, langkah ini adalah cara mewujudkan keadilan sekaligus mengembalikan rasa aman, ketenangan hati, dan harga diri sebuah keluarga.

Nanti saat selesai, bangunan itu bukan sekadar tempat beristirahat, melainkan ruang di mana anak‑anak dapat tumbuh dengan tenang, keluarga berkumpul tanpa rasa cemas, dan harapan akan masa depan yang lebih baik dapat bersemi dengan leluasa.

Kehadiran negara melalui pengabdian TNI ini membawa pesan yang tulus dan mendalam: meski berada di ujung wilayah yang jauh dan terpencil, tak satu pun warga boleh terabaikan. Setiap keluarga berhak mendapatkan perlindungan, hunian yang sehat, serta perlakuan yang adil.

Setiap tetes keringat yang dicurahkan di sini berubah menjadi berkah nyata, jembatan menuju kehidupan yang lebih layak, lebih tenang, dan lebih bermartabat bagi Bapak Linus dan seluruh keluarganya. (N.Lase)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x