
Medan, Matakeadilan.id //
Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dimaknai tidak sekadar sebagai ritual keagamaan, melainkan juga sebagai ruang penguatan solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Nuansa tersebut tercermin dalam pelaksanaan kegiatan qurban yang diselenggarakan di Kantor Kelurahan Sei Mati, Rabu (28/5/2026), dengan melibatkan unsur pemerintahan kelurahan, kecamatan, kepala lingkungan, serta masyarakat sekitar.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIB itu dihadiri Lurah Muhammad Hizril Husna Angkat bersama Camat Medan Maimun dan jajaran Kelurahan Hamdan.
Pelaksanaan qurban tersebut dipandang sebagai representasi kepedulian sosial sekaligus penguatan hubungan emosional antara aparatur pemerintahan dengan masyarakat yang selama ini hidup berdampingan dalam ruang sosial yang sama.
Atmosfer kekeluargaan terlihat begitu dominan sepanjang kegiatan berlangsung. Proses penyembelihan hingga pendistribusian hewan qurban dilakukan melalui semangat gotong royong yang melibatkan seluruh staf kelurahan, kepala lingkungan, serta warga sekitar. Interaksi yang terbangun dalam kegiatan itu menghadirkan suasana kebersamaan yang sarat makna sosial dan kemanusiaan.
Sebanyak satu ekor lembu dan dua ekor kambing disiapkan untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan di wilayah Kelurahan Sei Mati. Penyaluran hewan qurban tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga nilai keadilan sosial dan semangat berbagi, terutama di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang masih menghadapi berbagai tantangan.
Pelaksanaan ibadah qurban juga dipahami sebagai upaya memperkuat ikatan sosial yang selama ini menjadi fondasi kehidupan masyarakat perkotaan.
Tradisi berbagi melalui qurban dianggap mampu menghadirkan rasa empati serta memperkuat hubungan antar sesama tanpa memandang latar belakang sosial maupun ekonomi.
Dalam kegiatan tersebut, figur Muhammad Hizril Husna Angkat kembali menunjukkan keterlibatan aktif dalam berbagai aktivitas sosial kemasyarakatan. Kehadirannya di tengah masyarakat selama proses pelaksanaan qurban dipandang sebagai bentuk kedekatan pemerintah dengan warga yang selama ini terus dijaga melalui pendekatan humanis dan partisipatif.
Semangat kebersamaan yang tercermin dalam kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa hubungan antara pemerintah kelurahan dan masyarakat tidak hanya dibangun melalui pelayanan administratif semata, tetapi juga melalui keterlibatan sosial yang menyentuh kebutuhan warga secara langsung.
Momentum Idul Adha kemudian dimanfaatkan sebagai ruang mempererat solidaritas sosial serta membangun rasa saling memiliki di tengah lingkungan masyarakat.
Apresiasi turut disampaikan jajaran Kecamatan Medan Maimun kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan qurban tersebut.
Dukungan dari staf kelurahan, kepala lingkungan, hingga partisipasi masyarakat disebut menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran dan kekhidmatan acara.
Keterlibatan masyarakat dalam proses pelaksanaan kegiatan dinilai mencerminkan masih kuatnya budaya gotong royong yang tumbuh di tengah lingkungan perkotaan. Nilai-nilai sosial seperti kepedulian, kebersamaan, dan solidaritas dinilai tetap terjaga melalui berbagai kegiatan kemasyarakatan yang melibatkan seluruh unsur warga secara kolektif.
Selain menjadi bagian dari pelaksanaan ibadah keagamaan, qurban juga dimaknai sebagai sarana memperkuat hubungan sosial antara pemerintah dan masyarakat.
Kehadiran aparatur pemerintahan dalam kegiatan berbasis sosial dinilai memberikan dampak positif terhadap terciptanya komunikasi yang lebih dekat dan harmonis dengan warga.
Di tengah dinamika kehidupan perkotaan yang cenderung individualistis, kegiatan sosial berbasis kebersamaan seperti qurban dinilai memiliki arti penting dalam menjaga kohesi sosial masyarakat.
Kehangatan interaksi yang terbangun selama kegiatan berlangsung memperlihatkan bahwa nilai-nilai kebersamaan masih menjadi identitas kuat masyarakat di wilayah Kelurahan Sei Mati.
Pelaksanaan kegiatan yang berlangsung tertib, lancar, dan penuh rasa syukur tersebut akhirnya menjadi potret harmonisasi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun lingkungan sosial yang lebih peduli dan berempati.
Momentum Idul Adha pun kembali menegaskan bahwa semangat berbagi tidak hanya menghadirkan manfaat secara material, melainkan juga memperkuat jalinan kemanusiaan di tengah kehidupan bermasyarakat. (MK/red)


Tidak ada komentar