Setiap Tetes Air Adalah Anugerah : Menghapus Dahaga yang Selama Ini Dirasakan

Redaksi
9 Jun 2026 22:04
InfoNias 0 82
3 menit membaca

Judul : Setiap Tetes Air Adalah Anugerah : Menghapus Dahaga yang Selama Ini Dirasakan

Sumber : Liputan Lapangan
Foto : Sumur bor
Penulis : Notatema Lase

Nisel Pulau Tello, Matakeadilan.id //

Di tengah keheningan Pulau Tello, di sudut kepulauan yang terhampar luas, ada satu kebahagiaan yang kini terasa begitu mendalam di hati setiap warganya. Setelah bertahun-tahun hidup dalam keterbatasan dan menanti dengan penuh kerinduan, secercah harapan akhirnya mulai terwujud.

Melalui Program Karya Bakti TNI Angkatan Darat Tahun 2026 yang digelar Kodam I/Bukit Barisan melalui Korem 023/Karya Sakti dan jajaran Kodim 0213/Nias di wilayah binaan Koramil 13/Pulau-Pulau Batu, dilaksanakan pengeboran sumur bor di lingkungan Asrama BNKP Pulau Tello, Desa Onaya, Kecamatan Pulau-Pulau Batu, Kabupaten Nias Selatan. Kegiatan ini berlangsung pada hari Sabtu, 09 Juni 2026.

Bagi warga di pulau ini, air bersih bukan sekadar kebutuhan biasa, tetapi air adalah anugerah yang selalu mereka doakan. Selama ini, mereka harus berjuang, berjalan berjam-jam membawa ember, menampung air hujan dengan hati-hati, atau menahan dahaga saat musim kemarau tiba.

Ibu-ibu harus mengorbankan waktu merawat anak untuk mencari air, anak-anak harus berjalan jauh sebelum bisa bersekolah, dan orang tua sering kali merasa sedih tak bisa memberikan air bersih yang layak bagi keluarga. Setiap hari, mereka memandang tanah dengan satu harapan dalam hati: “Kapan air bersih akan mengalir di dekat kami?”

Kini, harapan itu mulai terjawab. Sumur bor ini nantinya akan menjadi sumber kehidupan bagi 99 kepala keluarga, atau sekitar 475 jiwa yang tinggal di sekitarnya.

Setelah kerja keras tim pengeboran, pada kedalaman sekitar 20 meter dari target total 30 meter, sumber air bersih berhasil ditemukan dengan keberhasilan 100%. Berita ini seolah membasahi bukan hanya tanah, tetapi juga hati warga yang telah lama merindukan kemudahan.

Memang, perjalanan ini belum sepenuhnya selesai. Saat ini, pembangunan menara penyangga dan bak penampungan air masih belum dimulai, pemasangan listrik dan meteran daya juga belum dikerjakan, begitu pula tempat pengambilan air yang layak, semuanya masih dalam tahap persiapan. Namun, menemukan air adalah langkah paling berharga, jawaban atas doa yang telah dipanjatkan bertahun-tahun.

Bagi warga, sumur ini bukan sekadar lubang di dalam tanah. Ia adalah tanda bahwa negara tidak melupakan mereka yang tinggal di pulau terluar. Ia adalah bukti bahwa TNI hadir untuk mendengarkan kerinduan rakyat, dan berusaha meringankan beban yang selama ini dipikul.

Warga kini menanti dengan sabar, membayangkan hari di mana air akan mengalir dengan mudah, anak-anak bisa bermain dan belajar tanpa khawatir, dan setiap keluarga bisa hidup dengan lebih layak.

Ini adalah awal yang indah, air yang ditemukan hari ini, akan menjadi sumber kehidupan yang membawa kedamaian, kesehatan, dan harapan bagi generasi sekarang dan yang akan datang. (N.Lase)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x