Pimpinan KBIHU : Manajemen Haji Sumut Terkelola Baik, Kloter Perdana Disambut Marhaban

Redaksi
22 Apr 2026 07:33
3 menit membaca

Medan, Matakeadilan.id //

Kualitas pelayanan penyelenggaraan ibadah haji di Embarkasi Medan memperoleh apresiasi dari kalangan pembimbing ibadah.

Penilaian tersebut disampaikan oleh Pimpinan KBIHU Jabal Noor, KH Zulfikar Hajar Lc, setelah rangkaian penerimaan hingga pemberangkatan jamaah kelompok terbang (kloter) pertama asal Kota Medan dan Binjai terlaksana dengan tertib dan terorganisasi.

Pengamatan langsung terhadap proses layanan di Asrama Haji Medan menunjukkan bahwa fasilitas, koordinasi petugas, serta kesiapan administrasi telah disusun secara sistematis.

Distribusi kartu nusuk kepada jamaah sejak awal keberangkatan disebut sebagai inovasi yang dinilai memberikan kemudahan signifikan dalam pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.

Praktik tersebut dinyatakan belum pernah diterapkan pada periode sebelumnya, sehingga menghadirkan standar baru dalam tata kelola pelayanan haji.

Kloter pertama tahun ini diposisikan sebagai rombongan istimewa. Setibanya di Madinah, penyambutan direncanakan berlangsung dengan nuansa tradisi kehormatan, termasuk prosesi marhaban serta simbolisasi tepung tawar yang dipadukan dengan bunga bertih dan bunga rampai.

Rangkaian tersebut menjadi bagian dari bentuk penghormatan yang disiapkan oleh otoritas setempat kepada jamaah asal Indonesia.

Di sisi lain, perhatian terhadap aspek teknis ibadah turut ditekankan. Jamaah diimbau untuk mengantisipasi keterbatasan waktu saat fase akhir pelaksanaan haji. Penggabungan antara tawaf wada dan tawaf ifadah dipandang sebagai langkah strategis guna menghindari kendala waktu.

Imbauan tersebut didasarkan pada pengalaman panjang dalam mendampingi jamaah pada musim haji sebelumnya, di mana efisiensi waktu menjadi faktor krusial dalam kelancaran ibadah.

Pendampingan jamaah dalam kloter ini juga diperkuat oleh kehadiran Umi Hj Siti Mahdurah, yang memimpin rombongan KBIHU Jabal Noor berjumlah 39 orang.

Perannya difokuskan pada penguatan mental dan spiritual jamaah, khususnya bagi peserta yang berangkat tanpa pasangan. Dukungan moril dinilai menjadi elemen penting dalam menjaga kekhusyukan ibadah di tengah dinamika perjalanan haji.

Pengalaman panjang dalam pelaksanaan ibadah haji turut menjadi modal dalam proses pembimbingan. Dengan rekam jejak yang telah melalui lebih dari sepuluh kali perjalanan haji, pendekatan yang diterapkan cenderung menitikberatkan pada kesiapan fisik, ketepatan manajemen waktu, serta kepatuhan terhadap rukun dan wajib haji.

Penyelenggaraan haji tahun ini di wilayah Sumatera Utara mencerminkan adanya peningkatan dalam aspek pelayanan dan koordinasi antarlembaga.

Sinergi antara panitia penyelenggara ibadah haji (PPIH) Embarkasi Medan dan otoritas terkait dinilai mampu menghadirkan sistem pelayanan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan jamaah.

Harapan terhadap kelancaran ibadah terus disampaikan oleh para pendamping dan jamaah. Kondisi kesehatan, kekuatan fisik, serta kemampuan menjaga konsistensi ibadah menjadi faktor yang diharapkan dapat terjaga hingga seluruh rangkaian haji terselesaikan. Dengan demikian, predikat haji mabrur dan mabrurah diharapkan dapat diraih oleh seluruh peserta yang diberangkatkan pada musim haji tahun ini.(MK/red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x