Karya Bakti TNI AD 2026 : Pulau Nias Jadi Fokus Utama Percepatan Pembangunan

Redaksi
6 Mei 2026 20:49
InfoNias 0 30
4 menit membaca

Gunungsitoli, Matakeadilan.id //

Komando Daerah Militer I/Bukit Barisan resmi meluncurkan program Karya Bakti Skala Besar TNI AD Tahun 2026 dengan menetapkan Kepulauan Nias sebagai lokasi prioritas utama.

Program strategis ini dirancang untuk mempercepat pembangunan infrastruktur vital sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui serangkaian kegiatan fisik dan non-fisik yang masif dan terukur.

Pangdam I/Bukit Barisan, Mayor Jenderal TNI Hendy Antariksa, menegaskan bahwa penempatan Nias sebagai fokus utama didasarkan pada kebutuhan riil di lapangan. Menurutnya, tantangan geografis dan keterbatasan akses menjadi alasan utama kehadiran kekuatan TNI untuk bersinergi dengan pemerintah daerah.

“Fokus utama kita adalah membantu masyarakat mengatasi kesulitan yang selama ini menjadi kendala. Mulai dari memperbaiki akses jalan yang terputus, pembangunan rumah ibadah, rehabilitasi rumah tidak layak huni, hingga penyediaan sumber air bersih melalui pembangunan sumur bor. Semuanya kita kerjakan bersama-sama,” ungkap Hendy saat menghadiri acara pembukaan di GOR Pelita, Gunungsitoli, Rabu (6/5/2026).

Ia menambahkan, “Tujuannya hanya satu: mensejahterakan masyarakat Kepulauan Nias dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, hingga pemerintah daerah.”

Selain wilayah Nias, program ini juga dilaksanakan di beberapa daerah lainnya seperti Kabupaten Toba, Samosir, Balige, dan Humbang Hasundutan. Meski demikian, Kepulauan Nias tetap menjadi pusat perhatian utama dengan porsi pembangunan terbesar dibandingkan wilayah lainnya.

DATA RINCI: FOKUS PADA AIR BERSIH DAN KONEKTIVITAS

Dalam sektor pembangunan infrastruktur, TNI AD menargetkan pembangunan akses air bersih di 139 titik sepanjang wilayah operasi, dengan kedalaman pengeboran mencapai 80 hingga 90 meter untuk memastikan ketersediaan air jangka panjang.

Sementara itu, untuk memperkuat konektivitas wilayah, dibangun total 59 titik jembatan di berbagai tipe. Dari jumlah tersebut, sebanyak 49 titik pembangunan berlokasi di Kepulauan Nias.

Ragam jenis jembatan yang dibangun meliputi jembatan Bailey, Armco, jembatan gantung, jembatan perintis, hingga jembatan beton permanen.

Hingga saat ini, sebanyak 11 jembatan dari berbagai tipe tersebut telah rampung dibangun dan siap difungsikan. Pangdam berharap keberadaan jembatan-jembatan ini tidak hanya melancarkan ekonomi, tetapi juga menjamin hak dasar pendidikan anak-anak.

“Harapan kami sederhana: semoga ke depannya tidak ada lagi anak sekolah yang harus basah kuyup menerjang sungai saat berangkat belajar. Akses yang baik adalah kunci masa depan mereka,” ujarnya penuh harap.

DEPLOYMENT PERSONEL DAN RENTANG WAKTU

Untuk mengawal kesuksesan program raksasa ini, dikerahkan total sekitar 1.200 personel TNI AD yang terdiri dari gabungan berbagai satuan jajaran Kodam I/Bukit Barisan. Sebanyak 1.100 personel ditempatkan langsung di wilayah Kepulauan Nias, sedangkan sisanya sebanyak 100 personel bertugas di kawasan Toba dan sekitarnya.

Seluruh pasukan beserta logistik dan alat berat telah dimobilisasi sejak awal Mei lalu. Pelaksanaan kegiatan ini dijadwalkan berlangsung secara bertahap hingga bulan Juni 2026 mendatang.

Selain pembangunan fisik, sentuhan kemanusiaan juga menjadi bagian tak terpisahkan dari program ini. Berbagai kegiatan non-fisik digelar untuk menjangkau aspek kesehatan dan lingkungan, di antaranya operasi katarak gratis, khitanan massal, pemberian alat bantu kaki palsu bagi penyandang disabilitas, hingga kegiatan reboisasi yang disesuaikan dengan karakteristik vegetasi dan ekosistem setempat.

APRESIASI GUBERNUR: MODEL PEMBANGUNAN MASA DEPAN

Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution, memberikan apresiasi tinggi atas pelaksanaan program ini. Ia menilai Karya Bakti TNI merupakan langkah strategis yang sangat sejalan dengan prioritas pembangunan nasional maupun daerah.

“Program ini memberikan dampak manfaat yang nyata dan menyeluruh. Tidak hanya membangun dari sisi fisik dan infrastruktur, tetapi juga menyentuh langsung aspek sosial dan kesehatan masyarakat,” ujar Bobby.

Lebih jauh, Gubernur melihat pola pembangunan di Nias ini memiliki nilai lebih. “Konsep karya bakti yang diterapkan di Kepulauan Nias ini berpotensi besar dijadikan model pembangunan berbasis kemanunggalan TNI dan Rakyat. Model ini sangat layak untuk direplikasi dan diterapkan di daerah-daerah lain di Indonesia,” tambahnya.

Acara pembukaan secara resmi ditandai dengan pemukulan gong secara bersama oleh Gubernur Sumatera Utara dan Pangdam I/Bukit Barisan. Momen bersejarah ini disaksikan langsung oleh para Kepala Daerah se-Kepulauan Nias, jajaran Komando Resor Militer, serta seluruh unsur pimpinan Kodim 0213/Nias dan para undangan lainnya. (N.Lase)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x