Sungai Weh Gegaring Kembali Meluap, Akses Warga Kampung Pantan Sinaku Terputus

Redaksi
7 Jan 2026 12:10
News 0 38
2 menit membaca

Bener Meriah, Matakeadilan.id –

Hujan deras yang mengguyur Kampung Pantan Sinaku, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, pada Senin (6/1/2025), menyebabkan Sungai Weh Gegaring kembali meluap. Akibatnya, warga yang hendak melintasi jembatan di lokasi tersebut terpaksa menunggu air surut karena debit air menutupi jembatan darurat.

Peristiwa meluapnya sungai ini kerap terjadi setiap kali hujan deras turun. Debit air yang meningkat menutupi jembatan darurat yang sebelumnya dibangun secara swadaya oleh warga menggunakan kayu, material sisa banjir, dan susunan batu. Kondisi ini dinilai sangat membahayakan keselamatan warga, terutama pada malam hari.

Seperti diberitakan sebelumnya, pascabencana banjir bandang dan longsor pada 26 November 2024 lalu, sejumlah jembatan di Kampung Pantan Sinaku mengalami kerusakan parah. Di antaranya adalah Jembatan Weh Gegaring yang merupakan akses utama masyarakat menuju ibu kota Kecamatan Pintu Rime Gayo. Selain itu, Jembatan Weh Genengang arah Simpang Hantu serta Jembatan Weh Genengan arah Dusun Bandung juga ikut hancur.

Tidak hanya jembatan, beberapa ruas jalan di wilayah tersebut tertimbun longsor. Hingga kini, material tanah yang menutup badan jalan belum dapat dibersihkan secara permanen karena keterbatasan peralatan.

Akses jalan tersebut saat ini hanya bisa dilalui kendaraan roda dua. Salah seorang aparatur Kampung Pantan Sinaku yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa sejak terjadinya bencana, belum ada bantuan alat berat maupun upaya perbaikan jembatan dari pemerintah.

“Sampai saat ini belum ada bantuan dari pemerintah, baik berupa alat berat maupun pembangunan kembali jembatan yang hancur. Kondisi ini sangat membahayakan keselamatan warga,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah dan pihak terkait segera memberikan perhatian dengan mengirimkan alat berat untuk membersihkan material longsor serta membangun kembali jembatan yang rusak agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal.

“Kami berharap jembatan segera dibangun kembali. Saat ini petani di sini akan menghadapi musim panen kopi. Jika akses belum diperbaiki, tentu akan sangat menyulitkan kami untuk mengeluarkan hasil panen,” tutupnya. (red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x