Masyarakat Kampung Pantan Sinaku Gotong Royong Perbaiki Jalan Rusak Pasca Bencana

Redaksi
4 Jan 2026 00:58
News 0 202
2 menit membaca

Bener Meriah, Matakeadilan.id –

Ratusan masyarakat bersama aparatur Kampung Pantan Sinaku serta personel Kepolisian dari Polsek Pintu Rime Gayo melaksanakan gotong royong memperbaiki titik-titik jalan yang rusak parah akibat bencana banjir bandang.

Kegiatan tersebut dipusatkan di alur Weh Gegaring, salah satu akses utama warga yang sebelumnya hancur akibat banjir bandang pada 26 November 2025 lalu.

Gotong royong dilakukan sebagai upaya membuka kembali akses jalan yang sempat terputus total, sehingga menghambat aktivitas masyarakat, khususnya dalam mengangkut hasil pertanian dan keperluan sehari-hari.

Dengan peralatan seadanya, masyarakat bersama aparatur kampung dan aparat kepolisian bahu-membahu membersihkan material banjir serta memperbaiki badan jalan yang rusak.

Bedel Kampung Pantan Sinaku, Rahmat Syah, dalam keterangannya kepada media menyampaikan bahwa hingga saat ini akses menuju Kampung Pantan Sinaku masih dalam kondisi darurat.

Beberapa jembatan yang rusak akibat banjir belum mendapatkan perbaikan permanen dan hanya dibuat jembatan darurat menggunakan sisa material kayu serta batu yang tersisa dari terjangan banjir.

Jembatan-jembatan ini hanya bersifat sementara. Jika debit air sungai meningkat, jembatan darurat tersebut sangat berisiko hanyut terbawa arus,” ujar Rahmat Syah.

Ia menjelaskan, jembatan yang hancur di antaranya adalah Jembatan Weh Gegaring yang merupakan akses utama masyarakat menuju ibu kota Kecamatan Pintu Rime Gayo. Selain itu, Jembatan Weh Genengang arah Simpang Hantu serta Jembatan Weh Genengang menuju Dusun Bandung juga mengalami kerusakan parah.

Tidak hanya jembatan, beberapa titik longsor hingga kini masih menutupi badan jalan, sehingga akses tersebut hanya dapat dilalui kendaraan roda dua.

Dalam kesempatan tersebut, Bedel Kampung Pantan Sinaku berharap kepada pemerintah, baik Pemerintah Kecamatan Pintu Rime Gayo, Pemerintah Kabupaten Bener Meriah, maupun Pemerintah Provinsi Aceh, agar segera menurunkan alat berat untuk membersihkan material longsor dan melakukan perbaikan jembatan secara permanen.

“Perbaikan ini sangat kami harapkan agar masyarakat dapat kembali mengeluarkan hasil pertanian mereka dan kehidupan warga Kampung Pantan Sinaku bisa pulih serta berjalan normal seperti sediakala,” tambahnya.

Selain kerusakan jalan dan jembatan, bencana banjir bandang juga menyebabkan jaringan listrik di Kampung Pantan Sinaku lumpuh hingga saat ini. Warga mengaku sudah lebih dari satu bulan hidup dalam kondisi gelap gulita akibat terputusnya aliran listrik.

Seorang warga setempat, Marda, berharap agar pihak PLN dapat segera memperbaiki jaringan listrik yang rusak. Ia menyatakan masyarakat siap membantu secara gotong royong apabila dibutuhkan tenaga untuk mendirikan kembali tiang listrik yang ambruk akibat banjir.

Kami berharap petugas PLN bisa segera turun memperbaiki jaringan listrik. Jika membutuhkan bantuan, kami masyarakat siap bergotong royong,” tutupnya.(Zhoncobra)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x