Dirikan Posko Bencana , Gema Masyarakat Pencinta Alam Indonesia GMPA Salurkan Bantuan

Redaksi
12 Des 2025 16:25
News 0 127
2 menit membaca

Medan, Matakeadilan.id –

Di tengah kesulitan itu, kehadiran tim Gema Masyarakat Pencinta Alam Indonesia (GMPA) Membawa harapan baru bagi warga.

Dipimpin oleh Khairul Fadli, sosok yang akrab disapa Bang Bongada di kalangan pencinta alam, GMPA membentuk Posko Aksi Peduli Bencana pada 30 November 2025 di Medan.

Posko tersebut beralamat di Jalan Merpati No. 71 Medan Sunggal, yang juga merupakan lokasi Cafe MPT milik Muhammad Willy Sunandar, sekaligus Koordinator GMPA Indonesia.

Atas instruksi Bang Bongada, Willy kemudian mendirikan posko relawan di Kuala Simpang, Aceh Tamiang. Rumah salah satu rekannya di wilayah tersebut disulap menjadi pusat koordinasi untuk menampung logistik dari Medan sebelum disalurkan langsung kepada warga terdampak di pedalaman.

Tak hanya logistik berupa sembako, pakaian, dan makanan siap santap, tim GMPA Indonesia juga membawa bantuan vital berupa perangkat Starlink untuk memulihkan akses komunikasi.

Selama dua minggu, warga Rimbo Sawang terisolasi tanpa listrik dan jaringan internet, membuat mereka kesulitan memberi kabar kepada keluarga. Tim juga membawa genset agar warga bisa mengisi daya ponsel mereka.

Kedatangan tim GMPA Indonesia disambut tawa dan rasa lega dari masyarakat. Di sela-sela warga yang antusias mencoba akses internet lewat Starlink, para relawan tampak membagikan makanan siap santap seperti roti dan sambal teri, membantu mengurangi beban warga yang hampir kehabisan bahan pangan.

Willy Sunandar menyampaikan apresiasi besar kepada para donatur yang telah memberikan kontribusi nyata bagi korban bencana, di antaranya:

Ibu-ibu Majelis Taklim Masjid Al Muhtadin

BKM Masjid Al Muhtadin

Ibu-ibu LPPG Lanud Soewondo Medan

Masyarakat Muslim Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan

Mereka telah mengirimkan bantuan berupa masakan teri kacang, teri tempe, serta donasi dana yang sangat membantu kebutuhan mendesak warga Aceh Tamiang dan Aceh Sumut.

“Semoga Allah SWT membalas kebaikan Bapak dan Ibu semua dengan pahala berlipat ganda,” ujar Willy dalam keterangannya.

Di tengah puing-puing dan lumpur yang belum sepenuhnya surut, warga Rimbo Sawang kembali memiliki harapan. Kehadiran relawan dan berbagai lembaga kemanusiaan menjadi bukti bahwa di saat bencana memisahkan, kepedulian lah yang kembali menyatukan. (Jured)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x