
Bener Meriah, Matakeadilan.id –
Dalam meningkatkan kualitas kopi di Pintu Rime Gayo kabupaten Bener Meriah Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Bener Meriah melaksanakan bimtek bagi petani yang ada di kecamatan pintu rime gayo bertempat di kantor BP Arul Gading pada tanggal 27 sampai 29 Oktober 2025.
Acara tersebut di hadiri oleh PLT Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Bener Meriah Huswatun Hasanah SP.MP dan kabid pangan serta penyuluhan Win Najmi.
Acara tersebut direncanakan berlangsung selama 3 hari dan di ikuti 40 orang perwakilan petani di Kecamatan Pintu Rime Gayo.
Dalam kegiatan tersebut peserta akan di bekali dan di bimtek bagaimana cara yang baik dan benar dalam Budi daya tanaman kopi mulai dari perlakuan penyemaian bibit, penanaman, perawatan, pemupukan dan perawatan lanjutan pasca panen, serta peserta di berikan cara bagaimana menangani hama yang menggangu tanaman kopi.
Selain itu para peserta akan di latih untuk membuat Pupuk Organi cair (POC) yang mana selama ini petani sangat bergantung kepada penggunaan pupuk kimia yang mana pengunaan pupuk kimia secara berkelanjutan dapat merusak tanah sehingga dapat menggangu produksi kopi dalam jangka panjang.
Dalam kesempatan tersebut PLT kadis pertanian dan pangan menyampaikan kepada media detik keadilan bahwa pemerintah Kabupaten Bener Meriah mewacanakan program di bidang pertanian khususnya petani kopi di tahun 2026 di antaranya hilirisasi perkebunan kopi seluas 10.200 Hektar yang mana program tersebut membutuhkan sekitar 10 juta bibit kopi, dan pada saat ini sedang dalam penyiapan CPCL ( calon petani calon lahan ).
Pemerintah Kabupaten Bener meriah juga berupaya memberikan pemahaman kepada petani melalui bimtek seperti ini tentang penanganan jamur akar dan hama PBKo atau penggerek buah yang selama ini menjadi faktor kegagalan produksi hasil kopi, selain itu pemerintah telah melakukan penurunan harga pupuk subsidi sebesar 20% per tanggal 22 Oktober yang lalu.
Hal ini di harapkan dapat membantu para petani kopi dalam memenuhi kebutuhan pupuk untuk meningkatkan produksi kopi sehingga dapat meningkatkan pendapatan para petani kopi mengingat saat ini permintaan kopi di pasar global begitu tinggi dan harga kopi yang begitu menjanjikan.
Tak hanya sampai disitu, ia juga berharap kepada seluruh peserta setelah mengikuti kegiatan ini para petani kita dapat berkembang dengan ilmu yang di berikan oleh para pemateri dan betul betul di aplikasikan di lahan masing masing.
Hendra putra salah satu peserta pelatihan mengungkapkan sangat berterimakasih atas kegiatan ini sebab dalam kegiatan ini sangat banyak ilmu yang di dapat terutama bagaimana merawat memupuk dan memperlakukan tanaman kopi dan mengendalikan hama pada tanaman kopi sehingga dengan ilmu yang didapat ia dapat meningkatkan hasil produksi kopi di kebun miliknya dengan tehnik organik yang lebih ramah lingkungan.(Juansyah)


Tidak ada komentar